
...Kau menjadi lelaki sejati setelah mengalami kemenangan dan kekalahan, lari dari kenyataan dan juga menangis...
...Tidak masalah untuk seorang lelaki menangis, kau pasti bisa melewatinya...
...
...
____________
.
Rey sedang berdiri diantara dinginnya kutub Utara. Sesuai dengan arahan para Baron, mereka akan berlatih disini. Disana Rey hanya memakai baju zirah yang diberikan Baron emas padanya, juga jubah putih dari Baronnya.
Ketenangan dan dingin ini bagi Baron emas, adalah hal yang tepat. Meditasi disini akan sangat baik bagi Rey. Sebelum mereka masuk ke dalam tubuh Rey, bocah itu harus mengumpulkan mananya sebanyak mungkin dengan cara meditasi.
Kekuatan sihir mereka berasal dari semesta. Sihir adalah milik para Guardian dan Pedang, manusia dengan kemampuan sihir adalah kesalahan. Itulah mengapa para penghuni langit turun, datang ke bumi untuk menyelesaikan masalah.
Mana dan ketenangan saling melengkapi satu sama lain. Selain dengan latihan dapat memperkuat mana. Meditasi juga mampu menambahnya. Mana yang diperoleh dengan cara meditasi, memiliki durasi waktu pemakaian yang panjang.
Sedangkan mana yang diperoleh dari latihan, memiliki durasi waktu pemakaian yang singkat.
Mana dari meditasi diperoleh dengan cara menarik unsur-unsur alam semesta, ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Sekitar sepuluh persen mana, diperoleh dengan tiga jam meditasi.
Sedangkan mana yang diperoleh dari latihan. Mereka hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk mengumpulkannya. Setengah jam latihan dapat mengumpulkan mana sekitar dua puluh persen.
Namun durasi pemakaian mana dari latihan hanya bertahan selama lima menit. Artinya jika kalian menggunakan kemampuan sihir kalian dengan mana yang berasal dari latihan.
Maka tiap penggunaan mantra, akan mengambil 10% mana mu. Namun hal itu hanya bisa digunakan dengan durasi 5 menit.
Itulah mengapa tiap penyihir yang keluar dari dalam benteng untuk misi, mereka selalu membawa lima puluh botol Brolavor.
"Ketenangan adalah kuncinya Rey! Fokuslah pada ketenangan, perlahan rasakan aura dari alam. Mereka pelan-pelan akan menghampirimu, seraplah energinya sambungkan dalam domainmu."
Baron emas berdiri dihadapan Rey sambil melipat tangannya. Tiga Baron itu menjaga meditasi Rey, meditasi yang ia lakukan harus berhasil.
Konon Meditasi serap energi alam, hanya digunakan oleh tiga Guardian semesta. Hanya mereka penjaga alam rayalah yang terhubung dengan alam. Energi alam akan datang dan mudah masuk dalam tubuh mereka.
Mungkin itu jugalah yang terjadi pada Syena. Tanpa pedang tempaan, ia menggunakan alam sebagai senjatanya. Syena mengambil senjatanya dalam bentuk, dahan pohon runcing.
Syuthhhhhh
Perlahan energi mulai masuk kedalam tubuh Rey. Tiga Baron dihadapannya itu mampu melihat energi itu, mereka tersenyum. Cara Rey menyerap ilmu mereka cepat sekali.
"Terkadang dia bodoh dan konyol!" Ucap Baron Hitam.
"Ya, memang benar! Dalam Rensuar, dia adalah biangnya masalah. Dia sangat membenci pelajaran sejarah sihir. Bersama rekannya yang bernama Justice, tiap pelajaran sejarah sihir dan ramuan dia selalu kabur." Jelas Baron Putih.
"Tak ada bedanya dengan kalian berdua!" Baron Emas mulai tersulut obrolan mereka sekarang.
"Hei apa maksudmu?"
Kali ini atas jawaban dari Baron emas, Baron Hitam sama sekali tak memahami jawabannya. Namun disana terlihat Baron Emas mengangguk sambil netranya masih memperhatikan Rey.
"Kau ingat ketika penguasa memerintahkan kita pergi ke Bulan? Tiap purnama datang, tiga pedang akan berada dalam area Lapu-lapu untuk di tempa. Dan kalian, kabur masuk kedalam black hole demi untuk menghindari tempaan para Lapu-lapu."
Baron Putih dan Hitam tertawa mendengar itu. Benar juga, namun, tempaan Lapu-lapu di bulan dan di bumi ada perbedaan. Tempaan Lapu-lapu di bulan terkesan kasar rasanya, sedangkan di bumi tidak.
