Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Datangnya Baron Putih


__ADS_3

...Marahlah, kemarahan yang kuat dan murni tanpa belas kasihan...


...Itu akan menjadi dorongan yang kuat bagimu untuk bertindak...



__________


Syena berjalan diantara rerimbunan pohon, perintah dari Barsh beberapa jam lalu melalui telepati membawanya menuju ke arah gerbang masuk. Tugas mereka hari ini, adalah menjaga perbatasan. Dari atas langit terlihat Verozi terbang dengan beberapa kloningnya, langit itu masih sama mendung sepanjang hari.


Tempat ini masih sama, tak ada apapun warna selain silver. Abu dalam daerah ini adalah kesuraman sepanjang masa sepertinya. Sesekali Syena berjalan sambil membuka telapak tangan kanannya, abu-abu itu hinggap diatas telapaknya. Syena memainkan itu, tak ada hal yang menyenangkan yang ia temukan disini. Sekali ketika dirinya keluar menjalankan misi, keindahan diluar sana selalu ia rindukan. Langitnya yang tenang, udaranya yang subur, manusia yang berbahagia.


Deppppp


Benteng besar kokoh nan tinggi berdiri megah dihadapan Syena. Syena mengadah ke arah langit, benteng ini tingginya lima ratus meter dari permukaan. Sejenak Syena menghela nafas membuangnya, jenuh, namun mau bagaimana lagi bahkan tubuhnya tak mampu melawan mereka.


Syuthhhhhh


Rapalan satu mantra dari dalam dirinya membawanya berada instan langsung ke atas benteng. Tepat disampingnya Barsh berdiri dengan senjata ditangannya, kedua netra eksekutor itu menatap jauh kedepan dimana disana hanya ada kabut asap yang menebal, tak ada apapun kecuali warna silver yang suram.



"Hamparan ini masih sunyi seperti biasanya! Ada banyak hal yang sama sekali tidak kupahami."


Barsh tersenyum mendengar itu, ia tau Syena pasti akan menanyakan hal yang sama perihal kelahiran generasi tiap tahun. Namun sumpah demi Tuannya, Barsh tidak akan membuka fakta dibalik itu.


Iblis seratus juta jiwa memecah kelemahan dirinya menjadi sepuluh bagian. Dimana nanti tubuh utamanya tak akan memiliki titik lemah, kelemahan atau nyawanya berada dalam sepuluh jiwa petarung. Petarung itu adalah para generasinya.


Ambisi tubuh abadi yang ia dambakan perlahan mulai diwujudkan, delapan generasi baru dari dalam tubuhnya terlahir satu persatu. Untuk membunuh Iblis seratus juta jiwa, Musketeers harus membunuh para petarungnya. Karena melawan tubuh utamanya adalah sia-sia, benang kesempatan tak akan pernah terlihat disana. Kelemahannya, ada pada para generasi barunya.


Hal itulah yang sebenarnya terjadi disini, para petinggi Silver Alaska memilih menutup mulut tak akan ada informasi yang bocor. Selain dari mereka menjaga rahasia, beberapa petinggi lain berkeliling ke dalam Alaska. Mereka mempunyai satu misi yang sama dengan Harith, mereka mengincar keberadaan dua pedang guardian yang masih belum ditemukan.



"Mengapa manusia ikut campur urusan kami?" Tanya Barsh.


"Karena kau juga mencampuri urusan kami!"


Itu adalah salah satu jawaban paling berani yang belum pernah Syena lontarkan. Dari sana terlihat Barsh berseringai, raut wajahnya nampak kesal mendengar itu.


Grepppp


"Arghh.. lepaskan aku!"


Syena memekik tatkala tangan kekar berbulu itu mencekiknya, mengangangkat tubuhnya. Sambil menatap tajam ke arah Syena, Barsh tersenyum, sebuah senyuman jahat juga penuh kebencian.


"Sudah saatnya para Iblis berkuasa, kalian makhluk fana tidak pantas menghuni bumi! Untuk apa kalian diciptakan jika pada akhirnya kalian mati? Kami adalah wujud yang paling sempurna daripadamu!"


Sambil menahan sakitnya cengkraman itu Syena tersenyum. Wujud paling sempurna katanya, Iblis memang gila. Mereka lupa penciptanya, mereka melupakan bahwa mereka adalah sebuah ciptaan, yang artinya mereka pun sama fana nya dengan manusia.



"Mengapa kau tersenyum?!" Barsh semakin benci menatap Syena kali ini, cengkraman itu semakin menguat.


"Haha... Me..Menua dan Mati, adalah keindahan yang dimiliki makhluk hidup berumur pendek, yang disebut manusia. Setidaknya, kami tidak akan serakah meminta keabadian!"


Brakkkk


Mendengar itu Barsh menghempaskan Syena begitu saja. Disana amarahnya mulai tersulut, ketika Barsh hendak mendekati Syena. Mata kiri milik Syena mulai bercahaya, disana Barsh menghentikan aksinya. Ia tersenyum penuh kemenangan, netranya beralih ke arah Kastil Alaska yang terlihat dari atas sana.


