Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Misi Pertama


__ADS_3

...Alasan utama individu yang bisa gagal memajukan...


...Yakni mereka tidak bekerja dengan baik bersama rekan mereka...


...Keberhasilan mereka merupakan indikator terbaik dari pengembangan tim...


_____________



Riley memasang beberapa pelana diatas para Khufra, ini adalah Khufra gratis yang diberikan Axcel padanya usai latihan. Riley beserta teman-temannya sedang berada disebuah peternakan, ini adalah miliknya dimana disana ia mengumpulkan banyak sekali hewan-hewan beringas, dikumpulkan menjadi satu kemari.


Debora berada disamping Riley saat ini membantunya menyiapkan lima tunggangan mereka, Debora menarik tali pengikat mereka bersama dengan Riley mereka membawa lima ekor Khufra keluar darisana, dimana di depan gerbang pintu peternakan Rey,Justice dan Mikhail sedang menunggu mereka. Riley menyerahkan tali pengikat Khufra pada mereka masing-masing. Kali ini Rey tidak terlalu takut lagi pada Khufra-Khufra ini, khususnya Khufra miliknya ia menamai Khufranya dengan sebutan Stevan.


"Wah Stevan hari ini pertama beraksi! Mari lakukan yang terbaik!"


Rey menyemangati tugangannya itu mengusap-usap lembut kepala berbulu itu. Ketika Khufra itu menguap taring-taring besar itu kembali mengejutkan Rey sontak ia mundur menabrak Justice yang berada dibelakangnya.


"Hah!!!" Pekiknya.


"Rey, kau ini ada apa?"


Murka rasanya melihat tingkah laku Rey, rasanya seperti ketentraman hidupnya diganggu. Debora tertawa melihat itu begitupun dengan Riley, Mikhail hanya menggelengkan kepalanya.


"Lebih baik kau jalan kaki saja Rey!" Ucap Mikhail.


Rey mendengus kesal mendengar ucapan itu, kembali ia mendekati Khufra-nya mengusapnya. Sebelum terbang mereka memberikan sepotong daging untuk Khufra sebagai hadiah agar energi mereka tetap terjaga.


Rey tak berani memberikan sepotong daging itu pada Khufra ia berada dibelakang Justice kali ini, sedang Justice dengan pasrah memberi makan Khufra milik Rey sebelum terbang. Yakin segala persiapan telah usai mereka berkumpul menjadi satu, merundingkan strategi mereka selama beberapa menit, setelah paham dengan segala rencananya masing-masing mereka mulai naik ke atas Khufra-nya lalu terbang menuju lokasi yang sudah ditentukan.


Wusshhhhhhhhh


Sepoi angin malam ini cukup kencang, dingin mereka terbang menuju kota saat ini. Hanya selang beberapa menit untuk sampai kesana, kini tembok tinggi besar perbatasan antara kota dan area sihir mulai terlihat. Sebelum mendekat kesana Justice membuka telapak tangannya, mengangkatnya ke atas kepala.



"Government!"


Wushhhhhhhhhhh


Rapalnya selubung gas biru pekat itu mengitari mereka seketika, tak ada reaksi apapun namun untuk tiap mantra ada fungsinya, itu adalah mantra meminimalisir aura, menyamarkan keberadaan mereka, dimana baik manusia ataupun Iblis tidak akan ada yang tau kehadiran mereka disana.


"Kita berpencar disini!"


Ucap Debora mengarahkan Khufra-nya ke arah kanan bersama dengan Riley mengekorinya dari belakang.


"Aku akan berada di belakang kalian sesuai perintah!"


Ujar Mikhail, ia berdiri kali ini mengangkat tangannya.


"Mohetetrum!"


Syurrrrrrrrrrrr



Rapalan mantra pelindung itu menyelimuti ketiganya itu adalah salah satu sebuah antisipasi dimana mereka meminimalisir serangan dari bawah, barangkali Iblis yang menyusup tak hanya satu lalu sebelum kemari mungkin salah satunya ada yang melihat mereka. Mereka meminimalisir segala kemungkinan yang akan terjadi, dengan membuat sihir perlindungan.