"Tempaan tangan mereka kasar sekali! Juga tempat mereka mengurus kami, panas sekali!" Ucap Baron Putih.
"Benar, bagaimana kami tak berontak jika seperti itu?" Tambah Baron Hitam.
"Jika pedang tidak ditempa, maka kualitas akan menurun. Sekalipun kalian ini istimewa, namun perawatan pedang itu perlu. Kau pikir, pemilikmu tidak pusing kepalang karena ulah kalian?"
Hal itu membuat Baron Hitam dan Putih kembali tertawa. Kekonyolan mereka berdua saat di Angkasa memang sering membikin si empunya kesal. Mereka masih ingat wajah pemilik mereka yang sering mereka susahkan karena ulah mereka.
Syuthhhhhhh
Ini sudah tepat tujuh jam Rey duduk disana. Meditasi nya sudah cukup rasanya. Disana ketiga Baron itu kembali menatap ke arah Rey.
Mereka memperhatikan jumlah mana dari alam dalam tubuh Rey, sudah mampu menerima kekuatan mereka. Melihat itu ketiganya saling menatap satu sama lain, lalu mengangguk.
"Aku akan mengawalinya!" Ucap Baron Emas, ini adalah permulaan ketika pedang legendaris memilih Tuannya.
Baron Emas memejamkan matanya, dari dalam domain ia mulai mentransfer mananya kedalam tubuh Rey. Perlahan tubuhnya berubah menjadi suar.
Suar itu mengarah ke arah Rey, mengelilingi tubuhnya. Perlahan suar berwarna emas itu menyatu menjadi satu dalam tubuh Rey.
Disana Baron Hitam dibuat kagum sekarang, pasalnya akan sulit biasanya bagi seorang manusia menerima benda asing masuk kedalam tubuhnya, namun Rey tidak, ia dengan mudah mampu membiarkan Baron emas menetap dalam tubuhnya.
Rey dengan senang hati mengijinkan mereka masuk kesana. Kali ini tibalah giliran Baron Hitam, sama seperti yang dilakukan Baron Emas ia pun memejamkan matanya. Baron Hitam berubah menjadi suar hitam, suar itu juga masuk kedalam tubuh Rey saat ini tanpa adanya penolakan.
Masuknya dua rekannya, ke dalam tubuh Rey membuat Baron Putih tersenyum. Pemuda ini semakin kuat seiring berjalannya waktu. Baron selalu dibuat takjub untuk segala hal yang Rey capai selama ini. Kali ini Baron memutuskan untuk ikut masuk kedalam sana.
__ADS_1
Syuthhhhh
Domain mereka disatukan sekarang. Di depan sana terlihat tiga singgasana. Tepat di tengah itu adalah singgasana Baron Putih. Tiga singgasana pedang itu tak sama, mereka beragam macamnya.
Singgasana Baron Putih, terbuat dari jutaan pedang bercahaya. Singgasana Baron Hitam terbuat dari jutaan asteroid, diatasnya terdapat black hole yang siap melahap siapapun yang menantangnya. Sedangkan singgasana Baron Emas, terbuat dari emas, di atasnya ada tiga matahari kecil.
Tangga menuju singgasana emas kiri kanannya terdapat lava. Inilah tiga senjata legendaris semesta. Tiga senjata yang dituntut, dipergunakan untuk melindungi alam raya.
Para Baron didalam sana bersamaan mulai berjalan ke atas singgasana. Dari dalam domain, Rey juga ada disana memperhatikan mereka bertiga.
Duduknya tubuh mereka di atas singgasana seketika membuat Rey mengangguk. Seringai dari ketiga Baron itu membuatnya membuka mata. Seringai itu adalah sebuah pesan, bahwa sudah saat menguji kemampuan mereka kembali.
Zirah miliknya perlahan hilang. Balutan jubah putih mendekap tubuhnya. Kedua bola mata Rey mulai bercahaya, cahaya itu putih warnanya. Kedua kakinya diliputi petir.
Crashhhhhh
Api-api emas mulai menjalari tangannya, memenuhi telapak tangannya. Sekejap, Kedua pedang lava muncul dalam genggamannya.
Rey berseringai disana, dalam domain ketiga Baron juga ikut berseringai. Mereka sangat bersemangat, pada akhirnya ketiga senjata semesta ini akan bertempur bersama-sama lagi.
Pelenyapan Akaza akan dimulai sekarang. Rey bersama tiga Baron dalam tubuhnya adalah sebuah ancaman yang paling ditakuti oleh para Iblis. Ramalan beberapa tahun lalu membuat mereka kalut.
