
...Hanya aku yang bisa mengubah hidupku...
...Tak satu orang pun mampu melakukannya untukku...
"Mari kita kalahkan dia!" Ucap Rey dan Syena serentak.
Harith tersenyum mendengar itu. Detik itu juga Cronus muncul di antara kegelapan. Telapak tangan kirinya ia arahkan tepat ke arah Syena saat ini.
"Segel kutukan iblis!"
brukkkkkk
"Aghhhhh..."
Syena memekik ketika jantungnya serasa diremas saat itu juga. Berulang kali ia menepuk-nepuk dadanya berupaya menghilangkan apa yang ada didalam sana.
Nafasnya mulai tersengal-sengal. Gema suara Cronus disela-sela kesakitan yang Syena rasakan membuat Rey murka rasanya. Wajah adiknya itu semakin pucat disana. Ketika batuk darah keluar dari dalam mulutnya, Rey tanpa berpikir panjang mengembalikan Baronnya kedalam domain.
"Syena!" Pekik Rey menghampiri adiknya.
"Arghhhhhhhh!!!" Pekik Syena lagi.
Harith menatap tajam ke arah Cronus saat ini. Baiklah, ia tau sekarang. Iblis ini membawa secuil kutukan Syena yang ada dalam Barsh.
"Rey, jaga Syena! Biarkan aku saja yang maju disini. Sebab jika Syena dibiarkan tanpa penjagaan, maka iblis ini akan mampu mengendalikannya. Dan itu akan membuat kita kerepotan nantinya!" Jelas Harith.
Ya, benar sekali apa yang Harith katakan. Segel kutukan dibuat oleh Barsh untuk membiarkan Syena mampu mengendalikan kekuatan Baron Putih dalam tubuhnya.
Sebab Syena bukanlah seorang indigo seperti Rey. Tanpa adanya segel kutukan, Syena hanyalah seorang manusia biasa tanpa sihir.
Selain untuk membuat Syena mampu menggunakan kekuatan Baron Putih dalam tubuhnya. Segel itu pula yang menyegel segala kenangannya semasa hidup.
Dia hanya akan mendengarkan apa yang pertama kali Barsh katakan dan ceritakan. Dan sampai detik ini pun Syena percaya bahwa dia di asuh oleh iblis, di kasihani oleh mereka sebelum ia sampai kemari.
Nyatanya bukan begitu, Syena dirampas dari Rey saat itu oleh para iblis. Lalu didalam Silver Alaska mereka mulai mengkontaminasi Syena dengan sebuah segel kutukan.
Detik ketika hati manusianya mulai lelah dan memilih memberontak. Hal itu terjadi karena pertemuan antar dirinya dan kedua pedang guardian.
Segel yang memendam ingatan Syena hanya akan mampu hilang seluruhnya ketika Barsh musnah. Selama Barsh masih hidup, Syena tidak akan mampu mengingat apapun perihal kenangannya semasa hidup. Dan selalu ada kemungkinan bahwa Syena akan dikendalikan sepenuhnya oleh Barsh.
"Apa yang harus aku lakukan untuk Syena, Kaisar?"
Rey masih tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Adiknya disana berulang kali memekik kesakitan, sedangkan Harith ia sedang berusaha mengalahkan Cronus disana.
"Keluarkan aku Rey!" Perintah Dandelion.
Rey yang tak tau apapun perihal ini segera mengeluarkan Dandelion dari balik tubuhnya. Sayap-sayap putih itu mendekap Syena masuk kedalam tubuh Rey, memeluknya.
Dalam pelukan itupun Syena masih tetap meracau kesakitan. Salah satu matanya yang berfungsi mulai memerah, teriakannya semakin menjadi jadi.
__ADS_1
Kedua tangannya berusaha menghindar dari pelukan Rey. Tangan itu menyiksa tubuhnya sendiri. Sekuat tenaga Rey menahan apa yang sedang Syena lakukan disana. Ia benar-benar tak tega rasanya.
"Aaaaaa... Hiks... kakak..." Lirihnya entah sadar atau tidak.
Ketiga Baron dari dalam domain bersama dengan Dandelion mencoba menarik kesadaran Syena.
Partikel Baron putih yang berada dalam tubuh Syena mulai terhubung, dengan domain Rey. Mereka bermaksud menjaga kesadaran Syena agar tidak terambil alih oleh Cronus.
Syuthhhhh
Namun rupanya hal itu tidak semudah yang mereka bayangkan. Kekuatan segel iblis yang ada dalam mata kirinya membuat mereka berempat kewalahan.
Apabila mereka memaksa hal itu, Iblis yang bersemayam dalam mata kirinya akan membuat Syena membunuh tubuhnya sendiri.
"Jangan hanya diam! Tolong aku dan adikku!" Pekik Rey.
Sungguh Rey benar-benar iba melihat kondisi Syena saat ini. Gadis kecil kesayangannya ini benar-benar seperti kehilangan akal saat ini.
Kedua tangannya yang berusaha menjambak surainya sendiri, Rey tahan sejak tadi. Tiga kali cengkraman kuat itu Syena berikan pada surainya, itu bukan hanya cengkraman yang berasal dari kekuatan manusia.
Separuh dari kekuatan kutukan itu juga bekerja disana. Akibatnya beberapa bagian kulit kepalanya mengelupas. Darah segar itu mengucur deras dari dalam kepala Syena.
"Kami sedang berusaha Rey!" Ucap Dandelion.
