Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Mengalahkan Iblis Kutukan 2


__ADS_3

...Kalau kau mempercayai teman-teman yang ada di sisimu, maka harapanmu akan terbentuk dan kau juga akan bisa melihatnya, itulah yang aku percaya...



"Apakah kau sudah siap Syena?" Tanya Rey sebelum memulai latihannya.


"Aku siap!" Jawab Syena mantap.


Hal itu membuat Rey yakin pada akhirnya. Didalam ruangan ini hanya ada dua pasang batu besar. Batu itu letaknya saling berhadapan. Batu itulah yang nantinya menjadi tempat duduk keduanya.


Mereka mulai berjalan mendekati batu itu lalu duduk disana. Syena menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memejamkan kedua matanya. Pengambilan mana murni lebih banyak harus ia lakukan.


Sebab ketika nantinya dirinya masuk kedalam pintu masuk domain. Disana aura iblis kutukan sangatlah kuat. Ini adalah pertarungan ke sepuluh Syena dengan Iblis kutukan di dalam tubuhnya.


Syena memang terlihat kuat di luar. Namun nyatanya kemampuannya di dalam domain masih belum stabil.


Syena memejamkan kedua matanya. Disana Rey setia sekali menunggu juga memperhatikan adiknya itu. Tiga jam berlalu kali ini tubuh Syena bergetar, itu adalah reaksi ketika mana murni sudah merasuk penuh dalam tubuhnya. Rey tersenyum miring melihat itu.


"Syena sudah siap!" Lirih Rey sambil menatap adiknya.


__________



Clashhhhhh


Didalam domain Syena mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendobrak masuk pintu domain yang sedeng di kuasai oleh Iblis kutukan.


"Hei makhluk hina keluar kau!" Pekik Syena menembakkan tiga sihirnya ke arah pintu.


Clashhhhh


Darrrrrrrrr


Tembakan ketiga sukses membuka pintu itu. Aura hitam pekat domain itu mulai menguar. Itu adalah aura milik iblis. Lihatlah betapa menyeramkannya aura itu merasuk hingga membuat bulu kuduk Syena berdiri rasanya. Syena mencoba menetralisir aura ini meredam seluruh ketakutannya.


"Gadis buta, kau kembali lagi? Apakah kau masih belum bosan dihajar olehku?" Tanya Iblis itu.


Dari dalam ruang gelap itu sepasang tangan hitam dengan cakar panjang keluar memegang sisi-sisi pintu. Di iringi dengan gema suara menyeramkan dari dalam sana muncul wajah menyeramkan itu.


Surai menggimbal panjang, tubuh besar berlendir merayap mendekati Syena. Kira-kira besar iblis ini sebesar Dumbo. Syena nampak seperti seekor lalat disana. Perbandingan tubuh keduanya jelas berbeda jauh.


"Kau benar-benar mencari mati ya!"


Ucap Iblis kutukan berseringai padanya. Taring-taring panjangnya terlihat jelas disana. Syena hanya membuang pelan nafasnya. Sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal Syena lalu menatapnya.


"Kemarin aku hanya bermain-main mengukur kekuatanmu! Sekarang tidak lagi! Sebab aku yang datang kemari hari ini pasti akan mengalahkan dirimu. Ular busuk!"


"Beraninya kau!!!"


Brakkkkkk



Cakar-cakar itu menyerang ke arah Syena. Iblis itu mulai dipenuhi emosi. Hanya karena hinaan dari Syena mudah sekali baginya naik pitam.


"Hei sabarlah! Mengapa kau terburu-buru sekali hah?" Ujar Syena sembari menghindari tiap serangan yang Iblis itu berikan.

__ADS_1


"Mati kau, Pengkhinat!" Pekik Iblis itu.


Clashhhhhhh


"Abiogolio!'


crashhhhhh


Panasnya api dalam mulut iblis itu di arahkan tepat pada Syena. Namun disana Syena yang masih tenang segera memanggil perisainya. Sehingga api itu tidak mengenai tubuhnya.


Di sela-sela pertahanannya itu. Syena membentuk lima kloning miliknya. Masing-masing Kloningnya membawa trisulanya. Salah satu sihir tingkatan tinggi miliknya. Sebuah trisula yang berasal dari cahaya.


Lima kloning itu segera turun kebawah. Mereka semua berpencar tanpa sepengetahuan iblis kutukan. Ketika lima kloning itu usai menancapkan trisulanya di arah yang berbeda Syena tersenyum.


"Ya mari kita mulai!" Ucap Syena.


Tubuhnya mundur kebelakang namun perisai miliknya ia biarkan tetap di depan menghalau api yang masih menyembur.


Apakah kalian ingat, Syena mampu mengendalikan para Mayat dengan benang cahaya didalam jarinya. Dan inilah yang ia lakukan saat ini. Dengan memanfaatkan kemampuannya itu ia mengukung Iblis besar itu menggunakan benang cahaya.


crashhhhhh


Benang-benang cahaya itu mulai terhubung antara jari Syena dengan trisulanya.


"Huh!"


Iblis kutukan memekik ketika di atas tubuhnya muncul benang-benang cahaya. Ketika tubuhnya hendak masuk kedalam ruang domain, Syena berseringai.


"Hahaha... Terlambat bodoh!" Pekik Syena.


Jadi jemarinya mulai tampil mengendalikan tiap benang yang terhubung padanya. Benang-benang itu membelit kaki tangan-tangan iblis itu.



