Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Mantra Ilusi Terkuat


__ADS_3

...Jika seseorang sudah bertekad, mereka pasti bisa melakukan apapun...



"Tidak akan kubiarkan kalian, menyentuhku walau hanya ujung jubahku!"


Teriak Iblis seratus juta jiwa. Kedua tangannya mulai bergerak bersamaan, dari sana muncul satu sihir berwarna ungu bulat dengan lingkaran hitam di tengahnya.


Clashhhhhh


"Ilusi Sihir Terkuat!" Ucapnya.


Langit yang tadinya cerah mendadak berubah hitam. Tempat mereka terbang saat ini berubah menjadi panas penuh dengan lava. Lahar cair dari gunung meletus membuat Rey dan Syena terdiam.


"Ini ilusi?" Tanya Rey.


Syena membuka mata kirinya kembali. Lahar di bawah mereka panasnya benar-benar merasuk. Bahkan peluh mereka menetes. Ini asli, Syena tau ini. Sebab ilusi tidak akan terasa panas dan semenyiksa ini.


"Ini asli!" Jawab Syena.


Seandainya mereka tidak memiliki kemampuan terbang mungkin mereka akan lebur ke dalam lautan lahar itu melepuh lalu mati.


"Hahahahaha... Bisakah kalian mengalahkan diriku jika kalian tidak tau dimana letak ku?"


Suara berat itu mulai menggema memenuhi tempat mereka berada. Rey mengepalkan kuat tangannya.


"Bagaimana aku mampir menemukan keberadaannya disini?"


Kepada Para Baron dalam domain Rey mulai bertanya terlebih kepada Baron Emas yang mampu mendeteksi juga melihat kemampuan lawannya. Baron Emas dari dalam domain mulai fokus mengerahkan kemampuannya.


"Beri aku waktu untuk menemukannya!"


Ucap Baron Emas padanya. Syena mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ada sepuluh gunung meletus memuntahkan lahar panas. Lahar itu genangannya terkumpul tepat dibawah kaki mereka.


"Sepuluh gunung meletus itu, mungkinkah mereka?" Lirih Syena.


"Huh, apa maksudmu adik?" Tanya Rey padanya.


Syena menunjuk tepat ke arah gunung-gunung itu. Jajaran gunung besar dengan luapan api panas.


"Para generasi mungkinkah disana?"


Ujar Syena sambil menunjuk ke arah gunung-gunung itu. Hal itu membuat Rey membulatkan kedua matanya.


Clashhhhhh



"Jurus lima pedang semesta!" Lirih Rey.


Lima pedang bercahaya muncul tepat di belakang tubuhnya. Jika benar apa yang Syena katakan maka Rey akan menghancurkan gunung itu disana.


"Aku akan coba menghancurkannya!" Ucapnya.

__ADS_1


Syena tidak menghentikan itu. Sebab apabila hal itu benar maka hancurnya gunung itu adalah kemenangan bagi mereka.


"Akan ku bantu!"


Crashhhhhh


Syena mulai mengeluarkan kekuatannya mengarahkan telapak tangannya tepat ke arah gunung-gunung. Ribuan dahan meruncing dengan petir di dalamnya ia todongan tepat ke arah gunung-gunung itu.


"Mari kita mulai!"


Crashhhhhh


Crashhhhhh


Duarrrrrrrrrrr


"Huh!"


Tembakan kekuatan yang mereka tembakan secara bersamaan benar memang menghancurkan gunung-gunung itu. Namun nyatanya tak ada apapun disana. Bersamaan dengan itu Iblis seratus juta jiwa dari dalam lahar mulai memunculkan tubuhnya.


"Berani sekali kau merusak singgasana ku?" Tanya Iblis seratus juta jiwa.


"Rasakan kekuatan yang baru saja ku ambil dari para Guardian Semesta!!!"


Clingggg


Clingggg


Clingggg


Kekuatan ketiga Guardian muncul guardian itu sendiri dihadapannya. Secara tak langsung saat ini Rey Arlert bersama dengan Syena sedang menghadapi Tiga Guardian Semesta yang sedang di kendalikan.



"Licik kau!" Geram Rey memicingkan matanya.


Hatinya mulai menggelap rasanya. Akan berat baginya melawan Harith, Lunox beserta dengan Bembi disana.


"Sambutlah, pelindung galaksi ini sedang tak berdaya dibawah kendaliku! Apakah kau ingin menyerah sekarang lalu menyerahkan ketiga Baron itu padaku? Atau kau ingin mati disini?" Tanya Iblis seratus juta jiwa dengan seringainya.


"Data sudah ku temukan Rey! Ini gawat, dia benar-benar licik! Penjagaan dalam Silver Alaska lemah. Dia menyimpan seluruh iblis petinggi di dalam sana. Dan saat ini yang kau lawan hanyalah tubuh tanpa kelemahan. Tanpa mengalahkan Para Generasi maka, kau tidak mungkin bisa keluar ataupun mengalahkannya."


