Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Sebuah Pertemuan


__ADS_3

...Tak ada gunanya memiliki sesuatu yang berharga jika kau tidak bisa melindunginya...


...Takdir tidak kenal yang namanya kebetulan...



________


Syena berdecak kagum sambil memperhatikan cawan api emas. Bagaimana api itu bisa semenawan ini, padahal selama ini api baginya hanya hal biasa. Namun diatas cawan ini, api itu seakan adalah sebuah simbol ketenangan.


Untuk satu tatapan sepasang bola mata ketika menatapnya, mereka akan terbuai. Namun dibalik kecantikan ini ada banyak adrenalin setelah menyentuhnya.


Greppp


"Ayolah!" Ucap Syena menarik tangan Aum riang. Mereka berdua berlari mendekati api emas itu.


"Terima salam dariku Api Emas rupawan! Aku Syena, aku datang untuk mendaftar sebagai petarung!" Syena mengatupkan kedua tangannya sambil masih tersenyum.


"Gadis ini sudah gila sungguh!" Batin Aum sambil menatap ke arah Syena.


"Aku akan kesana Aum!" Ucap Syena mantap, disana Aum hanya mengangguk tak ingin memberi jawaban lebih padanya.


Lagi pula berapa kalipun Aum melarangnya, Syena juga akan tetap melakukannya. Jiwanya sama sekali tak ingin menerima larangan. Syena adalah jiwa yang mencintai kebebasan, sama seperti Rey.



"Ya, kau silahkan maju! Aku akan menjagamu disini!"


Aum berada dibelakang Syena sambil melambaikan satu tangannya. Dalam hatinya sama sekali tak ingin terlibat hal ini. Namun mau bagaimana lagi, Syena akan terus memojokkannya nanti. Dia adalah tipe manusia yang tidak akan menyerah sebelum menerima apa yang ia inginkan.


"Oke, tunggu disana dan lihat aku akan menjadi petarung beberapa detik lagi!" Ucap Syena sambil berjalan mendekati cawan api emas.


Aum disana hanya melipat tangannya sambil mengangguk. Terserah apa kata Syena disana, intinya setelah ia melakukannya mereka akan segera pergi dari sana.


"Cepatlah Syena!" Ucap Aum.


"Tentu!"


Syuthhhhhh


Ketika telapak tangan Syena akan bersentuhan dengan api emas. Ada sebuah aliran sihir yang menahannya, Syena memperhatikan aliran sihir itu. Netranya mencari tau darimana asalnya.


Sihir itu mengarah pada Aum, namun ketika Syena melihatnya, rupanya bukan. Sihir itu berasal dari seseorang dengan jubah putih, berdiri tepat di belakang Aum.



"Hei, apa yang kau lakukan?" Tanya seseorang itu.


Seseorang itu tak lain adalah Rey. Kebisingan yang terjadi didalam ruangan ini, gemanya menyita Rey yang sedang berkunjung.


"Kami hanya sedang melihatnya!" Jawab Aum asal, disana Rey tersenyum menatap tepat ke arah gadis disampingnya.

__ADS_1


"Aku tau, kalian Musketeers tingkat satu bukan?"


Pertanyaan dari Rey membuat Syena dan Aum membulatkan mata. Mereka saling tatap beberapa detik, lalu kembali menatap ke arah Rey.


"Syena, ya! Sepertinya aku harus bermain-main sedikit dengannya disini!" Batin Rey dalam benaknya.


Rey berjalan santai ke arah Syena kali ini. Sambil tersenyum Rey berdiri tepat dihadapan Syena saat ini. Lihatlah adiknya ini tingginya bahkan hampir menyamainya saat ini.


Rey menepuk pelan kepala adiknya itu. Hal itu sontak membuat Syena mendongak, betapa beraninya pemuda ini menyentuh Syena dengan lancang.


Aliran sihir dalam genggaman tangan Syena, membuat Rey menghentikan tingkahnya.


"Aku tidak akan melakukan itu jika jadi kau!"


Rey berucap sambil menunjuk ke arah cawan api emas. Sebuah cawan yang di anggap mulia, yang pernah sekali membuat Justice terpental.


Rey mencoba menjelaskan pada Syena, bahwa ia tidak akan mengambil keputusan sebagai petarung apabila tingkatan kelasnya masih rendah. Sebab Rey tau, dibabak akhir Elvas akan bertarung.


Ajang ini tidak pernah Elvas lewatkan. Berapa kalipun Rey memberinya pelajaran, sebab kekejaman yang ia lakukan selama perlombaan. Namun tetap saja, manusia akan sulit berubah dari karakter aslinya.



Elvas dikenal sebagai seorang Musketeers yang sadis. Tiap babak akhir ajang ini, Elvas dan Rey selalu dipertemukan. Mereka tangguh namun memiliki kepribadian yang berbeda.


Itulah mengapa Rey lebih disanjung disini. Sebab sekalipun dirinya sering menjadi biang masalah. Dia tetap seorang Musketeers yang baik, juga hebat. Siapa Musketeers dalam Rensuar yang tidak mengenal Rey. Semua orang disini mengenalnya dengan sangat baik.


