
...Sifat pemarah adalah musuh utama akal...
...Dua musuh kebahagiaan manusia adalah rasa sakit dan kebosanan...
Gema tawa itu baru saja terdengar beberapa saat lalu. Gemanya begitu menakutkan. Apabila manusia penakut mereka mungkin akan segera pingsan setelah mendengarnya.
Beberapa saat ketika gema itu datang sunyi mulai menyertai kembali. Tak ada suara yang terlontar lagi hanya Kesunyian saja yang menyertai.
Hanya suara aliran sihir mereka saja yang berkumandang. Tak ada suara kecuali itu dan hanya taktik lah yang saat ini mulai dirancang.
"Apakah kalian siap?" Tanya Syena pada keduanya.
"Tentu saja kami siap adik!" Jawab Rey padanya meyakinkan.
Mendengar itu Syena mulai mengeluarkan kembali trisulanya. Lima kloning yang ia bentuk. seluruhnya melesat ke arah yang berbeda. Para kloning itu masing-masing memimpin jalan penyerangan.
Ketiga pemakai sihir abjad A. diiringi dengan kilatan petir dan cahaya mereka bertiga melesat ke arah kepala kelabang yang ada di dalam bawah tanah.
"Serang!" Teriak Syena ketika ketiganya mulai dekat dengan kepala Cronus.
Clashhhhhh
Hantaman dari ketiga senjata mereka menghempas tepat ke atas tanah membelahnya. Terbelahnya tanah itu memperlihatkan satu sosok bersemayam di dalam tanah itu. Sebuah kepala kelabang berwarna hitam sedang tertidur pulas di sana.
Itu adalah wujud asli Cronus. Satu hantaman dari mereka membuat kepala itu pun terbelah pecah, namun nyatanya tak ada apapun di sana. Hanya menghasilkan leburan saja tanpa ada apun.
"Dia mengoper mereka ke arah lain!" Pekik Syena ketika tak mendapati seluruh rekannya.
Perhitungan Syena mengatakan, apabila tubuh tempat dimana para rekannya sedang di kurung dihancurkan. Maka seluruh rekannya jelas akan terbebas dan sadar..
"Sial!" Gerutu Rey.
Ia sedikit kerepotan disini. Pasalnya yang mampu melihat jelas tembus dibawah tanah sana hanya Syena saja.
"Kau sudah menggunakan lima kloningmu! Mereka tak hilang kecuali terkena serangan!" Ucap Harith memperingatkan.
Syena mengangguk mendengar itu. Kloningnya juga dirinya masih mampu mengatasi ini.
"Baiklah mari, kita selesaikan lagi ini!" Ucap Syena.
Lima kloning miliknya kembali mengincar lima tubuh Cronus yang masih bersemayam disana. Ketika Syen, Harith juga Rey akan menebas sisanya. Lima kepala itu menjulang keluar dari dalam bawah tanah.
Brakkkkkkk
"Arghhhhhhhh!!!"
Teriakan lima kepala itu mengakibatkan tubuh mereka terhempas. Limbung rasanya apabila mereka tidak menancapkan senjata mereka ke tanah demi menahan teriakan berenergi itu.
Clashhhhhh
Mereka terkejut terperangah terpaku menatap ke depan ketika melihat lima kepala yang tadi mereka tebas mendadak muncul kembali.
__ADS_1
"Bercanda kan?" Ucap Rey tak percaya.
"Ini akan menjadi pertempuran yang paling sulit bagi kita!" Ucap Syena.
Harith menyipitkan matanya. Seribu pedang yang ia tancapkan masih ada pada bagian tubuh kelabang itu. Waktunya merancang satu rencana brilian untuk menghancurkan iblis ini.
"Arghhhhhhh!!!" Teriakan dari arah lain menyita perhatian mereka.
Rupanya itu adalah Muskeeters yang terkontaminasi. Cronus melilit tubuh Muskeeters itu, membawanya masuk kedalam dirinya lalu menyatu bersamanya.
"Makhluk apa ini besar sekali, dia bahkan bukan generasi petinggi?"