"Akan kutunjukan padamu, betapa lemahnya manusia yang kau banggakan itu!"


Barsh berucap sambil berseringai, tak lama ia menghilang dari sana. Syena menatap benci kepergian Barsh, mengapa emosinya meletup-letup ketika ia memaparkan kebenaran. Iblis-iblis ini keji, kejam, dan Syena muak barada disini. Namun lihatlah dia, bahkan kepergian Barsh pun membuat tubuhnya juga mengikutinya sekalipun hatinya enggan dan enggan.


"Doktrin semacam apakah yang berada dalam tubuhku? Mengapa kau begitu lemah Syena, kau bisa menentang mereka!"


Syena menjerit dalam hatinya, tubuhnya masih tetap pergi mengekori Barsh dari belakangnya.

__ADS_1


_______



Harith beserta dengan Rey berada paling depan sambil memperhatikan denah Alaska yang Harith buat. Mereka mengarah ke Utara, dimana disana Harith mengatakan daerah yang belum ia jelajahi adalah bagian utara. Bagian lain sudah ia jelajahi, namun perkembangan sama sekali tak ditemukan.


"Alaska luas, mungkin kita membutuhkan seminggu untuk mengeksplor bagian ini!"


Ujar Harith, mereka berhenti sejenak sambil memperhatikan peta. Debora berjalan mendekati Harith kali ini, ia juga memperhatikan denah itu.


"Kaisar, mungkin kita bisa menyingkat waktu!"


Saran dari Debora membuat Harith menoleh, ia mencoba mendengarkan saran semacam apakah yang sedang Debora coba ajukan padanya. Disana Debora mulai menunjuk gambar-gambar tempat yang harus ditelusuri lebih dulu.


"Disini, Rey bisa memecah dirinya menjadi sepuluh kloning. Sebelum pergi meninggalkan pelindung milik Mikhail, Justice bisa merapalkan sihirnya kedalam kloning Rey, itu akan membuat aura Rey sama dengan mereka. Rey tidak akan terdeteksi, kita akan mengirim Rey menelusuri area ini. Juga, Riley bisa merasuki dua puluh gagak terbang disini. Gagak-gagak itu akan kita tempatkan di area lain untuk mencari informasi. Simple, tak membahayakan bukan?"


Harith tersenyum mendengar itu, ide itu bagus menurutnya. Harith menyetujui itu, ia mulai menggerakan para anggotanya sesuai dengan perintah yang sudah dirancang. Ketika seluruh penjelasan sudah dijelaskan, kini saatnya giliran menjalankan segala hal sesuai perintah.



"Abonoeraa Atrem Aveluska!"


Clingggggg


Sepuluh kloning milik Rey mulai muncul, mereka berdiri tepat dihadapan Harith. Justice dari belakang punggung Rey mulai merapal mantra penyamaran, tujuannya adalah agar kloning ini tidak akan terdeteksi oleh para Iblis.


"Grasius Gaelio!"


Cahaya-cahaya dari dalam mantra itu perlahanasuk kedalam tubuh Rey dan Kloningnya. Ketika mantra-mantra itu mulai merasuki tubuhnya, dari luar pelindung Mikhail ada sesuatu yang datang memukulnya.


Brakkkkkkkk


Brakkkkkkkk


Dari dalam sana mereka mampu melihat, makhluk apa yang sedang menggila menyerangnya. Sesosok makhluk terbang datang, dengan kedua kakinya ia menyerang brutal pertahanan Mikhail. Rey membulatkan matanya melihat sosok itu.


Syuthhhhh


"Manusia sampah!" Pekiknya sambil tertawa.


Brakkkkkk


Brakkkkkk



Serangan demi serangan terus Verozi berikan pada mereka. Ia tau bahwa manusia berada disini, salah satu kloning miliknya tak sengaja bergesekan dengan pelindung tak terlihat milik Mikhail. Disana, Mikhail bersusah payah mempertahankan pertahanan sihirnya.


"Aku tidak bisa menahan ini terlalu lama, lakukan sesuatu!"


Pekik Mikhail, susah payah ia memperkuat pertahanannya sekarang. Namun apa daya, Iblis yang sedang menghantam tameng miliknya jauh lebih kuat daripadanya.


"Aku akan membunuhnya!"


Rey berucap sambil maju mendekati Mikhail, namun disana Debora menahannya.


"Kaisar, apa lebih baik kita pergi saja sekarang?" Tanya Debora pada Harith disampingnya.


Leonin itu masih diam sambil memperhatikan ke arah Verozi yang menggila. Perlawanan didalam kandang mereka adalah hal salah. Jika memang adu kekuatan hendak dilakukan, maka mereka harus keluar dari sini, atau bawahan Iblis-iblis ini akan memangsa mereka dari segala sisi.


"Keluar kau, pengecut!" Pekik Verozi menghantam-hantam pertahanan milik Mikhail.


