
...Balas rasa peduli orang yang memperdulikanmu sebelum berusaha memperpedulikan orang yang bahkan tak perduli kepadamu...
"Awenna!"
Mantra seruling penidur setara dengan obat bius. Harith meniupkan mantra itu pada seluruh rekan Rey, ketika mereka tiba tepat didalam Kastil Putih. Bagaimana pun mereka tidak boleh tau bahwa Rey masih hidup disana.
Goyahnya perasaan mereka mungkin akan membawa mereka nekat, untuk mendatangi Silver Alaska kembali. Tim ini terkenal dengan solidaritas mereka. Mereka siap melakukan apa saja asalkan mereka mampu menyelamatkan temannya.
"Kaisar, mengapa kau harus membius mereka?" Tanya Axcel heran padanya.
"Mantra Baron Putih mungkin memang bekerja pada mereka. Kita harus menyelipkan mantra pengubah pikiran mereka. Buat mereka berfikir, bahwa mereka pingsan sebab kehabisan mana saat melawan Barsh. Setelah itu aku akan menunggumu di ruanganku." Perintah Harith.
Ada sesuatu dalam wajah itu. Sesuatu itu serius sepertinya, Axcel tak ingin berbelit-belit. Ketika Harith pergi meninggalkannya, menyisakan dirinya beserta seluruh rekan Rey yang tergeletak di lantai.
"Ah baiklah!" Ucap Axcel mulai menggerakan tangannya.
Aliran sihir manipulasi pikiran ia gunakan. Kemampuan sihir ini akan mengubah pemikiran seseorang beberapa jam lalu, sesuai dengan apa yang diinginkan penggunanya.
"Kalian hanya akan mengingat, bahwa beberapa jam lalu kalian pergi didepan benteng Alaska. Lalu bertemu dengan Barsh. Saat kalian melawannya, mana milik kalian tidak memadai. Salah satu serangannya menghempaskan kalian kebelakang lalu membuat kalian pingsan."
[Sihir Manipulasi Ingatan, selesai!]
Suara itu terdengar dari dalam domain Axcel. Sihir milik penguasa langit memang istimewa. Mereka tidak berpacu pada abjad, namun mereka mampu menguasai semuanya.
"Madam Geralda!"
Axcel mencoba memanggil Madam Geralda melalui telepatinya. Beberapa saat kemudian Madam Geralda muncul dari dalam sebuah portal.
"Madam, tolong ya! Kaisar sedang memanggilku!" Ucap Axcel sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"Mengapa mereka bisa seperti ini?"
Madam Geralda mendekat sambil membulatkan mata. Tangan mungil Lapu-lapu wanita itu mulai memeriksa tiap inci tubuh mereka satu persatu.
"Mereka baru saja diserang saat misi. Jadi aku membawanya kemari saat itu! Mungkin jika aku tak datang mereka akan mati tadi. Baiklah aku pergi dulu, mohon bantuannya ya!"
Madam Geralda mengangguk mendengar itu. Axcel tersenyum ia pun bergegas pergi meninggalkan Madam Geralda seorang diri disana.
Plukkk
Sebuah tepukan tangan dari tangannya. Sekejap menciptakan selubung asap. Selubung itu mengitari dirinya juga seluruh rekan Rey. Dari dalam selubung itu mulai muncul beberapa Lapu-lapu.
Mereka saling berpegangan tangan lalu, rapalan mantra Leviousa membawa tubuh mereka menghilang dari sana. Tubuh mereka dibawa ke ruangan pengobatan, ruangan Noella.
_________
Tukkkkkk
Tukkkkkk
Suara langkah kaki Axcel mulai terdengar diantara lorong. Harith berdiri menghadap pintu masuk ruangannya yang tertutup, sambil melipat tangannya. Ada sesuatu yang harus dibahas disini, sesuatu yang hanya akan ia katakan kepada para petinggi Rensuar.
Glekkkkk
Pintu itu terbuka secara otomatis. Pintu itu dilapisi sihir oleh Harith, pembicaraan yang terjadi didalam ruangannya tidak akan mampu didengar siapapun diluar. Sekalipun mereka para penduduk langit.
Tak hanya itu, pintu itu juga akan mendeteksi musuh dengan baik. Tak ada Iblis yang mampu membobol pintu itu, pintu hanya akan terbuka kepada siapa saja yang Harith kehendaki.
