Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Beberapa Jam Sebelum Kejadian


__ADS_3

...Seni tertinggi perang adalah untuk menundukkan musuh tanpa pertempuran...



Suara besar mengiringi sesuatu keluar dari bawah tanah. Para manusia yang sedang di evakuasi sontak berhenti, mereka menoleh kebelakang menyaksikan tubuh kelabang hitam besar muncul dari sana.


Teriakan demi teriakan mereka semakin menambah nuansa mencekam. Debora terperangah melihat itu, sungguh itu adalah area Rey tadi. Jika kelabang sebesar itu muncul lalu mengukung mereka, artinya Rey terperangkap disana bersama dengan Syena dan Harith.


"Arghhhhh..." Suara auman dari belakang tubuhnya sejenak menyadarkannya.


Itu adalah salah satu manusia yang terkontaminasi. Debora sengaja memang melilitnya dengan sulur kepunyaannya. Sebab akan sangat bahaya apabila Muskeeters terkontaminasi ini dibiarkan berkeliaran di kota.


Depppp



Dari atas langit Justice beserta dua rekannya lain turun menghampirinya. Netra mereka mencoba mencari-cari keberadaan dua orang anggota tim nya.


"Rey dan Syena?" Tanya Mikhail pada akhirnya mencari tau.


Debora yang masih terpaku itu sontak menunjuk ke arah kelabang besar itu. Tubuh Kelabang raksasa yang menjulang muncul dari bawah tanah.


"Sial! Lagi-lagi serangan dan serangan!" Gerutu Riley mengepalkan tangannya.


Riley mulai mengeluarkan panahnya. Satu tarikan dari busurnya menembakkan tiga anak panah berwarna hijau. Tiga anak panah itu ia bisik tepat ke arah tubuh kelabang itu.


Crashhhh


"Huh!" Pekik mereka berempat.


Sungguh mereka benar-benar tak percaya. Tubuh itu sama sekali tak lebur. Padahal senjata yang Riley pakai adalah buatan Lapu-lapu. Sebuah senjata yang memang diciptakan dengan mantra peleburan.


"Mengapa itu tidak berpengaruh padanya?" Ujar Justice tak percaya.


"Arghhhhhh!!!" Auman Muskeeters yang terkontaminasi semakin mengencang.


Kekuatannya untuk berontak semakin besar. Debora terkejut melihat sulur miliknya yang mulai memudar. Ini benar-benar jauh berbeda daripada sebelumnya, kekuatannya semakin membesar.


"Debora ayo masuk!"


Salah satu Muskeeters yang sedang terbang menyuruh mereka untuk segera masuk kedalam ruang perlindungan.


Debora menganggukkan kepalanya. Sambil membawa Muskeeters yang terkontaminasi itu, ia berlari ke arah tempat evakuasi.


Muskeeters yang terkontaminasi itu semakin mengeluarkan kekuatannya. Ia berusaha keluar dan melepaskan diri.


__ADS_1


"Lepaskan dia Debora!" Perintah Mikhail.


"Huh, dia berpotensi menyebar racun pada manusia lain. Satu terkontaminasi saja sudah cukup kerepotan!" Jelas Debora padanya.


"Lantas kau akan apa? Membawanya bersama kami kedalam bawah tanah?" Tanya Mikhail padanya.


"Akan ku bawa dia ke Land White, aku akan mengurungnya disana dengan sulurku."


Penjelasan itu membuat ke empat rekannya terkejut. Belum sempat Debora membawanya kesana, kukungan sulur miliknya seketika pecah. Itu adalah ulah Muskeeters yang terkontaminasi.


"Arghhhhhhhh!!!" Teriaknya.


Muskeeters itu berlari menjauhi mereka. Tamatlah sudah sungguh apabila dia mencakar manusia lain disini. Wabah setan ini jelas akan menyebar nantinya.


"Tangkap dia, lindungi orang-orang!" Jelas Debora.


Riley dengan panahnya mulai membidik pergerakan iblis itu, berusaha mengenainya. Sedangkan Justice ia mengejar iblis itu bersama dengan Mikhail dibelakangnya.


Debora memanjangkan sulur-sulur nya berupaya untuk menangkap kakinya. Namun ada yan aneh disini, sudah ada tiga menit Muskeeters itu hanya mengeliling mereka.


"Ini aneh Debora!"Ucap Riley padanya. Debora mengangguk mendengar itu.


Clashhhh



Gerakan tangannya memutar menciptakan sesuatu. Itu seperti sebuah pusaran. Ketika pusaran itu dilempar ke atas langit, muncul jaring-jaring sihir yang terhubung langsung kedalam tanah.


"Huh!"


Pekik semua orang disana. Seketika pandangan mereka menggelap, mereka tak sadarkan diri.


Jaring-jaring sihir itu adalah sihir perasuk. Cronus memiliki tingkatan sihir perasuk level atas. Itulah mengapa dengan cerdik ia menciptakan jaring-jaring itu, menempatkannya, menghubungkannya dengan tubuhnya.