Rey juga dikenal sebagai salah satu Musketeers kesayangan Axcel. Setelah Dion, Rey adalah Musketeers yang paling Axcel percaya. Bahkan Axcel mempercayai Rey dan Justice untuk ikut serta mengajar para junior, dalam bidang pengendalian sihir dan terbang.


Sedikit terkejut rasanya mendengar Syena mengucapkan namanya. Cerita tentang dirinya dalam Rensuar, pasti akan dikisahkan.


Entah siapa yang memberitahu hal itu pada Syena. Itu membuatnya sangat bersyukur, sekalipun orang-orang menerima kabar kematiannya namun kenangannya masih hidup disini.


"Wah sepertinya kau sangat mengagumi Rey Arlert ya? Katakan padaku, sehebat apa dia menurutmu?"


Mendengar pertanyaan itu tiga Baron dalam Silver Alaska geram rasanya. Sungguh manusia mengesalkan yang mereka tumpangi ini haus pujian rupanya, mereka benar-benar tak habis pikir.


"Mungkin jika aku disana, aku akan terus memakimu daripada memuji kehebatanmu!" Ucap Baron Putih dari atas singgasananya.


"Itu hal biasa bagiku, kau memang lebih sering memakiku daripada memujiku!" Jawab Rey.



Kembali pada Syena saat ini. Gadis itu mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah Rey.


"Ada apa lagi sekarang?" Batin Rey sambil memperhatikan muka masam adiknya itu.


"Aku tidak mengenalnya, yang aku tau dia payah!"


Deggggg


Jawaban dari Syena rasanya membuat Rey seperti ditusuk ribuan paku. Ia berharap Syena akan mengisahkan padanya tentang betapa hebatnya dia dimatanya. Namun apa ini, sebuah cacian, untuk Rey Arlert? Terkutuklah manusia yang menceritakan kebohongan ini pada adiknya.

__ADS_1


"Hah, bagaimana kau bisa menyebutnya payah?"


"Ya, dia bahkan ketakutan saat melihat Khufra. Dia juga tidak berani memberi makan Khufra. Dia sering membolos saat pelajaran sejarah sihir dan ramuan. Memang dia unggul dalam bidang kekuatan, namun tetap saja dia payah!"


Ini adalah ujian bagi Rey. Penjelasan dari Syena membuatnya tau, siapakah dalang dibalik turunnya popularitasnya. Justice adalah satu nama yang Rey curigai saat ini.


"Lebih baik kita pulang Syena!" Aum menguap sambil menatap ke arah Syena. Sungguh ia ingin merebahkan tubuhnya dia atas ranjang saat ini.


"Tunggulah disana! Aku bahkan belum menyentuh api emas itu!" Protes Syena berusaha menahan kepergian temannya.


"Pemuda berjubah putih itu tidak akan mengizinkanmu melakukan itu "


Aum melipat tangannya sambil menguap berulang kali. Rasa kantuknya semakin kuat.


"Syen, sudahlah!" Panggil Aum lagi.


"Pergilah, aku akan mengajari Syena sesuatu disini!" Ucap Rey sambil menatap Aum.


"Tidak, aku tidak akan pergi jika Syena tidak ikut bersamaku! Lagi pula siapa kau, mengapa kau menyuruhku pergi?" Ucap Aum, hal itu membuat Rey yang mendengarnya senang.



"Wah setia kawan sekali kalian!" Batin Rey.


"Baiklah Syen, bagaimana jika kita adu duel di lapangan terbang. Jika kau bisa mengalahkanku, aku tidak akan melarangmu menyentuh api emas itu. Kau setuju?"


Sebuah tantangan di ajukan. Picuan Adrenalin Syena samakin kuat. Tangannya mulai gatal rasanya, sepertinya Pemuda dihadapannya ini kuat.


"Aku setuju!" Jawab Syena yakin.


Rey sama sekali tak melihat ada keraguan dalam diri Syena. Bangga rasanya adiknya tumbuh menjadi manusia yang pemberani. Sampai hari ini Rey masih tak terima, atas apa yang menimpa mata kiri Syena.


Bagaimana adiknya itu dibuat buta sebelah. Memang tidak buta, bola matanya masih ada disana. Namun tetap saja, bola mata itu tidak berfungsi semestinya.


"Hari ini, aku akan bersenang-senang denganmu adikku!" Lirih Rey.


Tiga orang Musketeers itu pergi dari dalam kastil. Mereka menuju ke arah lapangan terbang. Sebuah lapangan dimana para calon Musketeers akan di ajarkan cara mengendarai Khufra. Tak hanya itu, tempat itu juga digunakan untuk mempelajari pengendalian sihir.


...Bagaimana kamu bisa bergerak maju kalau kamu terus menyesali masa lalu?...


...Kita harus menjalani hidup kita sepenuhnya...


...Kau tidak pernah tahu, kita mungkin sudah mati besok...



________


Ensiklopedia :


Galaksi Scluptor atau Galaksi NGC 253 ini berbentuk spiral dan disebut sebagai galaksi paling terang sekaligus yang paling redup. Terletak di rasi bintang Sculptor selatan dengan jarak sekitar 8 juta tahun cahaya. Dalam Galaksi Sculptor ini memiliki banyak debu, bahkan selur-selur debunya kerap terlihat naik dari piringan galaksinya.

__ADS_1



__ADS_2