Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Pertaruhan Manusia


__ADS_3

...Banyak orang ingin melupakan masa lalu, tapi sedikit orang yang belajar dari masa lalu...


...Jangan pernah meremahkan diri sendiri, karena diri sendiri ada kelebihan tersendiri...



_________


Sabitan pedang dari Rey menghalau niat Barsh melukai kedua temannya. Disana, Rey yang masih berdiri di udara itu menatap tajam ke arah Barsh. Bahkan Barsh pun juga tak mengenali, siapakah manusia yang berdiri tepat dihadapannya.


Drttttttt


Suara kilatan petir dari dalam pedangnya semakin kuat. Barsh memperhatikan hal itu, petir itu seakan tak asing bagi baginya. Ia menerka-nerka siapakah manusia berani yang datang dihadapannya ini. Lantas mengapa ia datang dan darimana asalnya.


"Sudah cukup bagimu berada disini!" Rey berucap sambil menghunuskan pedangnya ke arah Barsh.


Setttttt


Barsh mundur mencoba mencari aman disana. Bagaimanapun pesan dari Tuannya adalah, ia tidak boleh terbunuh. Aura dari dalam tubuh sosok asing itu kuat, bahkan Barsh dibuat merinding disini.


Tubuhnya, tubuh manusia. Namun mengapa auranya sekuat Dewa. Sejenak Barsh menatap ke arah Syena disana. Gadis itu masih bersimpuh, mencoba menahan sakit atas mantranya.


Barsh juga merasakan ragam perlawanan yang Syena lakukan. Justice dan Debora berlari menghampiri Syena.


"Syena, kau tak apa?" Tanya Debora, ia mengulurkan tangannya mencoba membuat Syena berbalik menatapnya.


Drtttttt



"Awhh..."


Debora memekik tatkala jari tangannya seperti sedang di sengat oleh sesuatu.


"Kau kenapa Debora?" Tanya Justice khawatir.


"Mantranya masih bekerja! Sekalipun dia disana sibuk melawan orang itu. Tetapi, Syena masih belum mampu melepaskan dirinya." Jelas Debora, netranya tak lepas dari Syena yang bersimpuh.


"Lantas kita harus bagaimana Debora?"


Pertanyaan itu seketika membuat Debora mengalihkan netranya. Debora menunjuk ke arah Barsh yang sedang bertarung disana.


"Selagi makhluk itu masih hidup, Syena tidak akan pernah bebas! Dia yang bisa mengendalikan tubuh Syena, agar patuh sesuai perintahnya. Sihir miliknya hanya akan bekerja seratus persen, apabila tubuh Syena berada di dalam Silver Alaska."


"Artinya, dia disini tidak mampu mengendalikan Syena?"


"Benar!" Ucap Debora mengangguk menjawab pertanyaan Justice.


"Makhluk itu, ingin Syena menyerah dengan cara menyiksanya!"


Usai mengatakan itu, Debora kembali bersimpuh dihadapan Syena kali ini. Terlihat kedua netra itu terpejam, keningnya mengkerut menahan rasa sakit mantra yang menjalari tubuhnya, menyiksanya.


"Mungkin kecerdasanku tidak mampu membantumu disini, Syena! Namun, jika Barsh pergi dari dalam Rensuar. Apakah itu akan membantu?"


Selagi menahan sakit di sekujur tubuhnya, Syena masih mampu mendengar alunan suara Debora disana. Tak ada jawaban berupa suara, namun Syena disana hanya mengangguk.

__ADS_1


Jawaban itu membuat Debora lega rasanya. Semakin cepat guguk sialan itu pergi dari sini, Syena akan bebas. Debora menatap ke arah Justice saat ini.


Jari telunjuknya kembali mengarah ke peraduan kekuatan di angkasa. Justice memperhatikan itu, ia juga ikut menatap ke arah langit.



"Kita bisa membebaskan Syena! Dengan syarat, bantulah orang itu mengalahkan Barsh. Atau setidaknya buat dia pergi dari sini. Sihirnya akan hilang, ketika barsh pergi dari sini."


Justice kembali mengeluarkan pedangnya ketika mendengar apa yang Debora katakan. Perkataan Debora selalu benar, segala taktiknya selalu berhasil.


Crashhhhhh


Justice melesat ke angkasa ia mengarah tepat ke peraduan sambil menghunuskan pedang miliknya ke arah Barsh. Melihat penyerangan dari arah bawah, Barsh sekejap mundur.


"Kisana, aku akan membantumu disini!"


Justice berucap tepat ketika tubuhnya berdiri sejajar bersama Rey di angkasa. Disana Rey hanya diam, ia acuh tak menggubris apa yang Justice katakan.


"Sialan, jika begini aku pasti akan mati disini!" Batin Barsh.


"Apa kau tau bahkan tangan kotormu, tidak akan pantas menyentuhku disini! Kau ingin membunuhku, kau saja masih terlalu lemah!" Ucap Barsh pada Justice.


Justice dibuat geram disini. Genggaman pada pedangnya menguat, ketika ia akan melesat maju. Sebuah telapak tangan berhenti tepat didepannya, mencoba mencegahnya.