Rey terkejut mendengar itu. Sial sungguh, ia tak ingin melihat adiknya ikut terseret dalam bahaya besar ini.


Grepppp


"Syena?!" Pekik Rey ketika Syena menggenggam pergelangan tangannya.


"Kau tidak sendirian! Aku disini bersedia mati bersamamu, kakak!" Ujar Syena padanya tanpa menatap ke arah Rey.


Mendengar itu Rey pun mulai memantapkan hatinya. Segala yang terjadi di dalam sini Rey pasti akan mengerahkan seluruh kekuatannya.


Jika memang tubuh Iblis ini tak mampu kalah sebelum para generasinya musnah maka, itu tergantung pada seluruh rekannya di luar sana. Saat ini hari kecilnya hanya berharap pada Debora. Ia ingin Debora mampu memecahkan seluruh teka-teki ini.

__ADS_1


Dengan satu anggukan secara bersamaan baik Rey dan Syena keduanya melesat ke depan. Mereka sudah siap bertempur melawan ketiga Guardian itu disana.


______________



Di luar Debora terkejut melihat Rey dan Syena beserta Iblis rendahan itu hilang tanpa jejak. Hatinya mulai kalut saat ini.


"Debora bagaimana ini?" Tanya Justice di sampingnya.


"Jika iblis itu membawa Rey ke suatu tempat maka artinya. Mungkin jantungnya tidak berada disini bersamanya." Jelas Debora.


"Apa maksudmu?" Tanya Mikhail.


Debora berbalik menatap para Muskeeters. Dari sini ia akan menjelaskan sesuatu yang sangat besar. Sesuatu yang mungkin ini akan menjadi pertama kalinya bagi mereka para Muskeeters tingkat bawah untuk melakukan hal nekat ini.


"Para Muskeeters!" Teriak Debora menggunakan sihir gema.


Akibatnya suara kecilnya di dengar oleh ribuan Muskeeters yang berada disana. Para Muskeeters yang sempat runyam sebab keadaan yang semakin memburuk serentak diam ketika mendengar Debora bersuara.


"Rey Arlert dan Syena sedang berjuang di bawa pergi oleh makhluk keji itu! Maka saat ini giliran kita lah yang akan berjuang membantu mereka!" Jelasnya.


Debora sedikit merutuki dirinya sendiri. Sebab jika saja otaknya mampu bekerja lebih baik dalam menyimpulkan. Rey beserta Syena tidak akan terjebak didalam sana.


Debora sangat yakin, iblis itu tidak akan mengurung Rey dan Syena dalam satu tempat lalu melawannya. Sebab ia pasti akan ketakutan saat melakukan itu jika Para petinggi menyatu dalam tubuhnya sekarang.


Namun apabila ia berani mengurung Rey dan Syena dalam satu tempat bersamanya itu artinya. Para generasi petinggi sedang di sembunyikan di suatu tempat. Dan suatu tempat yang paling aman untuk itu adalah Silver Alaska itu sendiri.


"Kita akan menuju Silver Alaska!" Teriak Debora.


Beberapa dari Muskeeters terkejut mendengar itu. Riley yang tau bahwa masih ada sikap pengecut dalam diri Muskeeters pun turut ambil alih. Riley bersama mulai mengendalikan naga besar itu lalu naik ke atasnya. Naga itu ia terbangkan tepat di belakang tubuh Debora.


"Rey Arlert dan Syena adalah kunci dari kebebasan kita! Dia adalah ramalan yang dikatakan para Lapu-lapu! Menolongnya berarti menolong kebebasan kalian juga! Adakah disini yang akan diam ketika temannya sedang dalam bahaya?" Tanya Riley di atas naganya.


"Tidak bukan! Maka mari, kita satukan kekuatan kita. Kita hancurkan Silver Alaska seperti mereka menghancurkan Rensuar!" Ucap Riley lagi.


Debora lega rasanya memiliki rekan yang mengerti seperti Riley.


"Tujuannya adalah menghancurkan Silver Alaska!" Perintah Debora.


Semangat mereka kembali terbakar. Jika berbicara mengenai kebebasan maka mereka akan siap bertempur kembali.


Teriakan penuh semangat para Muskeeters mengiringi mereka terbang ke arah daerah terkontaminasi bernama Silver Alaska.


Beberapa iblis yang masih ada dalam Rensuar terkejut melihat itu. Sebab nyatanya disana lah keberadaan para petinggi mereka.


Apabila para petinggi terancam maka Tuan mereka juga akan terancam. Segera mereka berlari mengikuti terbangnya para Musketeers.


...Kekalahan pertama memang menyakitkan, tapi karena itulah yang membuat game menyenangkan...


...Anak muda seharusnya mencoba mendapatka berbagai macam pengalaman...


...

__ADS_1



...


__ADS_2