Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Sebuah Fakta


__ADS_3

...Jangan sia-siakan kesempatan yang ada...


...Akan membosankan kalau sampai kau menyesalinya nanti...


...Hidup ini seperti pensil yang pasti akan habis...


...Tetapi meninggalkan tulisan-tulisan yang indah dalam kehidupan ...



_________


.


.


Didalam Alaska Rey sedang berjalan-jalan diantara Belantara. Rasa laparnya membuat dirinya nekad pergi keluar dari dasar jurang. Sekalipun tiga Baron dalam domain terus merapal sumpah serepah mereka, namun Rey tetap ingin memetik beberapa buah disana.


Dekat dengan area Utara ada hutan yang tidak ikut terkontaminasi mantra. Hutan itu masih hijau, masih asrih. Cukup aneh memang, hanya area itu saja yang bebas.


Sembari mengunyah sebuah apel dalam genggaman tangannya, tubuh yang diliputi sihir penyamaran aura ini berjalan dengan santai.


"Padahal didasar jurang pun kau bisa mendapatkan makanan! Lantas mengapa kau pertaruhkan nyawamu muncul ke permukaan."


"Astaga diamlah sebentar, andai kau berada disebelahku mungkin sudah ku bungkam mulutmu dengan apel ini."


Rey membalas gerutuan Baron Hitam. Pedang itu selalu saja memprotes tiap apa yang Rey lakukan apabila tidak sesuai dengan inginnya.



"Kau merepotkanku!"


"Anggap saja itu biaya sewamu dalam tubuhku!"


"Sepertinya makhluk ini memang harus dibawa masuk kedalam black hole. Aku ini Seniormu Rey, seharusnya kau bersikap sopan padaku."


"Lantas aku harus memanggilmu apa? Paduka?"


Debatan demi debatan sama sekali tak pernah usai antara mereka. Baik Baron Putih juga Baron Emas mereka lebih memilih diam, cukup lelah rasanya melerai mereka berdua.


Ini sedikit mengingatkan Rey pada istri tak sah-nya. Pemuda yang tak sengaja membuat Rey kehilangan keperjakaan bibirnya. Pemuda itu adalah Justice, rasanya ia merindukan segala perdebatan konyol dengannya.


"Hei sudahlah kalian! Petik beberapa buah lalu kembalilah kedalam markas Rey!"


Glekkkkk


Rey menelan buah yang sudah ia kunyah lalu mengangguk mengerti menanggapi segala ucapan Baron Emas didalam domain.


"Ah baiklah, memang merepotkan berdebat dengan para sesepuh!"


Sungguh manusia satu ini benar-benar kehabisan akal. Tiga Baron dalam domain seketika memicingkan matanya, Arlert adalah manusia paling mengesalkan dibumi ini.

__ADS_1


"Kau menyulut emosiku Rey!" Geram Baron putih.


"Hah, aku benar bukan? Penampilan kalian dengan rambut putih itu, rasanya seperti melihat para kakek usia sembilan puluhan."


"Arlert!"


Drtttttttttt


"Hah!!!"


"Baiklah... ampuni aku!!!"



Rey memekik ketika tubuhnya serasa di setrum dari dalam. Rupanya Baron dari dalam domain juga mampu menyiksa tubuhnya. Rasanya tubuh miliknya seperti bukan kepunyaannya lagi.


Rey memetik buah terakhir dari atas pohon menggunakan sihirnya. Hutan tak terkontaminasi ini sama sekali tak memiliki kehidupan. Tak ada hewan-hewan disini, hanya pepohonan subur dengan buahnya. Satu-satunya hewan yang hidup didalam Silver Alaska, adalah burung gagak dan burung hantu.


Dua burung itu bersuara mengalun tiap malam menjelang, memang disini bahkan kau tak akan mampu membedakan waktu siang, pagi juga malam. Segalanya sama, satu warna tak berganti Silver adalah warna dominan disini.


Rey menarik tudung kepalanya, menutupi Surai putihnya kembali. Ia ingat sesuatu mengenai latihan miliknya. Baron Hitam bilang padanya bahwa ada kemajuan dalam pengumpulan mana milik Rey.


Jika tadinya sama satu jam Rey mampu mengumpulkan sepuluh persen mana. Kali ini seiring bertambahnya hari juga latihannya, Rey mampu mengumpulkan tiga puluh persen mana dalam satu jam. Memang harus ekstra sabar jika mengumpulkan mana melalui meditasi alam.


Mengingat hal itu semakin membuat Rey bertekad latihan lebih keras lagi. Apapun yang terjadi ketiga sihir pamungkas itu harus ia kuasai. Dia tidak akan pernah menyerah ditengah jalan.