Iblis itu berusaha melakukan perlawanan saat ini. Begitupun dengan Syena. Tujuannya adalah menarik iblis ini menjauhi pintu domain yang menyimpan seluruh kekuatan Baron Putih.


"Tidak akan ku biarkan kau mengalahkanku, gadis buta!!!"


Teriak Iblis itu masih berupaya melepaskan diri. Diluar Rey melihat jari jemari Syena yang tersayat. Rey tau itu adalah upaya Syena disana. Namun rasanya tak adil jika ia hanya melihat tanpa membantu.


Seandainya domain mampu dimasuki dengan mudah oleh orang lain, bisa di pastikan Rey akan berangkat kesana lalu membantu adik kesayangannya.


"Bolehkah aku membantunya?" Tanya Rey pada Baron dalam domainnya.


"Kau hanya mampu membantunya dari luar!" Jawab Baron putih memberi arahan.


"Tak apa, itu lebih dari cukup!" Jawab Rey berjalan mendekati adiknya.


Telapak tangan kanannya terangkat menyentuh bahu Syena. Kemudian Rey memejamkan kedua matanya. Detik kemudian telapak tangannya itu bersinar. Rey sedang menyalurkan kekuatannya pada adiknya disana.


Sayatan yang ada dalam jari jemari adiknya itu sudah cukup membuktikan, bahwa Syena disana benar-benar sedang kesusahan.


Cringggggg


Tubuh Syena didalam domain bercahaya. Lagi-lagi cahaya dari balik punggungnya itu membentuk sepasang sayap.


"Apakah kau bisa menggunakan segel cahaya?"

__ADS_1


Syena terkejut mendengar suara yang ada dalam kepalanya itu.


"Siapa kau?" Tanya Syena pada suara itu.


"Aku Dandelion Rey! Hanya aku yang mampu masuk kemari seba aku adalah sisi lainnya Baron Putih. Sifatku adalah pelebur, mungkin itu yang mampu membuat diriku masuk dalam domain kesengsaraan kelam ini. Lihatlah, gelap sekali disini, hanya cahayamu saja yang menyinari!"


"Sudahkah kau berbicara? Sekarang tolong bantu aku menyegelnya jika memang ada sihir semacam itu!"


"Ada dua pilihan! Jika kau ingin meleburkannya maka aku mampu membantumu dengan kekuatanku. Namun kekuatanmu akan hilang seluruhnya jika kau lakukan itu. Tapi jika kau masih ingin menggunakan kekuatannya, maka segel lah dia menggunakan sihir."


"Bagaimana caranya?"


"Mantranya adalah Amatra Agriyum! Namun sebelum itu bentuklah enam perisai cahaya. Mari kita bentuk kubah persegi untuk menyegelnya! Aku akan membantumu!"


Clinggggg



Setelah ucapan itu Dandelion benar-benar muncul disamping Syena. Dandelion dengan seringai di wajahnya menatap ke depan ke arah Iblis yang bersusah payah melepaskan diri.


"*Aku akan membentuk perisainya, lalu kau rapalan mantra yang ku berikan tadi. Ingat, jangan sampai dia melepaskan diri! Tahan!" Ucap Dandelion memperingati Syena mengangguk mendengar itu.


"Abiogolio*..."


Brakkkkk


Syena terperangah melihat hasil mantranya. Mantra itu menghasilkan perisai cahaya yang berbeda darinya. Itu lebih mirip dengan kurungan atau penjara.


"Abiogolio!"


Brakkkkkkk


"Abiogolio!"


Brakkkkkkk


Mantra itu terus di rapal sampai mengahasilkan enam perisai. Iblis kutukan itu semakin berontak ketika melihat perisai itu membentuk persegi.


"Sekarang!"


"Amatra Agriyum!!!"


Dummmmm


Perisai persegi itu melesat begitu saja ke arah Iblis kutukan. Lesatan itu di iringi dengan suara-suara petir. Tak lupa tiga kali kilatan cahaya mengiringinya. Ketika cahaya-cahaya itu meredup, disana didalam kurungan persegi itu Syena berhasil mengurung Iblis kutukan itu.


Nampak raut wajah kebencian itu diberikan pada Syena. Syena mendekati kurungan itu, Dandelion di atas sana segera menghilang setelah tugasnya usai.


"Kau mungkin mendapatkan kekuatan Baron Putih dengan mengurungku! Tapi kau tidak akan pernah mendapatkan kenanganmu yang lain."


Syena hanya tersenyum mendengar itu. Sebab sungguh ia sama sekali tak tau apa yang di maksud oleh Iblis itu untuknya.


Tanpa banyak basa-basi, Syena berjalan masuk kedalam domain Baron putih. Dan disana untuk pertama kalinya ia melihat partikel kekuatan Baron yang sangat menakjubkan. Ketika Syena menyentuhnya. Seluruh kekuatan itu seketika masuk ke dalam tubuhnya.


"Huh!"


Rey memekik tak percaya melihat tubuh Syena kembali diliputi petir dan cahaya. Ditambah Surai Syena yang perlahan berubah memutih.

__ADS_1


"Kakak, aku berhasil!"


Lirih Syena sambil membuka kedua matanya. Kesenangan dalam hatinya membawa Syena mendekat ke arah Rey lalu memeluknya.


__ADS_2