
...Tidak peduli mereka kuat atau tidak...
...Kuncinya adalah seberapa besar tekad kita untuk menang dan jika kita kalah, itu adalah kesempatan kita berjuang lebih keras...
Iblis seratus juta jiwa murka melihat apa yang terjadi pada Silver Alaska. Bisa di pastikan sekitar empat puluh persen daerah itu tidak parah.
Sekitar lima kita iblis rendahan lenyap. Tak hanya itu, satu petinggi gugur disini. Sebab saat itu para petinggi nya memang di biarkan hilang kesadaran.
Mereka di tiduran di dalam Silver Alaska. Sengaja tidak di ikut sertakan berperang. Sebab kekalahan mereka nanti adalah kekalahannya juga.
Jantungnya ada para petinggi, itu lah mengapa ia menyembunyikan jantungnya daripada mengajaknya ikut serta berperang dan menjadi ancaman untuknya.
Namun rupanya Muskeeters terlalu pintar hingga mengugurkan salah satu jantungnya. Kali ini yang gugur adalah Devdas.
Saat itu tentakel di bawah tanah yang menghubungkan dirinya dan Devdas di serang.
Itulah mengapa terputusnya tentakel itu membuatnya lenyap seketika. Sebab pemutusnya adalah pusaka langit yang sudah di beri mantra oleh para Lapu-lapu.
"Sialan mereka!" Pekiknya sambil menatap ke arah para petinggi yang masih tersisa.
"Aku pasti akan membalas perbuatan kalian!" Teriaknya murka.
Suara teriakan itu membuat ketiga petinggi yang masih tersisa terbangun. Namun mereka tak berani berdiri, segera setelah membuka kedua matanya mereka bersimpuh di hadapan Tuan mereka.
Mereka tau ada hal buruk yang baru saja terjadi. Satu hal yang membuat Tuan mereka murka sampai sebesar ini.
Disisi lain pasukannya berkurang. Dan di sisi lain, para petinggi pemegang kelemahannya hanya tinggal tiga. Akan lebih mudah bagi Rey mengalahkannya jika seperti ini.
Terbesit sebuah akal licik dalam kepalanya. Dimana ia ingin membuat iblis petinggi baru. Namun untuk membuatnya ia membutuhkan sekitar dua ratus jiwa dan itu akan memakan waktu lama.
"Bereskan area yang rusak!" Perintah Iblis seratus juta jiwa pada ketiga petinggi.
"Baik Tuan!" Ucap mereka bersamaan.
Perintah sudah diterima. Mereka pun pergi ke area yang rusak untuk memperbaikinya.
________
Di lain tempat saat ini Rey bersama Debora sedang duduk di satu sofa. Di depan mereka ada satu ranjang dimana Noella disana masih terpejam.
Ruangan itu adalah ruangan Harith. Sudah sekitar lima jam setelah penyerangan Rey duduk disini.
__ADS_1
Beberapa rekannya tadi sempat juga kemari. Namun setelah itu mereka memilih pergi keluar membantu para Muskeeters membereskan kerusakan.
Clinggggg
Rey terkejut melihat kehadiran Axcel yang baru saja datang. Leonin itu terbang menghampiri Noella.
"Paman Axcel!" Ucap Rey padanya.
Axcel berhenti lalu berbalik menatap Rey bersama Debora di sampingnya yang terlelap sambil bersandar di bahu Rey.
"Harith gugur?" Tanya Axcel padanya.
Kedua matanya begitu sayu ketika menanyakan itu. Tak lama Axcel menyentuh dadanya yang sesak rasanya. Harith sudah seperti saudara untuknya.
Andai saja ia tidak mengunjungi langit saat itu. Mungkin hal ini tidak akan terjadi.
Namun apa dayanya saat itu. Harith memerintahkan dia pergi ke angkasa untuk mengambil beberapa logam sebagai bahan dasar pedang.
Itulah yang membuat Axcel pergi tanpa memikirkan apapun. Pasalnya sudah lama Iblis tidak berulah, itu yang membuatnya tenang meninggal Harith sendirian di bumi.
"Bagaimana dia bisa gugur Rey?" Tanya Axcel padanya.
Rey menunduk mendengar itu. Ia juga merasa tidak berguna disini. Namun, sudah kewajiban Rey untuk menceritakan segalanya pada petinggi.
Rey juga menceritakan perihal keterlambatannya datang. Perihal penyesalannya atas itu.
"Ini di luar kemampuan kita Rey! Memang Penguasa ingin alurnya semacam ini."
Ucap Axcel sambil menyentuh bahu Rey. Rey terdiam sejenak mendengar itu. Lantas siapakah yang akan memimpin Rensuar saat ini?
