Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Misi Perebutan Tanah


__ADS_3


Noella duduk di kursi yang biasanya Harith gunakan ketika rapat. Sebelum duduk ia membelai kursi itu dengan tatapan kosong.


Axcel dari kejauhan memperhatikan itu. Ia turut merasakan apa yang Noella rasakan. Bagiamana pun juga, Axcel dan Harith itu sudah seperti saudara.


Meja besar memanjang dihadapan kursi itu adalah tempat dimana Harith akan memberi perintah dan misi.


Gema suaranya seperti masih ada disini. Pada akhirnya Noella memantapkan hatinya untuk duduk di atas kursi itu.


Para petinggi dalam Rensuar meliputi, Harith sebagai Kaisar dan pimpinan tertinggi. Lalu Noella sebagai selirnya juga pemegang ramuan dan medis sihir.


Ketiga adalah Axcel sebagai seorang panglima tempurnya. Lalu Profesor Agasha, perancangan senjata sihir dan bentuknya.


Kelima ada Madam Geralda selaku pemegang ilmu ramuan. Lalu saat ini, ada satu tim yang ikut serta dalam rombongan mereka.


Tim itu adalah tim yang di pilih Harith sejak dahulu. Tim yang di jadikan satu sebab solidaritasnya. Tim itu jelas adalah tim nya Rey.


Mereka saat ini memperoleh gelar Jendral Perang Abyas. Dimana kalimat Abyas ini menggambarkan sesuatu yang dahsyat.


Sihir dengan embel-embel Abyas di belakangnya akan menciptakan kekuatan yang sangat kuat. Itulah yang menggambarkan mereka, tim nya Rey.


"Sebentar lagi, kurang setengah jam lagi para petinggi akan datang!" Ujar Axcel.


Noella mengangguk mendengar itu. Ia sedikit mengingat sesuatu perihal suara Rey beserta gambaran mengenai masa depan semalam.


"Apa semalam kau juga mendengarnya Axcel?" Tanya Noella padanya.


Mengingat itu rasanya Axcel di buat sedih. Namun mau bagaimana lagi, perang adalah Medan pengorbanan.


Tak ada yang tidak mati dalam peperangan. Akan ada pemusnahan besar. Dan akan ada pengorbanan besar.


"Seperti hal nya Harith yang siap mengorbankan dirinya untuk bumi dan kesalahannya. Seperti itu pula nanti dia!"


Ujar Axcel menjelaskan. Noella tersenyum getir. Satu-satunya orang yang akan berjasa dalam perang ini akan mati pada akhirnya.


"Aku harap, Penguasa berbaik hati tidak membiarkan itu terjadi!" Jawab Noella.


"Bagaimana bisa itu? Sekali takdirnya seperti itu, maka hal itu akan terjadi! Apa yang Penguasa rancang tidak akan mampu di ubah." Jelas Axcel lagi padanya.


Benar, Noella kembali di ingatkan perihal segala masa yang sudah ia lalui. Sudah banyak hal terjadi dan sekalipun hatinya menolak tak ingin, hal itu masih tetap akan terjadi.


Ciptaan memang kodratnya menerima dan itulah yang mereka rasakan sekarang. Di karunia hidup dan merasakan hal-hal indah itu adalah anugrah. Egois jika hati mereka meminta hal lain.


Jam berputar cukup cepat. Pembahasan itu mengalir mengisinya. Sampai pada akhirnya seluruh petinggi datang dan duduk.


"Nona Noella, kami turut sedih atas apa yang menimpa Kaisar!" Ucap Madam Geralda mengawali.

__ADS_1


Seluruh petinggi termasuk Rey dan seluruh rekannya juga ikut mengucapkan kesedihannya.


"Tak apa, dalam perang memang selalu terjadi hal seperti itu. Tapi itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah."


Ujar Noella sambil menggeleng. Ia juga berusaha menguatkan hatinya.


"Sebenarnya disini, aku sedang merancang pertempuran!"


Ucapan itu membuat Riley terkejut. Baru saja mereka selesai bertempur dan kehilangan Kaisarnya. Lalu sekarang akan bertempur lagi.



"Apakah ada dari kalian yang setuju untuk itu?" Tanya Noella pada seluruh petinggi.


Syena,Rey,Axcel, Madam Geralda juga Profesor Agasha mereka mengacungkan tangannya.


"Aku menyetujui itu!" Ucap Rey.


"Gila!" Tambah Debora memotong ucapan Rey.


"Apa tujuan dari perang ini, bolehkah ku tau itu Nona Noella?" Tanya Debora pada Noella.


Noella memahami apa yang Debora tanyakan.


