
...Selemah apa pun musuhku, aku tidak akan meremehkan mereka...
...Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang...
...Kalau mau saling mengerti, lakukan saja setelah membuat lawan mengalami hal yang sama...
Rembulan mulai lelah dengan tugasnya. Sudah saatnya mentari memberikan cahayanya menyinari peradaban bumi yang seperti neraka ini.
Namun ada sisi kehidupan yang masih elok dipandang. Kehidupan itu berada di area Timur, tempat berdirinya Rensuar.
Sebuah benteng megah kokoh yang diciptakan oleh para penghuni langit menggunakan kekuatan sihir mereka. Sebuah tempat dimana para manusia masih hidup didalamnya. Mereka hidup dengan segala ancaman dari luar benteng.
Tak ada salahnya dalam kekacauan ini mereka bersenang-senang sebentar. Sebuah ajang perlombaan tiap tahun di adakan di dalam Kastil Rensuar.
Sebuah kastil para Musketeers, tempat para manusia pemilik penjelajah ghaib dikumpulkan. Syena bersama dengan Aum disampingnya berada di hadapan pintu gerbang Land White.
"Syen, jangan mati terlalu cepat!" Ujar Aum sembarangan, hal itu membuat Syena tertawa lepas.
"Hei Aum, apa kau tak tau aku ini yang terkuat disini!"
Ucap Syena memuji dirinya sendiri. Rasanya tak ada perbedaan antara Rey dan Syena. Keduanya sama-sama gemar membanggakan diri mereka sendiri.
"Kau ini manusia, kau bisa mati kapan saja! Ditambah dalam ajang terakhir ini ada seorang Musketeers dengan segala kekejamannya. Aku takut ia akan menyiksamu Syena!" Ucap Aum lagi padanya.
Dalam kepalanya Syena memikirkan akan menggunakan mata kirinya jika hal itu sampai menimpanya. Serangan mata kirinya fatal, tak mungkin orang lain mampu menghindar darinya.
Mata kiri miliknya adalah pamungkas terakhir. Ketika Syena membukanya maka akan membutuhkan mana yang sangat besar. Tak hanya itu, kemampuan mata kirinya juga meminta tumbal berupa darahnya.
Itulah mengapa Syena selalu kehilangan kesadarannya ketika usai membuka kemampuan terakhirnya. Perpaduan sihir miliknya, bersama dengan sedikit partikel Baron, juga kontaminasi Iblis dipadukan menjadi satu kekuatan dalam mata kiri Syena.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tau tempat ini! Tetapi di peta tertulis bahwa aku harus menemui Pohon Awal. Katamu, itu ada disini dan dia bernama Dambo?" Tanya Syena lagi.
"Benar, dia ada disini!" Jawab Aum. Sesekali netranya melirik di belakang tubuh Syena. Rusa cahaya itu sedang bergerombol disana.
"Lihat itu!" Ucap Aum seraya menunjuk ke arah belakang tubuh Syena.
"Apa?" Tanya Syena sembari menoleh kebelakang. Ia dibuat takjub melihat rusa cahaya.
"Bisanya mereka akan pergi ke Area Dambo. Jadi kau bisa mengikutinya! Sebenarnya tak jauh dari sini tempatnya!" Jelas Aum.
"Bagaimana aku bisa menemukannya? Kenapa kau menemaniku saja?" Tanya Syena, Aum menggeleng mendengar apa yang Syena katakan.
"Bagaimana bisa? Area Land White sudah diberi mantra khusus untuk kalian yang terpilih. Hanya kalian saja yang mampu masuk kesana hari ini." Jelas Aum padanya. Syena pun membuang nafas kasar.
"Baiklah Aum, aku pergi dulu!" Ucap Syena sambil melambaikan tangannya pada Aum.
Syena berjalan memasuki area Land White. Biasanya para petarung akan diberi peta berbeda untuk menemukan keberadaan portal. Portal itu nantinya yang akan mengantarnya masuk ke seleksi akhir dari perlombaan.