"Ada apa Kaisar?" Tanya Axcel ketika berada dalam satu ruangan bersama Harith.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita mulai pembicaraannya!" Ucap Harith pada Axcel.
Syuthhhhh
Sebuah kursi tiba-tiba tersedia tepat dihadapan Axcel. Axcel yang sudah terbiasa dengan sihir sejak dahulu, menanggapi itu biasa. Tak ada raut wajah terkejut disana, ia malah langsung duduk begitupun dengan Harith dihadapannya.
"Jadi pembicaraan kali ini tentang Rey!" Ujar Kaisar putih.
Diskusi serius sedang terjadi disini Keduanya sama-sama memikirkan tentang Rey.
"Mengapa kau tidak membiusnya saja tadi dengan sihir?" Tanya Axcel padanya.
"Bagaiman aku menjelaskannya ya? Sebelum ini aku sudah berbicara pada Syena. Mengapa Rey dan Syena berada di tempat yang beda, itu semua dikarenakan konspirasi juga perjanjian."
"Huh, apa maksudmu?" Tanya Axcel ia masih tak mengerti perihal apa yang sedang Harith bicarakan disini.
"Ketiga pedang legendaris itu sudah berada didalam tubuh Rey!"
"Huh?!" Pekik Axcel, itu adalah sebuah berita baik sungguh.
"Benarkah? Lalu mengapa kau tidak membawanya kemari? Bukankah Silver Alaska terlalu berbahaya untuknya, jika hanya seorang diri?"
Harith tersenyum mendengar itu. Hatinya memang sempat kalut ketika ia menyaksikan Rey terpojok tadi. Namun ia kembali diingatkan pada perkataan Lapu-lapu.
"Apa kau ingat? Salah seorang Lapu-lapu paling tua?"
Pertanyaan itu sekejap membuat Axcel terdiam. Ia kembali mengingat siapakah yang sedang Harith maksudkan disini.
Sosok kerdil dengan janggut panjang juga topi kerucut. Salah seorang juru kunci penguasa sinar bulan. Leonin berasal dari bagian bulan paling Timur. Mereka memiliki ilmu sihir dominan cahaya.
Jadi, bulan dihuni oleh tiga makhluk sekaligus. Makhluk itu adalah Leonin, yang letak tinggalnya di bagian bulan sebelah Timur. Lalu Para Elf, di bagian Barat.
Terakhir adalah Para Lapu-lapu, mereka ini random. Separuh dari mereka mendiami area Timur separuh lagi ada dibarat. Namun letak ruangan tempat mereka bekerja ada di belahan Utara.
"Jadi, apakah kekuatan kita ini bisa diturunkan?" Harith duduk bersama Axcel disampingnya. Ia sedang berada di kediaman Lapu-lapu paling tua.
Mata Tua itu sejak tadi tak henti-hentinya memandangi sebuah bola kristal. Ruangan tempatnya tinggal penuh dengan banyak ramuan. Alat-alat sihir, juga buku-buku.
"Ya, aku melihat sesuatu dalam bolaku." Lirih Lapu-lapu Tua sambil menggerakkan kedua tangannya mengelilingi bola.
"Apa yang kau lihat Tuan?" Tanya Harith penasaran.
"Cincin Elden Ring, Laronna, juga sihir pamungkasmu kelak akan digunakan lagi."
Baik Axcel dan Harith sejenak mereka saling bertatapan satu sama lain. Ramalan macam apa itu, jurus sihir pamungkas hanya akan di gunakan ketika keadaan benar-benar genting.
"Mengapa ketiga kebanggaan langit itu di gunakan? Apakah akan terjadi kehancuran?" Tanya Axcel penasaran.
"Aku melihat titisan bagian dari dirimu dibumi."
Pembicaraan ini terlalu membosankan untuk Axcel. Rasanya Lapu-lapu tua ini mulai melantur.
"Ah.. apa sebenarnya yang kau lihat? Aku malas mendengar teka-teki ini!" Ucap Axcel bosan ia pun berdiri.
Greppppp
"Tunggu dulu!" Ucap Harith menahannya.
"Hei, aku lapar!"
__ADS_1
Ucap Axcel padanya, namun Harith segera menariknya untuk duduk. Pada akhirnya Axcel pasrah mengikuti kemauan Harith disana.
"Titisan dibumi?" Tanya Harith lagi.