Urat-urat kemarahan itu mulai nampak dari dalam wajah Rey. Rey mengepalkan tangannya kuat, Baron berada tepat dalam genggamannya. Debora merasakan kemarahan dari pergelangan tangan Rey yang sedang ia cengkram itu.


"Lepaskan aku, Debora!"


__ADS_1


Kilatan petir berlomba-lomba mengitari tubuh Rey saat ini, dari arah belakang dua sosok lain mulai mendekati mereka. Barsh dan Syena datang melompat tepat ke arah mereka, kedua senjata mereka menghancurkan tameng pertahanan Mikhail.


Bruakkkkkkk


Darrrrrrrrrrr


Tameng itu hancur seketika, ledakan akibat kekuatan yang menghantamnya itu fatal, sebelum seluruh rekannya menerima hasil ledakan itu. Baron lebih dulu Rey tancapkan ke tanah, aliran sihir listrik dari dalam tanah melindungi mereka dari ledakan. Mikhail terengah-engah, hampir seluruh tenaga sudah ia kerahkan.


Mana nya hampir habis sekarang. Harith beserta Rey masih berdiri disana, mereka saling berhadapan dengan musuh. Rey menatap tajam ke arah Verozi, sedangkan Harith netranya menatap tajam ke arah Barsh.


"Apa kau mampu mengalahkannya Rey?"


Harith bertanya pada Rey dibelakangnya, mereka tak saling menatap. Pertanyaan itu membuat Rey berseringai, hari ini pembalasan dendamnya akan segera terbayarkan.


"Kau hajar guguk sialan itu, aku akan hajar nyamuk raksasa itu!"


Ujaran itu membuat Harith tersenyum, sebelum bergerak Rey menatap ke arah rekannya yang masih bersimpuh itu.


"Jika ada celah, bantulah kami! Pertarungan ini, milik kami!"


Srettttttt


Ucapan penuh tekad itu sekejap membawa Rey juga Harith bersamaan melesat ke arah para musuh mereka. Mereka bertarung disana bagaikan kilatan-kilatan cahaya, gempuran, tangkisan beradu diatas langit. Beberapa Iblis rendahan mulai berdatangan disana, Dion, Justice dan Riley mulai mengerahkan kekuatan mereka. Begitupun dengan Debora.


"Bagaimana pun, tolong tahan mereka untuk tidak membantu Dua Iblis yang sedang Rey lawan!"


Mereka berkumpul disatu titik, satu lingkaran yang sama ditengah mereka ada Mikhail yang masih terkapar lemas kehilangan mananya.


"Lindungi Mikhail!"


Satu kata dari Riley membuat mereka mengangguk, dari dalam sakunya Mikhail mengambil satu botol kecil. Botol ramuan itu adalah Brolavor, Mikhail meneguk itu cepat. Sekejap mana yang hilang dari dalam tubuhnya mulai pulih, dari belakang punggung-punggung rekannya Mikhail bangkit.


"Mohetetrum, Maherra Monium!"



Debora dan yang lain terkejut melihat kubah besar transparan mulai menyelimuti mereka. Iblis-iblis yang melompat ke arah mereka, terpental tak mampu mendekati mereka.


"Kau masih mampu?" Tanya Debora memastikan.


"Aku akan memenuhi tugasku! tidak akan kubiarkan siapapun mati disini! Si bodoh itu, jangan kecewakan dia yang berjuang disana. Kalian bisa melawan mereka dari dalam sini, Debora kau bisa menggerakan sulur-sulurmu. Pelindung ini, adalah pelindung istimewa, mana milik kalian tidak akan habis."


Penjelasan Mikhail membuat seluruh rekannya lega. Kali ini dari dalam sulur sambil berjalan ke arah Rey mereka mulai memusnahkan tiap Iblis diluar pelindung mereka.


Debora mengendalikan pedang miliknya menggunakan sulur, Justice ia mencoba memecah fokus iblis itu, dari dalam pelindung Justice membuat Ilusi, jumlah mereka didalam menjadi seribu. Serangan yang hanya dilakukan berlima, dimata para iblis serangan itu nampak seperti ribuan. Riley dengan panahnya berulang kali meleburkan beberapa Iblis.


...Kalau itu adalah kenangan yang berarti, jangan dilupakan...


...Sebab jika manusia mati, mereka hanya bisa hidup dalam kenangan orang lain...


...Suatu saat akan datang hari di mana semua akan menjadi kenangan...



________


Ensiklopedia :


Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat, termosfer.


Lapisan Mesosfer merupakan lapisan atmosfer yang berada di ketinggian 60 km sampai 80 km dpl.


Udara yang terdapat di sini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi.


Lapisan mesosfer berfungsi melindungi bumi dari meteor, sehingga meteor hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Meteor dari luar angkasa dapat dengan mudahnya masuk ke lapisan eksosfer juga termosfer bumi yang memiliki kepadatan udara rendah.


__ADS_1


__ADS_2