"Siapa yang akan memegang rantai komando?" Tanya Rey padanya.
Sejenak Axcel melirik ke arah Debora. Rey terkejut melihat itu. Segera ia menarik Debora ke arahnya seakan tidak memperbolehkan Axcel untuk menyentuhnya.
"Tidak, jangan dia! Aku tidak ingin dia merasa bertanggung jawab atas rencana yang nanti tidak berjalan semestinya. Aku tidak akan menyerahkannya terlibat rantai komando sebagi pemimpin. Tidak, tidak boleh!" Jelas Rey berusaha melindungi Debora nya.
Axcel tersenyum mendengar itu. Raut wajah Rey terlihat begitu serius. Axcel tau betapa Rey sangat mencintai Debora.
Lalu Axcel kembali menatap ke arah Noella saat ini. Tubuh itu masih terbaring lemah disana.
"Tidak ada yang lebih pantas mengambil posisi sebagai pemikir hebat selain Noella dan Harith. Dan tentu saja, ketika Harith sudah tidak ada disini. Maka, jelas Noella lah yang akan memimpin penyerangan. Namun ia tidak akan ikut bertempur. Melainkan dia, hanya menyumbang pemikiran dan strategi nya."
Jelas Axcel, Rey mengangguk. Ia kembali di ingatkan perihal apa yang akan ia katakan nanti pada Noella ketika bangun. Rasanya ia tak mampu menjelaskannya.
__ADS_1
"Aku tau apa yang kau pikirkan Rey! Lebih baik saat ini kau pergilah, istirahatkan tubuhmu. Lagi pula pertarungan mu hari ini sudah banyak menguras mana mu. Jika begitu, bawalah Debora juga bersama mu. Soal Noella, biar aku yang menjelaskan padanya!" Ucap Axcel.
Rey tersenyum mendengar itu. Baginya itu adalah tawaran yang menarik. Rey beranjak dengan hati-hati tak ingin membangunkan Debora.
Lalu ia mengangkat tubuh Debora. Setelah itu ia mengangguk berpamit pada Axcel untuk pergi.
Axcel mengangguk menyetujui itu. Ketika Rey keluar dari dalam ruangan itu ia berjalan ke arah balkon lalu melompat. Dengan Dandelion nya ia pun terbang membawa Debora pergi ke markas.
Dari bawah Riley dan Justice memperhatikan itu. Mereka berdua tersenyum kemudian.
"Sepertinya kita perlu berlama-lama disini untuk mereka!" Ucap Justice pada Riley di sampingnya.
Cupppp
Satu kecupan di pipi membuat Justice tertegun seketika. Riley mengecupnya tepat di area umum. Beberapa pasang mata manusia menatap ke arah mereka.
Ketika Justice menoleh ke samping melihat Riley. Disana Gadisnya itu tersenyum senang.
"Terima kasih karena kau masih hidup sampai sekarang!" Ucap Riley padanya.
Dari kejauhan Mikhail memperhatikan itu. Seandainya hubungannya bersama Syena sudah di resmikan. Mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama.
Syena saat ini sedang berdiri di belakang tubuh Mikhail bersama dengan Aum. Keduanya juga menyaksikan apa yang baru saja Riley dan Justice lakukan.
"Kakak Mikha!" Panggil Syena padanya.
Deggggg
Sungguh Mikhail senang sekali mendengar suara itu memanggilnya. Ketika berbalik Syena sudah ada di belakangnya dan itu dekat sekali.
"Ada apa Syena?" Tanya Mikhail padanya.
Syena menunjuk ke belakang tepat ke arah Tiga orang Musketeers yang sedang terluka.
"Mereka butuh beberapa ramuan pengobatan! Kakak bisa membantunya? Aku tidak membawa peralatan raciknya. Tapi aku tau, kakak pasti memiliki banyak ramuan dalam domain." Jelas Syena.
Mikhail mengangguk mendengar itu. Ia pun berjalan kesana namun ia tidak ingin sendiri. Ia juga menarik pergelangan tangan Syena untuk ikut bersamanya.
"Hei!" Pekik Syena terkejut.
"Aku membutuhkan dirimu juga dalam hal ini, Syena! Jadi bantu aku, sebab tanpamu Mikhail bukan apa-apa!" Jawab Mikhail.
Aum terkekeh melihat apa yang terjadi di hadapan matanya. Adalah pemandangan indah buatnya saat melihat Syena di cintai oleh orang yang baik.
__ADS_1
...Jika kau tidak menyerah pada dirimu sendiri, pilihan yang gagal kau lihat sampai saat ini akan terlihat makin jelas...