"Perebutan wilayah! Rensuar sudah di serang beberapa kali oleh mereka. Juga penyerangan kemarin pasti sudah banyak menimbulkan kerugian besar untuk Iblis seratus juta jiwa. Dia mungkin memiliki ketiga Guardian. Tetapi Rensuar memiliki senjatanya. Aku yakin, saat ini adalah saat terlemahnya. Dengan begitu, Silver Alaska akan mudah di taklukan."


Namun nyatanya ketakutan akan kehilangan begitu besar merambati hatinya.


Rey memperhatikan Debora disampingnya yang menunduk. Lalu Rey kembali memperhatikan rekannya yang lain.


Sepertinya penjelasan Noella berhasil menyulut seluruh rekannya kecuali Debora.


Rey tak peduli itu, baginya membumi hanguskan Iblis adalah keinginannya. Dan itu harus terlaksana.


"Baiklah, kami akan menyiapkan pasukan! Lantas kita harus mulai darimana?" Tanya Rey pada Noella.


Kali ini Axcel menunjukkan denah penyerangannya. Denah itu muncul begitu saja di atas meja bak sebuah hologram.


"Kita akan rebut area barat yang di kuasai. Sementara rebut wilayah ini!" Jelas Axcel pada mereka sambil menunjuk wilayah yang akan di rebut.


Debora memperhatikan wilayah itu. Wilayah itu memang tidak terlalu beresiko sebab itu jauh dari kastil Iblis seratus juta jiwa.


Mau tidak mau sebagai seorang pemimpin ia harus kembali memantapkan hatinya.


"Iblis disini tidak terlalu kuat! Namun daerahnya cukup luas. Dan isinya belantara! Rata-rata yang berada disini adalah hewan-hewan terkontaminasi. Mereka berterbangan bak kelelawar."


Jelas Syena, ia sudah cukup lama berada di dalam Silver Alaska menjelaskan apa saja yang ada disana.

__ADS_1


"Jadi apakah kita memerlukan Khufra disini?" Tanya Riley.


Axcel mengangguk mengiyakan itu. Sebab disana Syena mengatakan ada hewan yang terbang dan banyak. Maka Khufra akan sangat berguna bagi para penyerang jarak jauh seperti Riley.


"Riley baru saja mendapatkan tunggangan baru!" Jelas Mikhail.


Hal itu mengingatkan kembali Rey akan naga yang sudah Riley taklukan.


"Ya sudah, kalau begitu seluruh pasukan penyerang jarak jauh akan menggunakan Khufra, dan Riley menggunakan naga. Penyerangan akan lebih cepat dengan naga." Jelas Rey sambil tersenyum.


Axcel mengangguk tentu saja. Luas serangan naga akan lebih cepat mengusir Iblis.


"Apakah naganya mampu meleburkan Iblis?" Tanya Debora.


"Dimana kau letakkan naga itu?" Tanya Profesor Agasha pada Riley.


"Aku meletakkannya di hutan dekat perkemahan para calon Muskeeters. Aku sudah memantrai nya!" Jelas Riley.


"Kalau begitu aku akan kesana merancang senjata yang bisa di kombinasi dengan nagamu."


Penjelasan itu membuat Riley tersenyum senang. Noella mengangguk mendengar itu. Lantas ia pun mengumumkan waktu penyerangannya.


"Penyerangan kita akan di lakukan dua hari lagi. Tolong persiapkan pasukan, juga persiapkan seluruh senjata kalian!"


Ucap Noella, perintah sudah turun. Saat nya bagi mereka menyiapkan keperluan. Setelah keluar dari dalam kastil putih.


Mereka pun mulai menuju ke kastil sihir. Tempat dimana mereka belajar. Tempat dimana para Muskeeters di latih disana.


Dua hari lagi akan ada pertempuran besar. Mau tak mau, seluruh Muskeeters harus siap berada di Medan tempur.


Riley bersama Profesor Agasha juga sedang sibuk merancang senjata pelebur. Ditambah Syena dan Rey yang saat ini sedang melatih pasukannya.


Justice, Mikhail dan Debora juga kembali melatih pasukannya. Meyakinkan mereka, memantapkan hati mereka agar tidak goyah.



________


Hallo Readers! 😄


Makasih ya buat yang udah ikutin cerita ini sampai di bab ini.


Author lagi berusaha update semaksimal mungkin, meskipun saat ini kondisi nya juga lagi gak memungkinkan buat up. Tapi tetap di usahakan!


Apabila ada typo yang berkeliaran mohon maaf yaa... maklumi, sebab ini mata manusia 😄🤣


Jadi rawan salah...🤣

__ADS_1


__ADS_2