"Arghhhhhhhh!!!"
Teriaknya lagi, kekuatannya kian menggila. Satu teriakan namun mengandung dua suara sekaligus. Satu adalah suara milik Syena, sedang satu lagi adalah suara iblis kutukan dalam matanya.
___________
Syena berada dalam satu domain lain. Ini adalah domain Iblis dari mata kirinya. Ada dua kekuatan dalam diri Syena. Satu adalah kekuatan Iblis dalam mata kirinya, kedua adalah kekuatan Baron Putih.
Kekuatan Iblis dalam mata kirinya memang lebih besar. Iblis memang tak memiliki domain, namun karena Iblis dari segel kutukan ini lebih besar daripadanya, itulah yang menyebabkannya menguasai domain Syena.
Melalui kekuatannya, ia merampas domain kekuatan Baron putih dalam tubuhnya. Itulah penyebab mengapa Syena sama sekali tak mampu menggunakan kekuatan mata kirinya dengan baik.
Syena hanya akan mampu menggunakannya ketika dirinya benar-benar bertekad menentang melawan, iblis dalam mata kirinya.
Namun ketika hal itu berhasil, Iblis ini akan kembali menggunakan kekuatannya untuk memendam seluruh memori Syena.
Akibatnya tiap kali kekuatan itu berhasil dikeluarkan, Syena akan pingsan sebab kehabisan mana. Lalu iblis laknat ini akan mengubur segala keberhasilan Syena dan menyebabkan Syena tak akan ingat apapun.
"Lagi-lagi kau membuatku kesulitan!" Ujar Iblis itu padanya.
"Hahaha.. Kau pikir kau mampu membuat Syena menyerah? Tidak!" Ucap Syena menantang.
"Kalau begitu, aku akan membuatmu merasakan rasa sakit dunia! Aku akan merusak tubuh manusiamu!"
Lilitan yang berada di antara kedua tangannya menyebabkan Syena tak mampu berbuat apapun. Dari dalam sana samar-samar Syena mendengar suara seseorang. Memanggilnya, pelan dan lembut.
"Adikku, kumohon lawanlah! Kumohon Syena kembalilah! Lawanlah kumohon!"
Suara itu adalah suara milik Rey. Diluar sana ia masih berusaha menyadarkan Syena.
__ADS_1
"Bajingan gila itu benar-benar membuatku susah!"
Pekik Iblis kutukan, iblis itu menjauh memundurkan tubuhnya dari Syena. Kedua tangannya bergerak sambil merapal mantra, mengarahkannya pada Syena.
Dua kubu besar dari kiri kana Syena muncul. Kubu itu di gerakkan untuk mengapit Syena.
"Kekuatan kutukan satu! Pengendalian tubuh!"
Ucapnya, detik kemudian kubu itu bergerak mengapit tubuh Syena menelannya. Hanya ada satu suara pekikan ketika kubu itu benar-benar mengapitnya.
Iblis kutukan berseringai melihat upayanya. Dengan begini, Cronus disana sudah dipastikan mampu mengendalikan Syena sepenuhnya.
Deppppp
Deppppp
Ditengah kepanikan Rey, juga upaya Syena didalam domain setan. Seseorang datang menghampiri Syena, orang itu muncul dari dalam secercah cahaya. Syena yang hanya mampu menangis ketika melihat seseorang itu kini datang tepat berdiri dihadapannya.
"Anakku... Sudah waktunya untukmu menolong mereka, Syena ku! Kembalilah, aku tau kau mampu! Atau Rensuar akan dilahap kehancuran lagi!"
Iblis kutukan geram melihat kehadiran sosok lain dalam ingatan Syena yang berusaha keluar mengusik rencananya.
"Sialan! Siapa kau!" Pekiknya mencoba menghampiri sosok itu.
Namun rupanya Syena berhasil membuat sekat melalui kemampuannya, mencoba menahan iblis itu disana.
Sosok ini manusia, seorang manusia dengan pakaian biarawati. Seorang Wanita yang begitu lembut tangannya, mengusap surai coklat milik Syena.
"Bangunlah anakku! Hancurkan mereka, tetap berdirilah bersama Kakakmu. Selalu dukung dan bantu dia, sebab tidak ada manusia lain yang lebih menyayangimu setelahku daripada, Rey Arlert!"
Deggggg
Syuthhhh
Ucapan itu adalah sumber kekuatan bagi Syena. Sekalipun mata kirinya menolak terbuka, Syena kembali memaksanya. Melawan kekuatan iblis yang mencoba menyakitinya.
Hilangnya sosok itu darinya membuat Syena mampu membuka mata kirinya. Detik itu juga, Iblis kutukan terpental jauh masuk kedalam kegelapan kembali.
Drttttttt
"Huh?!" Pekik Rey meregangkan pelukannya lalu menjauh dari Syena.
Samar-samar dari punggungnya, Syena mengeluarkan sayap putih namun itu berasal dari cahaya. Kilatan-kilatan petir mulai bermunculan mengitari tubuhnya.
"Akan kuhancurkan lagi kau, Cronus!" Ucapnya penuh ambisi.
Untuk pertama kalinya, Rey melihat mata kiri Syena yang bercahaya putih. Seperti miliknya ketika ia menggunakan seluruh kemampuan Baron Putihnya.
...Hidup itu ibarat bersepeda...
...Agar tetap seimbang, Anda harus terus mengayuh...
__ADS_1