__ADS_1
Area ini sudah di khususkan untuk para petarung saja. Hanya para petarung dalam perlombaan saja yang mampu masuk kemari, lain itu segala yang memaksa masuk akan membeku.
"Adikku terlihat manis dari atas sini!" Ujar Rey berdiri di antara pohon raksasa didalam Land White.
Syena sama sekali tak tau, bahwa ia sedang diperhatikan oleh Rey saat ini. Panda White begitu sunyi hanya ada kicauan burung fantasi beserta rusa-rusa cahaya. Ini adalah hutan fantasi, dimana para Musketeers menyalurkan fantasi mereka kemari.
Rey adalah kloning bakatnya pun hampir sama seperti Syena. Atas izin dari Harith ia mampu masuk kedalam Land White tanpa membeku.
Depppp
Rey turun dari atas pohon, ia berdiri tepa di belakang Syena saat ini.
Crashhh
Sontak Syena yang sigap langsung menyerangnya. Hutan yang sepi ini terkadang penuh ancaman, apabila Rey tak menghindari serangannya mungkin saat itu juga dirinya akan hilang.
"Hei santai saja, Syena!" Ucap Rey mundur. Syena menatap heran ke arah Rey saat ini.
"Kau mampu masuk kemari?" Tanya Syena padanya. Rasanya Syena dibuat heran disini.
Bagaimana manusia dihadapannya ini mampu masuk kemari. Padahal ia bukan salah satu petarung perlombaan, namun mengapa portal sama sekali tak menolak keberadaannya.
"Aku tau apa yang sedang kau pikirkan! Aku ini, murid kesayangan Leonin Axcel, aku memegang kendali penuh atas Land White." Ucap Rey mengarang cerita.
Syuthhhhh
Syena kembali meredam aliran sihirnya. Secepat itu ia percaya pada apa yang Rey ucapkan. Sebab Syena berfikir, jika Rey memang orang jahat. Maka sudah sejak pertama kali bertemu Rey pasti akan menyerangnya. Namun nyatanya tidak, Rey sama sekali tak melakukan itu sampai saat ini.
"Iya, aku sedang mencari Pohon awal itu!" Jawabnya. Rey mengangguk ia meraih pergelangan tangan Syena lalu membawanya mengikutinya.
"Hei kau ini apa-apaan?" Pekik Syena padanya.
"Kenapa? Aku tidak akan macam-macam padamu." Jawab Rey. Dengan kemampuannya Rey mengajak Syena berlari lima detik menuju ke arah Dumbo.
Gerakan kilat itu membuat Syena terhenyak. Ia terpaku membulatkan matanya tak percaya atas apa yang baru saja terjadi.
Bumi memang menjadi negeri dongeng saat ini rasanya. Namun, kemampuan yang baru saja terjadi itu. Syena merasakan bahwa Musketeers asing disampingnya ini adalah manusia yang kuat.
"Dumbo, kami membutuhkanmu!" Ucap Rey di hadapan pohon besar.
Seketika pohon itu menampakkan wajahnya. Syena memundurkan tubuhnya sedikit tatkala melihat sebuah wajah keluar dari dalam pohon itu.
Tentu saja Syena akan sangat terkejut. Sebab Syena belum pernah kemari bertemu dengan Dumbo. Syena sama sekali tak memiliki senjata layaknya para Musketeers lain.
Dalam usianya yang muda itu Syena sudah mampu menggunakan aliran sihir murni. Dia adalah salah satu Manusia yang terpilih memiliki tiga persen pecahan Baron dalam tubuhnya.
Itulah mengapa tiap kali ia menyerang, Syena membentuk senjatanya melalui mana murni. Aliran mana itu dibentuk menjadi sebuah dahan pohon tajam. Itulah Senjata yang pernah melenyapkan Dion saat itu.
"Ada apa wahai anak muda?" Tanya Dumbo pada Syena disana.
__ADS_1
"Dumbo, kami membutuhkan portalmu! Sebab Syena menerima pesan ini, dia adalah petarung yang dituntun kemari oleh peta ini untuk menemuimu!" Ucap Rey, adiknya disampingnya masih ternganga tak percaya bahwa pohon mampu berbicara disini.