Rey mencoba berkomunikasi dengan ketiga Baronnya menggunakan telepati. Baron Emas sedikit berpikir keras disini.
"Ini menyeramkan! Sepertinya dia kelinci percobaan Iblis seratus juta jiwa. Aku akan coba menganalisa titik lemahnya Rey!" Jelas Baron Emas padanya.
Rey mengangguk mendengar itu. Harith mencoba berbicara melalui telepati pada Rey. Untuk pertama kalinya hal itu ia lakukan.
"Aku akan mengitari benteng-benteng ini. Kau serang dia bersama Syena, ribuan pedang milikku masih bersemayam dalam tubuhnya. Dia harus terus dipancing untuk mengeluarkan kekuatannya juga sihirnya. Sebab aku akan menyerap itu semua, lalu mengembalikannya ketika waktunya tepat. Kau bisa mendengarku Rey?"
Rey sedikit terkejut disini. Ini adalah kali pertama dimana ia juga Harith berbicara melaluinya telepati. Leonin itu menatap serius ke arah Rey. Yang ditatap pun hanya mengangguk, ia paham dan ia mengerti harus apa dan bagaimana.
Rey maju menghampiri Syena yang letaknya tepat ada didepannya. Rey menggenggam pergelangan tangan Syena. Dalam genggaman tangan itu ada sesuatu yang mengaliri tubuh Syena.
Ini kekuatan, kekuatan ketiga Baron. Luar biasa rasanya, punggungnya seperti di tempa sesuatu yang berat. Namun ringan ketika di alirkan masuk kedalam trisulanya.
Syena tau sekarang, Rey sedang membagi kekuatannya padanya. Syena mengerti taktiknya, walaupun Rey hanya diam dan tidak menjelaskan apapun padanya.
"Baiklah, aku mengerti apa yang sedang kau rencanakan!" Jawab Syena berseringai.
Telepati padanya memang tak berlaku, selagi mata kirinya masih didiami oleh iblis kutukan. Gabungan kekuatan ini tidak akan Syena sia-sia kan.
Clashhhhh
Kedua pemilik unsur petir dan cahaya itu melesat ke arah Kelabang berkepala sepuluh. Dengan senjata mereka masing-masing, Rey berada di sebelah kiri
Sedangkan Syena berada disebelah kanan. Mereka berdua bertubi-tubi menghajar kelabang itu.
"Woahhhhhhhhh!!!"
Teriakannya itu seakan menghapus seluruh luka yang mereka buat. Regenerasi nya sangat cepat, pemulihannya ini sungguh dalam tingkatan yang luar biasa.
"Sialan memang! Makan apa dia? Kenapa cepat sekali pemulihannya." Gerutu Baron Hitam dalam domain.
Rey mundur sejenak, lalu menggunakan kristal matahari yang ada tepat di keningnya. Rey menembakkan panas alam semesta tepat ke arah Cronus.
Slatttttttt
Brshhhhh
Nyatanya makhluk itu masih kebal. Harith disana masih berlari, sebenarnya selain ia menyerap seluruh kemampuan dari Cronus. Harith juga mencari tau kelemahannya.
"Matilah kalian!!!" Teriak Cronus.
__ADS_1
Sepuluh kepala itu maju mendekat tepat ke arah Rey juga Syena disana. Sepuluh kepala itu hendak memangsa mereka.
"Abiogolio!!!"
Teriak Rey dan Syena bersamaan. Mereka berdua mencoba menahan iblis berkepala sepuluh itu yang hendak memangsanya. Sial sungguh, mengapa kekuatannya sebesar ini.
Crashhhh
Bunyi itu berasal dari perisai cahaya mereka yang mulai remuk perlahan. Taring-taring Cronus mulai terpampang, sepuluh kepala itu berseringai padanya. Seakan ia yakin bahwa keberhasilan saat ini ada padanya.
Deppppp
Deppppp
"Domain!!!" Teriak Harith melompat tepat di atas sepuluh kepala itu.
Crashhhhhhhh
Jutaan petir dari atas langit turun ketika Harith mengatakan satu kata, yaitu domain. Cahayanya membawa Cronus masuk ke dalam domain milik Harith.