Terlihat kota masih padat banyak pedagang saking tawar menawar, penerangan lampu kuning itu menyala-nyala di tiap sudut kota. Ketiganya dengan seksama memperhatikan keadaan mencari sesuatu sekecil apapun barangkali mencurigakan.

__ADS_1


"Mungkin kita bisa mencarinya di sekitar benteng luar!"


Justice mencoba memaparkan argumennya kali ini, menurutnya jika memang Iblis itu kemari untuk sesuatu maka Benteng luar letak Istana Kaisar Putih disana adalah tujuannya, dimana Istana itu sengaja dibangun dekat dengan perbatasan benteng agar memudahkan Kaisar Putih mengatur para Musketeers yang bertugas disana, juga memudahkan Kasar putih melindungi manusia yang berada didalamnya.


"Sampai berapa lama aku harus menunggu ini Jus?"


Rey merasa bosan rasanya ia duduk bersila diatas pelananya sambil berpegangan erat pada tali kekangnya, tangan kanannya ia gunakan untuk menopang kepalanya sambil netranya masih memandangi tiap sisi Istana Kaisar Putih, ini sudah setengah jam mereka terbang sambil mengintai.


"Sabar, mengingat identitasnya semalam sudah diketahui mungkin hari ini makhluk itu akan lebih berhati-hati."


Jelas Justice mencoba membuat Rey mengerti. Mikhail tak sengaja menangkap sesuatu yang terbang tepat ke arah mereka sesuatu itu datang begitu saja menabrak pelindungnya.


Bruaghhhhhhhh


Kresssss


Bagian depan pelindung retak seketika wajah seram itu mulai menampakan dirinya benar apa yang Debora rencanakan, akan ada serangan kejutan itulah mengapa Mikhail diberi posisi sebagai tameng Rey dan Justice. Rey berdiri melihat itu geram rasanya melihat makhluk bejat itu dimatanya, apapun yang mereka lakukan selalu membakar hatinya menggugah ambisinya untuk membinasakan kaum mereka.


Clinggggggggg


Kresssssss


Baron Putih sudah berada tepat dalam genggamannya Rey gelap mata rasanya, Justice menghentikan itu ia mulai ikut bertindak.


"Gatsunmi Greo!"


Byurrrrrrrrrrrrrr


Rapalan mantra baru Justice itu menciptakan tsunami di aliri listrik dari balik tubuh Iblis itu.


"Autrom, Accow Axlinow!"


Rey memanggil petir langit masuk ketangannya memusatkan petir-petir itu dalam genggaman tangannya, Baron Putih yang diliputi cahaya itu penuh dengan aliran petir, Rey matanya memutih mengeluarkan cahaya. Tak tanggung-tanggung Rey melompat tepat ke arah iblis itu.


Brakkkkkkkk


Pedang Baron itu dihindari begitu saja oleh satu sekat entah apa itu namun sekat itu tak terlihat.


Wushhhhhhhh


Sebuah sihir berwarna hitam melesat ke arah Rey namun dengan Baron Cahayanya Rey maju membelah sesuatu itu, hingga tepat Baronnya mengenai tubuh Iblis itu, namun sekali lagi tangan-tangan itu melindungi tubuhnya menjadikannya tameng, keduanya jatuh kebawah.


"Amannara!"


Rey membuat tubuhnya jatuh perlahan kali ini agar tak terhempas ke tanah. Justice juga Mikhail menyusul Rey yang saat ini berada tepat dibawah mereka. Kali ini mereka jatuh tepat diatas dataran luas tanah lapang, sekelilingnya ditutupi pepohonan, area ini cukup jauh dari pemukiman. Rey tersenyum melihat peluang mengamuknya tak akan ia bendung, Rey tau wilayah ini menguntungkannya.


"Hahaha... Baron Putih Legendaris, akhirnya ku temukan kau!"


Sosok itu bersuara berbicara, nadanya menggema auranya menyeramkan.


"Akhirnya ku temukan kau, kadal!"


Sosok itu berseringai juga cukup kesal atas ucapan Rey.


"Manusia Tua!"


Rey membelalakkan matanya mendengar itu, berani kadal ini menyebutnya tua. Tidakkah ia melihat bahwa Rey seorang remaja yang masih bugar dan tampan.


