
... Tidak semua orang akan memahami jalanmu...
...Tidak apa-apa, mereka hidup bukan untuk memahamimu...
Ketenangan yang mereka miliki sesuai serangan besar itu nyatanya tidak berlangsung lama. Selama Iblis seratus juta jiwa masih mengintai didalam Silver Alaska. Mereka para manusia, masih tetap berada dalam ambang kepunahan.
Sebab ambisi besar Iblis seratus juta jiwa mengatakan kepada seluruh rakyat iblisnya, para sekutunya yang keji sepertinya. Ambisi mereka hanya satu, yaitu menguasai bumi besar ini dengan seluruh kaum mereka.
Bagi mereka hanya kaumnya sajalah yang pantas menduduki bumi. Sebab mereka mengatakan bahwa lebih baik kodratnya daripada manusia.
Mereka memandang manusia sebelah mata, sebab mereka adalah ras yang fana. Tidak seperti mereka yang mampu beregenerasi.
Tetapi mereka melupakan satu hal dalam bab dunia. Bahwa apa yang ada didalam bumi juga semestanya adalah fana. Yang abadi adalah penciptanya.
Mereka terkadang melupakan bahwasannya mereka adalah ilusi belaka yang diciptakan sebagai bidak-bidak yang menghiasi takdir.
Mereka diberi kenikmatan oleh karena itu mereka lupa, bahwasannya mereka sendiri kodratnya adalah tiada.
Rancangan strategi dari dalam Silver Alaska, saat ini mengirim satu iblis bukan dari generasi. Namun dia kehebatannya sudah diakui oleh Raja mereka, yaitu Iblis seratus juta jiwa.
Iblis ini merambat melalui tanah, juga mampu merubah wujudnya sebagai seorang manusia. Wujud aslinya adalah kelabang besar.
Sebut saja namanya adalah Cronus. Melalui jari jemarinya ia mampu mentransfer racun. Racunnya tidak membunuh, namun merubah tiap apapun yang ia sentuh menjadi sebuah monster.
Mereka yang terkena dampaknya akan menggila, haus darah manusia seperti hal nya para Iblis rendahan.
"Hahaha... Pada akhirnya aku mampu masuk kedalam Rensuar yang payah ini! Aku akan mengacau sesuai dengan perintah dari Tuanku! Lantas jika aku berhasil membunuh banyak manusia disini, pangkat milikku akan bertambah." Lirih Cronus yang sudah mengambil wujud manusianya.
Ditengah keramaian itu ia berjalan-jalan, memperhatikan satu persatu manusia disana. Perdagangan yang dilakukan mereka sama sekali tidak Cronus mengerti.
Iblis itu hanya berjalan sambil mematri situasinya. Ia mencoba mencari satu celah yang pas untuk meluncurkan aksinya.
Cronus berhenti tepat di antara pejalan kaki disana. Ada seorang Pria bertubuh besar dengan jubah putih yang mendekap tubuhnya.
Dari sana Cronus menyimpulkan bahwa manusia itu adalah salah satu pelindungnya Rensuar. Jubah putih itu nampak tak asing bagi Cronus.
Cronus berseringai melihat apa yang ia temukan. Pria yang sedang membelakanginya itu tak tau, bahwa tepat dibelakangnya ada bahaya yang sedang mengintainya.
"Sebuah perayaan didalam sini akan dimulai! Matilah kau para manusia, mari saling membunuh kalian!"
Lirih Cronus, jari jemarinya telapaknya mulai membiru. Racun miliknya mulai dikerahkan, sambil berjalan Cronus menyentuh kecil tangan pria itu. Hanya sekedar menggesekkannya saja.
__ADS_1
Degggggg
Syena yang berada tak jauh dari sana merasakan sesuatu. Satu kehadiran salah satu Iblis, matanya yang biasanya bercahaya hanya karena Rey. Mendadak mengeluarkan cahayanya.
Syena menoleh kebelakang mencoba mencari-cari perasaan apa yang membuatnya kalut saat ini. Debora yang berada disampingnya dibuat heran rasanya.
"Syena ada apa?" Tanya Debora menepuk bahu Syena yang membelakangi tubuhnya.
"Enghh...." Lirihnya sambil memegangi mata kirinya.
Bayangan itu kembali, bayangan dimana setiap kali Syena ingin mendapatkan makanan dari dalam Silver Alaska. Barsh selalu menyuruhnya untuk berjuang mengalahkan para Iblis.
Syena ingat sekarang, salah satu iblis yang sempat ia kalahkan berulang kali dalam Silver Alaska sedang ada disini.
"Hei, ada apa?"
Kali ini Debora bertanya sambil berdiri dihadapannya, menundukkan kepalanya mencoba melihat apa yang terjadi pada Syena sebenarnya.
"Huh?"