Justice memutar matanya ke arah Rey saat ini, sebenarnya ada apa dengan manusia ini mengapa ia tidak memperbolehkan dirinya menyerang.


"Redamlah emosimu! Jangan terpancing dengan kebusukan lisannya. Dia yang berdiri disana adalah seorang Iblis, keji dan bodoh. Membuat manusia marah adalah hobinya!"


Perkataan itu rasanya menampar dirinya. Justice mendengarkan itu, mematuhinya. Untuk sesaat ia diam bersama Rey disampingnya.



Lirih Rey sambil menggerakkan tangannya ke arah Barsh. Namun rupanya mantranya sama sekali tak berfungsi, aliran mantranya hilang sebelum mencapai tubuh Barsh.


Barsh berseringai melihat itu. Rey disana mencoba mencari tau apa yang terjadi sebenarnya. Mengapa sihir domain milik Baron hitam, tak berfungsi padanya.


"Ini aneh!" Pekik Baron Hitam dari dalam domain.


"Ya ini aneh!" Rey menjawab melalui telepati.


"Bahkan aku tak melihat adanya sekat disana?"


Dari atas singgasananya, Baron emas mulai bereaksi. Netranya mencoba mencari tau, sebab apa yang membuat kekuatan rekannya tak mampu digunakan.


"Mantra pemblokiran hahaha... Iblis ini waspada sekali, mungkin aku perlu sedikit waktu disini Rey!" Ucap Baron emas.


"Baiklah, aku akan mengulur waktu!"


Selesai dengan percakapannya Rey melesat ke arah Barsh disana. Namun rupanya ada sebuah sekat tak terlihat disana. Pedang miliknya tertancap disana.


Srtttttt


Rey mencabut kembali pedangnya. Disana bola mata mereka beradu saling menatap tajam. Sebuah senyuman dari Barsh seketika membuat tubuhnya menghilang. Iblis itu menyudahi misinya.


Menurutnya, bertahan dalam Rensuar terlalu lama akan membuatnya mati. Hilangnya Barsh dari pandangan matanya semakin membuat Rey geram disana.

__ADS_1


"Syena!!!" Pekik Debora dibawah sana.


Baik Justice juga Rey memutar bola matanya ke bawah. Keduanya terkejut melihat Syena ambruk tersengal-sengal, seakan kehabisan nafas.


Rey yang memiliki ikatan kuat dengan Syena, secepat mungkin turun. Disana ia menghampiri Syena, memangku kepala adiknya itu.


Sekalipun ini kloning namun dari sana, didalam Silver Alaska. Rey yang terduduk sambil terpejam merasakan kembali, betapa hangatnya tubuh adiknya itu.



"Dia kenapa?!" Tanya Justice memekik, dua orang ini dibuat kalut rasanya.


Debora bersimpuh tepat disamping tubuh Syena. Ia menggenggam salah satu tangan gadis itu.


"Kumohon tolong bantu dia! Kumohon!" Pinta Debora pada Rey disana.


Sejenak Rey menatap ke arah Debora, lalu ia mengangguk dan tersenyum. Kedua telapak tangannya mulai menyentuh kepala Syena. Sebuah sihir pengobatan milik Baron Emas.


Aliran sihirnya mulai masuk kedalam tubuh Syena. Gerak tak karuan dari tubuh Syena, perlahan mulai tenang, gadis itu mulai diam. Namun tetap saja, Syena kehilangan kesadarannya.


Ketika tubuh Syena sudah tenang, perlahan Rey membaringkan kepala adiknya. Rey berdiri lalu berbalik, ia harus segera pergi dari sini.


"Tunggu!" Ucap Debora, mendengar itu Rey berhenti namun ia tak berbalik.


"Siapa kau?" Tanya Debora padanya, Rey hanya tersenyum iba mendengar itu.


Rasanya tak ada gunanya menjawab pertanyaan itu sekarang. Lagi pula, Debora dan Syena sudah aman saat ini.


Debora masih memperhatikan Rey disana. Merasa tak akan ada jawaban dari Rey, Debora mendekatinya.


"Terima kasih!" Ucap keduanya bersamaan.


Akhir dari kalimat itu sekejap membawa tubuh Rey menghilang. Debora terkejut melihat itu, namun tak lama ia tersenyum. Entah mengapa melihat manusia misterius itu datang, hatinya hangat sekali.


"Mari pergi, Debora!" Ucap Justice sambil menggendong Syena.


Debora berbalik lalu mengangguk menanggapi ajakan Justice. Keduanya pun memutuskan kembali ke markas.


...Satu-satunya yang boleh memanggilku bodoh adalah diriku sendiri...


...Takdir tidak kenal yang namanya kebetulan...



________


Ensiklopedia :


Galaksi Ursa Mayor Galaksi ini sering dikenal dengan sebutan Galaksi Beruang Besar.


Galaksi ini berjarak 10 juta tahun cahaya dari Bumi dan biasa terlihat sebagai tujuh bintang terang.


Galaksi Ursa Mayor berbentuk elips dan punya 6 bintang.


__ADS_1


__ADS_2