"Kadal Alaska!" Teriak Rey seraya berseringai.

__ADS_1


Ucapan asal itu membuat sosok itu semakin geram beraninya manusia ini mencacinya. Rey berseringai melihat amarah terkumpul dalam raut wajahnya, ia tak merasa bersalah karena memang bentuk dari sosok ini berekor, bertaring, kepalanya seperti buaya lantas pengibaratan kadal adalah hal benar bukan.


"Kubunuh kau disini kadal!"


Teriak Rey ia melesat dengan petir-petirnya kali ini, pertarungan itu terjadi. Dua kubu saling bersaingan mencoba mendapatkan kemenangan, saling melukai satu sama lain. Rey terlihat unggul disini ia sudah mulai terbiasa dengan segala pergerakan juga rapalan-rapalan mantra yang ia pelajari.


Slapppp


Rey melempar pedangnya ketika iblis itu hendak kabur menghindarinya. Baron seperti sebuah Boomerang ia kembali tepat ke tangan Rey setelah dilempar. Ketika Rey akan mengejarnya Justice menghentikannya, Rey menatapnya namun Justice memerintahkan Rey naik ke atas Khufra. Tak ingin perdebatan yang sia-sia ketiganya dari atas langit mulai mengejar sosok itu.


"Gwettzaa!"


Syungggggggg


Lirih Justice sambil mengarahkan aliran ilusi mantranya ke arah Iblis itu membentuk sebuah peta yang mengarahkannya menuju lokasi yang sudah mereka sepakati.


Ilusi besar itu membutuhkan banyak mana, Mikhail dibelakangnya mulai mentransfer mana miliknya untuk Justice. Rey berdiri melihat itu ia memejamkan matanya mencoba ikut mengalirkan mananya ke dalam tubuh Justice.


Iblis itu berlari cepat memasuki jebakan yang sudah mereka rencanakan.


"Bingo!"


Bruakkkkkkkkk


Sebuah kurungan cahaya beserta dengan sulur belukar milik Debora dan Riley membawanya masuk ke dalamnya. Justice berseringai ketika Iblis itu masuk kedalam perangkap mereka.


"Wahhh kadal liar, rupanya kau terjebak sekarang!" Ucap Riley tersenyum penuh kemenangan.


Dari atas Rey melompat kebawah menghampir Debora dan Riley. Rey menghampiri mereka memperhatikan dengan seksama apa yang mereka tangkap.


"Apa dia masuk kedalam koleksimu Riley?" Tanya Rey.


"Tidak aku tidak mengoleksi seekor kadal!" Jawab Riley.


"Baiklah, misi kita selesai mari kita bawa makhluk rendahan ini ke Istana!" Ujar Debora.


Mereka mengangguk membawa kurungan itu dengan sihir teleportasi. Mereka berlima mengelilingi kurungan itu, saling berpegangan tangan dan terpejam.


"Leviousa!" Ucap mereka berlima serentak.


Blummmmmmmmm


Detik kemudian tubuh mereka sudah berada tepat di istana Kaisar Putih. Salah seorang Musketeers terkejut ketika melihat kehadiran mereka yang tiba-tiba. Terdengar suara langkah kaki cepat berlari ke arah mereka, itu Axcel. Melihat apa yang mereka bawa Axcel tersenyum senang.


"Wah hasil perburuan lancar rupanya!" Puji Axcel pada mereka.


...Tidak ada anggota tim yang dipuji karena individualitasnya...


...Melainkan karena kerja samanya...



____________


Ensiklopedia :


Teori big bang mengatakan bahwa alam semesta ini dimulai dari satu titik tunggal yang sangat panas dan padat kemudian mengembang hingga membentang jauh. Alam semesta setelah meledak itu mengembang dengan kecepatan yang tak terbayangkan, tapi kemudian kecepatannya mengecil menjadi lebih terukur.


Ini juga yang menjadi alasan mengapa alam semesta terus berkembang, para astronom meyakini bahwa sebagian alam semesta mengembang karena momentum dari Big Bang.

__ADS_1



__ADS_2