Debora terkejut ketika mendapati mata kiri Syena Yan bercahaya disana. Setaunya, mata kiri Syena akan bercahaya hanya ketika berada disamping Rey. Namun ini, apa penyebab mata kiri itu bercahaya sekarang.
"Aaaaaaaaaaa!!!"
Jawaban dari Syena diiringi dengan suara teriakan besar dari seseorang yang cukup jauh letaknya dari mereka saat ini.
Kerumunan manusia mulai berlari pergi ke arah Kastil sihir. Syena dan Debora membulatkan matanya, mereka masih tertegun mencoba mencari tau hal apa yang membuat para manusia ini ketakutan saat ini.
"Erium!" Lirih Debora terbang dengan sihirnya.
Syena mengikuti apa yang Debora lakukan. Tepat ketika tubuh mereka berada di angkasa, dari sana mereka melihat satu kejadian yang cukup aneh.
Seorang Pria berjubah putih sepertinya mengaum memangsa manusia lain disana. Ketika Debora akan menghampirinya, Syena menahan pergelangan tangannya.
"Kakak, ini bukan Iblis biasa! Dia mampu mengubah manusia sepertimu menjadi seorang Iblis. Kakak, biarkan aku yang maju! Tolong panggil kakak Rey! Sebab hanya mereka yang memiliki pecahan kristal suci dalam tubuhnya saja, yang tidak mampu terkontaminasi dengan racunnya." Jelas Syena.
Syuthhhh
Sihir ranting miliknya mulai muncul dari balik tubuhnya. Syena yang tau apa maksudnya itu mencoba percaya pada kemampuan Syena saat ini.
__ADS_1
Ia tau, akan lebih bahaya apabila dirinya ikut bergabung dalam penyerangan ini. Sebab ia juga hanyalah seorang manusia biasa, dengan sihir biasa.
Dia bukan salah satu Musketeers terpilih seperti Rey dan Syena. Debora hanyalah peran pendukung bukan ikon utamanya.
Sejenak Debora menatap ke arah benteng tinggi yang letaknya jauh disana, di atasnya ada bendera lambang Rensuar. Hari ini Rey ditugaskan disana.
"Panggil kakak Rey!" Ucap Syena.
Clashhhh
Usai mengatakan itu keduanya pun melesat ke arah yang berbeda. Debora yang terbang menghampiri Rey dengan sihirnya, dan Syena yang melesat ke arah Musketeers yang sudah menjadi Iblis disana.
"Syena..."
Suara itu membuat bulu kuduk Syena meremang sesaat. Sebuah suara yang pasti tidak akan pernah Syena lupakan.
Dan benar saja, ketika biang dari masalah ini menampakkan diri. Syena tau, dan yakin mengenali iblis ini.
Cronus, bukan salah satu iblis petinggi. Namun dia adalah salah satu iblis rendahan yang berusaha meningkatkan jumlah angka pelenyapan tertinggi.
Sebab mereka yang membunuh lebih banyak manusia, akan dijanjikan sebuah tahta dan gelar oleh Tuan mereka, Iblis seratus juta jiwa.
"Wah rupanya kau berhasil menenangkan rekornya sepertinya?" Sindir Syena padanya.
"Kau mungkin mengalahkan ku berulang kali didalam Silver Alaska. Tetapi hari ini, Tuan sudah memberiku kekuatan lebih. Dan aku yakin bahwa kau pun tidak akan mampu mengalahkan ku!" Geram Cronus.
Ia kembali diingatkan memori perihal berulang kali Syena mengalahkannya dulu. Cronus mengepalkan tangannya, hari ini sungguh ia tidak akan kalah dari Syena lagi.
Gadis ini harus diberi pelajaran. Gadis ini adalah pengkhinat yang tidak akan pernah di ampuni nyawanya oleh Tuan mereka.
"Persiapkan dirimu Syen! Akan ku buat kau bertekuk lutut padaku lalu menjadi bonekaku!" Ucapnya.
Syena hanya berseringai menanggapi itu.
"Sepertinya kau lupa, bahwa aku tidak akan mempan dengan racunmu!" Ucap Syena padanya.
Namun disana Cronus juga berseringai, kekuatan yang di bagikan untuknya dari Tuannya sungguh mungkin akan mempersulit Syena.
Barsh mentransfer kekuatan kutukan mata kiri Syena sedikit padanya. Namun itu hanya mampu digunakan satu kali saja. Cronus akan menggunakan itu dalam situasi yang tepat nantinya.
...Berharaplah yang terbaik, dan usahakanlah yang terbaik...
...Harapan tanpa usaha, biasanya adalah perjalanan yang lama dan tak kunjung sampai...
__ADS_1
...Jangan menyerah. Hal-hal besar membutuhkan waktu, Bersabarlah!...