__________



Syuthhhhh


Melihat kecanggungan juga ketakutan dalam diri Syena. Dari dalam domain, Harith mengambil jamuan berupa minuman.


"Minumlah dahulu!" Ucap Harith ramah. Minuman itu datang terbang di udara menghampiri Syena.


"Aku menolak minuman yang berasal dari orang asing! Maafkan aku!"


Harith tersenyum mendengar jawaban itu. Kewaspadaan Syena tinggi rupanya, ia hanya menghela nafas ketika mendengar penolakan kecil dari Syena.


"Syena, aku tidak akan meracunimu disini!" Ucap Harith lagi, seketika Syena ingat apa yang Debora katakan padanya sebelum ia datang kemari.


Perkataan dari gadis yang sudah ia anggap sebagai seorang kakak, seketika meluluhkan hatinya. Syena mengulurkan tangannya mengambil segelas minuman itu.


Ketika minuman itu berada dalam genggamannya, Syena pun mulai meneguknya. Rasa dari dalam cangkir itu membuatnya membulatkan matanya.


"Hmmm... enak sekali!" Ucap Syena sambil meneguk habis minuman itu.


Syuthhhh


__ADS_1


Cangkir yang dipegangnya seketika menghilang ketika minuman itu habis masuk kedalam perut Syena.


"Itu otomatis, makanan ataupun minuman dalam wadah yang kutawarkan akan hilang secara otomatis ketika habis."


Penjelasan itu membuat Syena mengangguk. Kali ini Harith ingin langsung pada intinya. Mengenai masalah Rey yang dianggap mati oleh rekannya, juga Axcel.


"Syena, perjanjian semacam apakah yang kau lakukan dengan dua pedang semesta?"


Deggggg


Seketika Syena dibuat jantungan. Bagaimana leonin ini tau rahasia dibalik kematian Rey. Apakah ini artinya dirinya akan dibuang ke Silver Alaska lagi. Disana Syena menunduk ia tak menjawab perkataan Harith.


Harith yang tak memahami apa maksudnya itu. Memilih memakai kekuatannya, sebuah sihir dimana ia akan mengetahui apa isi dari dalam pikiran Syena. Sihir khusus ini hanya mampu dilakukan oleh para Guardian saja.


Isi pikiran Syena seketika membuat Harith terkekeh. Hal itu mengundang kembali kedua netra Syena untuk menatapnya. Tatapan itu seakan meminta jawaban atas tawa yang sudah ia lepaskan.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Syena padanya.


"Aku tidak akan membuang mu kesana lagi! Kau tenang saja, kau yang diselamatkan susah payah. Mengapa harus ku kirim kembali kesana? Rey disana ingin kau hidup bebas disini. Dia sangat menyayangimu, Syena!"


"Aku bahkan sama sekali tak mengenal Rey! Bagaimana bisa dia menyayangiku sebesar itu, bahkan mempertaruhkan nyawanya..."


"Rey masih hidup!"


Ucapan Syena terpotong lagi kali ini. Rasanya mengagumkan mengenal leonin ini bagi Syena. Leonin ini, tanpa dirinya menjelaskan padanya ia tau segalanya. Syena tersenyum simpul sejenak, lalu mengangguk mengiyakan apa yang Harith katakan.


"Kaisar, ada alasan mengapa aku harus bungkam untuk itu." Ucap Syena.


"Syena, apakah Baron Hitam dan Baron Emas menemuimu?"


Sekalipun banyak penolakan yang Syena berikan. Namun Harith, tetap saja melontarkan pertanyaan yang benar. Rasanya tak ada gunanya menutupi semua ini darinya.


"Iya Kaisar!" Jawab Syena.


"Jadi, bisa kau ceritakan padaku, Syena?"


Pada akhirnya Syena menyerah. Ia menceritakan detail rinci kejadian, dimana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan dua pedang itu. Sampai ketika pedang itu meminta padanya, untuk dipertemukan dengan Baron Putih.


Syena juga menceritakan bahwa mereka tidak mampu berada dalam tubuh Syena. Sebab mata kiri Syena sudah terkontaminasi oleh para Iblis. Syena memiliki satu kutukan dalam matanya, sebuah kutukan sihir pengendali.


Hanya dia yang membuat itulah yang mampu mengendalikan Syena. Apabila Syena jauh dari jangkauan nya, mantra kutukan itu sama sekali tak akan bekerja. Bahkan mantranya hanya akan bekerja lebih efektif, ketika Syena berada didalam Silver Alaska.


...Yang namanya manusia itu punya semangat hidup...


...Kau tidak bisa mengukur seseorang sukses dalam sekejap...


...Selama manusia melakukan apa yang bisa ia lakukan dia punya hak untuk merasa bangga...


...


__ADS_1


...


__________


__ADS_2