Ia adalah petaka yang akan meleburkan para generasi satu persatu. Saat ini dendam dalam hatinya membara. Baron Hitam yang merasakan aura kebencian ini berseringai, transferan energi penuh dalam dirinya ia berikan seluruhnya pada Rey.
"Mari kita tebar teror di dalam, Silver Alaska!!!"
Rey berucap bersamaan dengan tiga Baron dari dalam tubuhnya.
Clashhhhhh
Sihir petir didalam kakinya sekejap membawanya melesat pergi mencari keberadaan Akaza. Ini bukan bunuh diri, namun Rey tau dimana iblis itu berada.
Baron Hitam menggunakan sihir penyamaran aura agar Rey tak terdeteksi oleh para iblis. Layaknya seorang ninja, Rey berlari dari dahan satu ke dahan lainnya.
Belantara ini seperti sebuah permainan baginya. Layaknya sebuah arena dalam Vidio game, petir-petir di kakinya menyambar apapun yang ia lewati. Banyak Iblis rendahan lebur di bawah langkah kakinya.
Sekitar tujuh puluh kilometer dari kutub Utara. Di atas pohon terlihat Akaza sedang mengawasi sekitar. Iblis itu tak menyadari keberadaan Rey di belakangnya, yang sedang menggila mengarah ke arahnya.
"Hahahahahaa...." Tawa Rey girang saat menemukan Akaza.
Syuthhhhhh
Rey melompat ke udara, kedua pedang lava itu ia ayunkan ke arah Akaza berharap leher Iblis itu akan tertebas dan lebur menjadi abu. Kekuatan ayunan pedang itu sekejap mengirim jutaan api mengarah ke arahnya.
"Mati kau!" Ucap Rey.
Crashhhhhh
"Siapa kau?" Tanya Akaza menatap tajam ke arahnya.
Tentu saja Akaza sama sekali tak mengenali penampilan Rey sekarang. Bak seorang dewa, dengan aliran petir di belakangnya, juga bola mata yang masih bercahaya itu menatap lekat ke arahnya.
"Sihir lima pedang semesta!" Ucap Rey.
Syuthhhhhh
Lima pedang dalam tubuhnya muncul usai mantra itu di ucapkan. Kali ini pedangnya berbeda, pedang itu tanpa cahaya. Pedang itu berwarna hitam. Kali ini Rey menggunakan kekuatan Baron Hitam.
"Domain!"
Wushhhhhhh
Rey menggerakan tangannya ke atas itu membuat kelima pedang itu mengelilingi dirinya dan Akaza. Pedang itu berputar mengitari mereka berdua tanpa henti.
"Huh?"
Akaza dibuat heran akan tindakan Rey disana. Jika sosok ini melempar lima pedang, lantas untuk apa membuatnya berputar-putar disini.
"Black hole!"
Drtttttt
Kata itu sekejap merubah seluruh daerah yang Akaza tempati menjadi hitam. Akaza tau ini, ini adalah domain. Domain luar biasa dari lima pedang hitam yang mengitari tubuhnya. Munculnya domain ini, juga menghilangkan kelima pedang itu.
"Jadi kau ingin bertarung? Baiklah, aku akan melayanimu dengan senang hati!"
Akaza dibuat geram kali ini. Kedua tangannya kembali mengeluarkan sihir biru. Itu adalah sihir laknat yang hampir membunuhnya beberapa hari lalu.
Rey tersenyum melihat hal itu, dalam domain Baron Hitam yang bersemangat semakin serius memberikan banyak energinya pada Rey.
"Redamlah kegilaanmu ini Saudaraku!" Baron Emas dalam singgasananya berucap.
"Kau tau, rasanya sejak datang kemari aku ingin melenyapkan Iblis-iblis ini. Namun kita tidak bisa menyerang seorang diri tanpa Tuan, saat ini, Bocah ini adalah hal luar biasa!"
__ADS_1
"Kau akan membunuhnya jika terus seperti itu! Strategi dan ketenangan itu penting!"
Tutur kata itu sekejap membuat Baron Hitam diam. Baron putih yang berada di tengah keduanya mulai menganalisa kekuatan Akaza.
"Sihir tinjuan udara! Kecepatannya melebihi kelatan petir, tubuhnya bisa berpindah cepat dalam durasi tiga detik sesuai keinginannya." Jelas Baron Putih.
"Hahaha... Lumayan sekali pemanasan ini!" Ucap Baron Emas, perlahan ia mulai meregangkan otot-ototnya.
"Mari Rey, kita tunjukkan! Para penjaga galaksi ini, akan membantumu mengalahkannya!"
Semangat membara itu membuat Rey disana lega. Tubuhnya ringan sekali rasanya. Terkadang jika kekuatan yang di pakainya terlalu besar, Rey akan kelelahan, mudah lemas karena mana miliknya yang terkuras.