Disana terlihat, Sang Kaisar berdiri di udara. Kedua tangannya mengendalikan pedang. Juga di balik tubuhnya berada banyak sekali pedang. Ada tiga warna di dalam masing-masing pedangnya. Yaitu putih bercahaya, kuning berkobar layaknya api, dan hitam pekat.
"Selamat datang domainku! Terima kasih atas sumbangan kekuatannya. Aku Harith, dengan jutaan pedangku akan mengirimmu kembali masuk kedalam neraka. Sebab kau harus tau dan tau diri, bahwasannya kau juga adalah makhluk fana!"
Jelas Harith, ribuan pedang itu mulai di aliran sihir. Diluar sana, Rey dan Syena menempatkan diri mereka tepat dibelakang Harith. Dengan sisa kekuatan mereka dari luar sana, mereka berdua mengaliri tubuh kecil leonin itu dengan sihir mereka.
"Sialan kau Harith!!!" Teriak Cronus.
Kelabang berkepala sepuluh itu mulai menyerang Harith dalam domain. Tentang bagaimana caranya Harith mampu menarik kelabang itu masuk kedalam domainnya, itu adalah jawaban yang mudah.
Ketika berlari mengitari Iblis kelabang lalu membiarkan Rey dan Syena menyerangnya. Ribuan pedang Kapong yang masih menancap dalam tubuh kelabang ini, dibiarkan oleh Harith menyerap seluruh kekuatan Cronus yang sedang ia keluarkan.
Dari situlah, ketika seluruh pedangnya sudah cukup memadai kekuatannya. Harith mengaktifkan domain miliknya, menarik seluruh kekuatan Cronus masuk kedalamnya. Akibatnya, pemilik kekuatan itu juga terseret masuk kedalam domainnya. Itu adalah keuntungan yang sangat besar bagi Harith.
Dari dalam domain Harith meluncurkan seluruh pedangnya ke arah Cronus. Seluruh pedang itu memiliki kekuatan Cronus. Inilah yang disebut senjata makan Tuan.
Ketika pedang itu menusuk tubuhnya satu persatu dalam domain. Cronus seketika tak mampu bergerak. Dengan sisa tenaganya, Cronus berontak. Jika saja tak ada kekuatan Rey dan Syena mungkin iblis ini akan mampu kabur.
Diluar sana, sosok ilusi datang menghampiri mereka. Satu jiwa mati itu datang berada dibelakang tubuh Rey dan Syena. Wanita dengan pakaian Biarawati ini adalah suster Agarwa.
Suster Agarwa tewas ditangan Cronus, dengan kepala yang hilang lebih dulu. Rey dan Syena yang terpejam melihat satu sosok itu keluar dari dalam secercah cahaya.
"Anakku, aku bangga sekali pada kalian! Tetaplah bekerja sama semacam ini. Kalian adalah anak-anak terhebatku! Semoga kalian selalu berhasil menghadapi tantangan dunia. Aku menyayangi kalian!" Lirihnya.
Baik Rey dan Syena keduanya menitikkan air matanya. Bahu mereka menghangat, sosok suster Agarwa sedang memegang bahu kedua anak asuhnya. Disana Rey dan Syena, keduanya sontak memegang tangan ilusi yang sedang menyentuh bahu mereka. Mereka benar-benar merasakannya.
"Leburlah kau!!!"
Teriak Harith, kekuatan terakhir yang ia kerahkan meleburkan iblis itu seketika. Berhasil, upaya mereka bertiga berhasil. Leburnya iblis itu mengembalikan para Muskeeters, leonin, para elf, juga para Lapu-lapu. Seluruh jiwa hidup itu masih terpejam, kehilangan kesadaran mereka.
Ketika ketiganya membuka mata, sebuah nafas lega terbuang begitu saja. Sungguh keberhasilan ini tak mampu mereka lukisan dengan kata-kata.
...Beban, menghadapi kesulitan, mendukung pertemanan, melawan semua musuh demi kelangsungan hidup dan kesuksesan kebebasan...
...Yang terpenting dalam sebuah perang adalah menyerang strategi musuh...
__ADS_1