"Ahh tentu saja, aku tidak pernah melihat kalian?" Ujar Dumbo lagi, Rey menghela nafas mendengar itu.
"Dumbo, kumohon segera masukan Syena kedalam. Sebab durasi waktunya sudah terlalu telat!" Ucap Rey.
Dumbo mengangguk ia membuka portal dalam tubuhnya. Pohon besar itu bergerak, tepat ditengah dirinya ada sebuah lubang dengan cahaya putih.
"Itu portalnya, masuklah!" Ucap Rey pada Syena disampingnya. Syena mengangguk mengiyakan apa yang Rey perintahkan.
"Terima kasih, Tuan!" Ucap Syena padanya.
"Syen.." Lirih Rey ketika Syena hampir mendekati portal itu.
"Ada apa?" Tanya Syena sambil menatapnya. Disana Rey hanya tersenyum sambil mengepalkan tangan kanannya, lalu ia letakkan di atas dadanya.
"Berjuanglah Arlert, jangan kalah!" Jawaban itu sedikit membuat Syena terkejut.
Bagaimana orang asing ini mengetahui marganya. Namun saat ini Syena tak ingin mengambil pusing, sebab durasi masih berjalan. Syena hanya mengangguk mantap lalu kembali masuk kedalam portal Dumbo.
Rey tersenyum ketika melihat Syena menghilang bersamaan dengan hilangnya portal itu. Ketika Dumbo kembali menampakkan wajahnya, Rey berterimakasih padanya lalu pergi.
_________
Di sisi lain, Iblis seratus juta jiwa sedang berdiri tepat di atas bentengnya. Sepuluh ribu pasukan Iblis rendahan ia kumpulkan. Rey Arlert sudah membunuh beberapa para generasinya.
Rasanya ia cukup muak disini. Sudah saatnya ia membabat habis umat manusia yang ada didalam Silver Alaska.
Iblis seratus juta jiwa tidak akan ikut dalam peperangan ini. Ia hanya akan mengerahkan para bawahannya saja. Rombongan keji saat ini dipimpin oleh Tayuya dan Zekha.
Iblis Pengendali Suara beserta Iblis darah memimpin pasukan eksekutor terkejam nan beringas. Dari dalam Silver Alaska mereka menuju ke arah Rensuar membawa rasa lapar dalam diri mereka, taring-taring itu nantinya siap memangsa para jiwa hidup didalam Rensuar.
"Baron Putih Legendaris, aku tidak akan melepaskanmu lagi!!!" Pekik Iblis seratus jiwa dalam kastilnya.
Bersamaan dengan teriakannya para sekutunya sudah keluar dari dalam Silver Alaska. Rensuar sedang dalam masalah besar.
...Saat dua kekuatan yang berlawanan bekerja sama, maka kebahagiaan sejati akan ditemukan...
...Tak ada pengorbanan yang tak dihargai...
...Aku gagal, tetapi masih bisa mampu bangkit kembali...
...Karena itu menurutku arti dari kuat yang sebenarnya...
_______
Ensiklopedia :
WASP-33 b adalah planet terpanas yang pernah diketahui. Dilansir Eskify, planet ini memiliki suhu permukaan sebesar 3.200 derajat Celcius atau 900 derajat lebih panas dari planet terpanas sebelumnya, WASP-12b. Planet ini juga mengorbit bintangnya dengan jarak yang sangat dekat, sehingga suhunya sangat panas. WASP-33 b berjarak 378 tahun cahaya dari Bumi, pada rasi bintang Andromeda dan berukuran empat kali lebih besar dari Jupiter.
__ADS_1
Fakta lain dari planet ini, dilansir NASA, bahwa planet ini sebagian besarnya terdiri dari gas dan mengorbit bintang tipe A bernama δ-Scuti. Jarak WASP-33 b dengan bintang tersebut hanya sebesar 0,0239 AU (Astronomical Units). Massa planet besar ini 2.093 kali massa Jupiter. Planet yang ditemukan tahun 2010 ini hanya membutuhkan waktu 1,2 hari untuk menyelesaikan satu orbit.