Namun saat ini, tubuhnya bak sebuah kapas. Ringan bahkan sangat ringan. Disana Rey juga merasakan pergerakannya semakin cepat dan leluasa. Rey yakin ia pasti mampu mengalahkan Akaza disini.
"Sihir Tarian Kematian!" Ucap Baron Emas dan Rey.
"Sihir Udara Penghancur!" Lirih Akaza.
Crashhhhhh
Kedua kekuatan ini saling melesat satu sama lain. Mereka berebut menjadi dominan disana. Tangkisan dan balasan saling beradu disini. Mereka menuntut kemenangan satu sama lain.
"Pedang Udara!!!"
Crashhhhhh
Ketika hunusan pedang Rey hampir mengenai leher Akaza. Dari atas mantra miliknya memunculkan sebuah pedang ilusi, terbuat dari udara. Itu membuat Rey terhempas, namun dengan perlindungan Baron putih, Rey sama sekali tak tergores.
"Iblis ini lumayan sekali!" Ucap Baron Hitam.
"Baiklah, mungkin saatnya bagimu menggunakan ini Rey! Lubang Setan!" Ucap Baron Hitam lagi.
Sesuai dengan apa yang Rey lihat didalam domain, tangannya mulai bergerak merapal mantra sesuai yang Baron Hitam katakan.
"Hah apa itu?!" Lirih Akaza.
Rey disana mengeluarkan satu pusaran dengan lubang hitam ditengahnya. Tak lama Rey tersedot kedalam, menghilang tanpa ada jejak.
Beberapa detik setelahnya, dari bawah muncul banyak sekali lubang Black hole. Akaza masih tercengang, ia terpaku melihat kemampuan aneh ini.
"Kau lamban!"
Crashhhh
Rey muncul dibelakang Akaza, namun tetap tidak berhasil ketika pedang miliknya akan mengenai Akaza. Rey kembali menghilang, Akaza tau sekarang. Rey ada didalam lubang-lubang ini.
Dari dalam sana Rey mulai membuat sepuluh kloning nya. Ini harus segera di akhiri. Lima belas detik setelah kloning terbentuk, Rey bersama dengan sembilan Kloningnya mulai menampakkan dirinya.
"Pusaran Udara!!!"
Crashhhhhh
Sembilan kloning Rey seketika tertebas oleh sihir milik Akaza. Namun tidak dengan Rey, ia sudah memperhitungkan segalanya. Rey yang berdiri tepat di belakang Akaza pun mengayunkan pedangnya.
"Leburlah Kau!" Teriak Rey.
Clashhhhhhh
Akhirnya pedang miliknya berhasil memisahkan kepala Akaza dari tubuhnya. Disana Rey mengambil potongan kepala itu. Ada sesuatu yang akan ia lakukan disini.
Baron Putih yang tau apa yang Rey lakukan pun meminjamkan kekuatannya. Sekuat tenaga dengan aliran listrik dalam tangannya, Rey melempar kuat potongan kepala itu ke arah Kastil Silver Alaska.
Berharap semoga Iblis seratus juta jiwa menemukannya, lalu kembali ketakutan pada ramalan.
Dukkkkkkk
Kepala itu sampai tepat didepan pintu masuk kastil. Dari arah kanan, terlihat Barsh berjaga disana. Mendengar sesuatu datang didepan gerbang kastil, Barsh pun menghampirinya. Bars membulatkan matanya tatkala melihat potongan kepala milik Akaza disana.
"Anak dalam ramalan, masih hidup!" Lirih Barsh.
Disana Barsh memutuskan membawa potongan kepala itu masuk kedalam Istana. Ketika Tuan mereka melihat potongan kepala itu, ia berteriak murka.
Teriakan miliknya terdengar tepat di wilayah jurang Utara. Dimana didasar jurang, Rey beserta Baronnya bersemayam disana.
...Jalan seorang pria harus melewati darah dan air mata...
...Karena penderitaanlah yang akan menempa hidup!...
________
Ensiklopedia :
Galaksi lain yang sama kerap dikenal oleh kalangan umum adalah Galaksi Andromeda, sebab dapat dilihat secara langsung tanpa teropong.
Galaksi Andromeda juga sama dengan galaksi kita, yakni sama-sama berbentuk spiral dan jarak antara keduannya adalah sekitar 2,5 juta tahun cahaya.
__ADS_1
Nama lain dari Galaksi Andromeda adalah Messier 31 (M.31). Messier adalah nama seorang astronom asal Perancis yang pertama kalinya mencatat galaksi ini ketika tengah menyelidiki keberadaan galaksi yang ada di alam semesta.