"Ya Harith, kau yang terpilih menjadi salah seorang guardian semesta. Tidak selalu berada dalam kejayaan. Alam semesta dan Penguasa pasti akan mengujimu. Kau tidak akan mampu mundur, kau juga tidak akan mampu kabur dari nasibmu. Kau akan dipaksa berdiri dihadapan sesuatu yang besar. Kau juga akan menemukan dirimu dan Noella didalam bumi." Penjelasan Lapu-lapu rasanya membuat kuduknya berdiri.
"Apa yang terjadi apabila seorang manusia memiliki kekuatan kita?"
Lapu-lapu Tua itu terkekeh mendengar apa yang Harith tanyakan. Memang hal semacam itu tidak pernah terjadi. Namun jika skenario takdir berucap lain, maka para ciptaan hanya mampu menjalaninya saja.
Deppp
Tangan keriput itu berlabuh tepat diatas puncak kepala Harith. Makhluk ini mengusap lembut Surai putihnya. Hal itu membuat kedua kuping Harith yang letaknya di atas kepala, bergerak-gerak sedikit pertanda bahwa ia terkejut.
Harith dan Lapu-lapu Tua sangat di segani di Moonlight Forest, sebab dia adalah salah satu pelindung semesta dan Lapu-lapu Tua adalah pendeta ramuan paling mujarab.
Lapu-lapu Tua juga dikenal sebagai seorang cenayang yang hebat. Segala ucapannya tentang satu kejadian pasti akan terjadi.
"Murid Axcel nantinya akan menguasai ketiga pedang semesta. Seorang manusia yang tubuhnya di rasuki ketiga pedang lalu menguasainya. Dia, setara dengan Guardian. Namun mereka makhluk fana, ketika tugas mereka usai maka semesta akan mengambilnya kembali. Penguasa akan mengambil jiwa anak itu lembut setelah tugasnya usai."
Axcel menyipitkan matanya ia sama sekali tak memahami pembicaraan ini. Ketika kedua netranya kembali menatap ke arah Harith, leonin itu tersenyum sambil menunduk.
"Aku mungkin tidak memahami perkataanmu saat ini! Namun apa yang kau katakan, selalu terjadi." Ucap Harith terpejam juga masih dengan senyuman di wajahnya.
Memori itu mengingatkan Harith dan Axcel kembali pada satu kenyataan. Para penduduk langit memiliki kemampuan regenerasi. Regenerasi mereka tidak lambat layaknya para iblis. Regenerasi penduduk langit cenderung cepat.
"Artinya, Rey tidak akan mudah mati!" Ucap Axcel. Pada akhirnya ia mengerti tentang apa yang pernah Lapu-lapu katakan.
"Minim sekali otakmu ini Axcel!"
"Ya mau bagaimana lagi, sudah ciptaan sejak dulu seperti ini."
"Hahahaha..."
Brakkkkkkk
"Paman Axcel, Kaisar Putih apa kabar kalian!"
Suara dari ambang pintu yang terbuka sekejap membuat kedua leonin ini terkejut. Refleks mereka mengalihkan netranya ke arah ambang pintu. Rupanya disana berdiri seorang Musketeers dengan jubah putihnya. Jika dari segi rupa Musketeers ini bukan dari Rensuar.
"Ini aku Harith!"
Lirihan suara melalui telepati itu membuat Harith tersenyum. Ia tau suara siapa itu dan siapakah Musketeers yang datang masuk kedalam ruangannya. Sambil menepuk bahu Axcel ia tersenyum.
"Itu Rey, itu Kloningnya!"
Rey tersenyum mendengar apa yang Harith katakan. Begitupun dengan Axcel disampingnya. Rey berjalan menghampiri keduanya.
Silver Alaska masih runyam, namun Rey memaksa tetap kemari demi menjelaskan rencananya. Setidaknya kedua petinggi tau rencana apa yang sedang Rey jalankan didalam sana.
...Mata dapat melihat dengan jelas, namun hanya hati yang dapat melihat dengan jujur...
______
Ensiklopedia :
__ADS_1
Galaksi Pusaran Air (M51) Bentuk tampilannya seolah menyerupai pusaran air, yang mana terjadi akibat gangguan gravitasi di alam semesta. Apabila Grameds melihat bintang-bintang di langit menggunakan binokular, pasti dengan mudah menemukan galaksi ini. Galaksi Pusaran Air alias M51 ini kerap dijadikan sasaran empuk bagi para astronom dalam upayanya mempelajari struktur dan lengan spiral galaksi.