Rey dan Harith didalam kukungannya tidak akan tau bahwa diluar para jiwa hidup sedang dal bahaya. Cronus yang ada didalam kukungan itu hanya setengah dari bagian tubuhnya.


Sedangkan setengah dari bagian tubuhnya yang lain berada diluar sekarang. Cronus tersenyum melihat para manusia disana terjerat ilusi.


Rapalan satu mantra miliknya membawa, menghisap para manusia masuk ke dalam tanah. Dibawah tanah itu ada sepuluh tubuh kelabang, Cronus membawa tubuh mereka masuk kedalam tubuh kelabang.


Ia hanya ingin membersihkan Medan tempurnya. Sebentar lagi satu rencana lain akan segera di jalankan. Dengan begini, tak ada satupun penyihir yang akan mengganggu pertempuran besar yang akan terjadi.


"Hahahaha..." Setengah dari bagian tubuh Cronus muncul.


Ketika melihat kondisi Rensuar yang sunyi ia tertawa. Pada akhirnya tidak ada satupun penghalang yang akan menghalangi aksinya.


Dari Silver Alaska kemari, ia dipercaya membawa Harith sebagai tahanan yang akan diberikan kepada Iblis seratus juta jiwa. Tuannya akan memberikan banyak kekuatan pada Cronus apabila hal itu terjadi.

__ADS_1


"Dengan begini, tidak ada satupun pengganggu yang akan muncul menghalangi! Tuan pasti akan menobatkan diriku sebagai salah satu dari para petinggi. Aku harus berhasil!"



Ambisinya besar kuat, ia ingin menjadi salah satu pelayan setia juga kepercayaan Iblis seratus juta jiwa. Misinya kali ini harus berhasil. Seluruh Muskeeters sudah berada didalam genggamannya. Begitupun dengan Noella dan Axcel beserta para Lapu-lapu lainnya.


Sejenak Cronus mengadah ke atas melihat kukungan tubuhnya yang sedang mengurung Harith beserta Rey didalam sana..


Tak masalah baginya apabila setengah dari bagian tubuhnya didalam sana kalah. Yang terpenting adalah, Medan perang sudah bersih.


"Lenyaplah kalian setelah ini!" Ucap Cronus berseringai.


Cronus kembali masuk kedalam tanah. Wujud aslinya adalah kelabang, dan dia mampu menggunakan sebelas wujud kelabang raksasa nya serentak.


Di bawah tanah Cronus masih memejamkan kedua matanya. Ia tau bahwa sebentar lagi, Syena mampu mengalahkannya.


Detik kemudian suara ledakan yang berasal dari kukungannya membuatnya terbangun. Apa yang ia prediksi benar seluruhnya.


Saatnya baginya membangkitkan sepuluh kelabang raksasa dibawah tanah. Sudah cukup lama mereka tertidur disana.


Disela-sela fokusnya, ada satu korban keberingasannya yang terus bermunculan menghambat proses bangkitnya kelabang raksasanya.


Sosok itu adalah seorang biarawati. Teriakannya saat itu ketika Cronus melahap kepalanya masih terdengar.


Orang suci memang sakti, bahkan ketika mereka mati sumpah serepah mereka terhadap iblis masih mampu dirasakan. Bayangan biarawati itu terus datang memenuhi kepalanya.


"Orang mati sialan!!!" Pekik Cronus membuka kedua matanya.


Amarahnya memuncak ia kembali berusaha memfokuskan dirinya namun tetap gagal. Namun ia juga tak menyerah begitu saja.


Hari ini, apapun yang terjadi. Cronus harus membawa Harith masuk kedalam Silver Alaska.


"Tidak akan ada kejahatan yang menang!"


Suara biarawati itu kembali lagi. Rasanya saat ini Cronus menyesal sudah melahap salah satu orang suci. Dan inilah dampaknya, di teror terus menerus dengan arwah mereka.


"Betapa sialannya kau orang mati! Tapi aku tetap tidak akan menyerah! Rensuar akan hancur, manusia akan mati, dan bumi hanya milik kaum iblis. Akan ku buat mereka mati sepertimu, sepertimu yang kehilangan kepalamu hanya dengan satu gigitan taringku."


Ucapan itu membuat biarawati itu menghilang tanpa suara. Tak ada suaranya lagi terdengar, bahkan ketika Cronus kembali memejamkan kedua matanya. Bayangan biarawati itu tak lagi ada.


Cronus tersenyum, ini adalah kesempatan yang bagus untuknya. Pengaktifan sepuluh tubuh aslinya akan segera dimulai.


...Seseorang yang benar-benar tidak berdosa, mengorbankan diri demi kebaikan orang lain, termasuk musuh-musuhnya, dan menjadi tawanan dunia. Itulah cinta sempurna...



___________

__ADS_1


__ADS_2