Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)
Pertempuran 1 (Bertemu)


__ADS_3

Syena masih melawan ribuan iblis rendahan di sana. Bersama dengan Rey, mereka berhasil menumpas sekitar lima ribu iblis rendahan. Para pasukan mereka juga masih semangat menumpas mereka. Mereka hampir sampai di Menara kegelapan.


"Hampir sampai, terus melangkah! Kita harus mencapai menara itu!" teriak Rey kepada seluruh pasukannya, sembari kedua tangannya sibuk mengayunkan pedangnya menumpas habis seluruh iblis yang datang menerjangnya.


"Kebebasan!!!" teriak Syena.


Darrrrrrr


Darrrrrr


Kilatan petir besar yang berasal dari sihir milik Syena, mulai menyapu habis iblis yang menghalangi jalan mereka. Terlihat sebuah batu besar berdiri begitu kokoh di hadapan mereka. Syena dan Rey masih terus terbang mengarah maju ke depan.


Ketika mereka hampir sampai ke baru itu. Dari atas batu tepat di ujungnya, tiga kekuatan sihir besar mengarah pada mereka.


Kecepatan sihir itu cepat sekali, hanya Rey dan Syena saja yang mampu melihat sihir itu dengan gerakan lambat. Rey dan Syena sigap memberi perlindungan kepada seluruh pasukan mereka, yang saat ini berhenti tepat di balik tubuh mereka.


"Abiogolio!!!" teriak Syena dan Rey bersamaan.


Tameng besar itu menghalau serangan yang ditembakkan tepat ke arah mereka. Serangan itu semakin menipis, sampai pada akhirnya pudar. Dan di sana, baik Rey juga Syena dibuat terperangah rasanya. Mereka terpaku menatap tiga sosok yang berdiri di udara dengan jubahnya.


Kepala mereka bertanduk, kedua mata mereka memerah. Taring-taring iblis terpampang jelas. Namun, Rey dan Syena mengenali mereka. Salah satu dari mereka adalah, Harith.


"Kakak, mereka dikendalikan oleh iblis itu!" lirih Syena kepada Rey.


Kedua netranya tak henti-hentinya menatap ketiga sosok ancaman di hadapannya. Rey mengangguk mendengar itu. Para pasukan Rey dan Syena sejenak dibuat takut rasanya. Pasalnya, mereka bahkan tidak mampu melihat serangan itu. Namun dampaknya, nyata mengenai mereka.


"Kalian tidak perlu takut! Mereka adalah ketiga Guardian semesta! Saat ini, iblis sedang mengendalikan mereka. Tapi, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh kalian!" ujar Rey mencoba menenangkan pasukannya.


"Komandan, tetapi jika kami hanya diam di sini! Kau akan terbunuh!" ujar salah seorang pasukan.


Rey berseringai mendengar itu. Aktivasi pemanggilan kombinasi, ketiga pedang mulai ia lakukan. Cincin Elden ring datang menghiasi jari telunjuknya. Cincin dari lava itu, memiliki kekuatan mengendalikan panas semesta.


Cincin itu adalah penguasa unsur panas alam semesta. Dengan itu, Rey mampu menggunakan apapun yang bersifat panas, sekalipun itu matahari.


Kekuatan Baron Hitam, black hole, Rey gunakan sebagai pemindahan tubuh. Rey akan mencari seluruh lubang hitam itu di area berbeda.


"Ayo Syena kita kerahkan seluruh tenaga kita untuk mereka!" ucap Rey kepada Syena.


Kedua tangannya menggenggam erat pedang Baron Putih miliknya. Bersamaan dengan perkataan itu kedua sayap Dandelion muncul.


Syena membuang pelan nafasnya, lalu ia juga ikut mengeluarkan kekuatan pamungkasnya. Sebuah trisula terhebat miliknya.


"Kalian tidak perlu khawatir, urus saja para iblis rendahan itu! Jangan biarkan mereka mengganggu pertempuran kami! Aku bersama dengan kakak Rey, akan mengatasi ketiga Guardian itu!" ujar Syena.


"Baik!!!" ucap seluruh pasukan serentak.


Rey dan Syena kembali fokus pada ketiga Guardian. Mereka tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan ketiga penjaga galaksi. Senjata mereka ada pada tubuh Rey, namun tidak mudah mengalahkan Rey. Begitupun juga sebaliknya.


"Akan kubawa kau kembali, Harith!!!" teriak Rey melesat dengan kekuatannya.


Ketiga Guardian itu juga sama melesat ke arah Rey. Mereka berdua kekuatan satu sama lain. Syena juga membantu Rey di sana. Pertarungan sengit terjadi.


Dentingan pedang pasukan yang bertarung di bawah juga semakin meriah. Pelan tapi pasti, para korban juga akan berjatuhan. Namun tidak terlalu banyak, semangat juang mereka tetap dipertahankan. Mereka tidak ingin mati sebelum kebebasan berhasil mereka raih.


"Jangan kalah kawan!!! Baron putih legendaris di atas sana sedang mempertaruhkan nyawanya. Jika dibandingkan dengan mereka, lawan kita ini jauh lebih rendah levelnya. Tetaplah bertarung, bertahan, dan hidup!!!" teriak salah seorang pasukan di sana.

__ADS_1


Rupanya itu adalah Syena, apakah kalian ingat. Bahwa sebelum Syena Arlert datang ke Rensuar. Ada Syena lain yang mirip dengan adik Rey.


Saat ini, gadis ini berada dalam pasukan Rey dan Syena. Ia mencoba menyulut semangat para pasukan agar tetap maju tak gentar.


Ayunan pedang dan sihirnya juga semakin kuat. Ia tumbuh menjadi seorang gadis kuat juga cerdas. Dia juga adalah seorang pemimpin tim beranggotakan lima orang. Saat ini, tim miliknya juga ikut bergabung bersama dengan pasukan Rey.


Rey sudah seperti kakak untuknya. Dari Rey dia belajar banyak hal. Tentang keberanian, tentang kekuatan, bahkan tentang dunia yang kejam ini beserta isinya.


"Wahh, sepertinya akan cukup memakan waktu lama ya!!!" ujar Rey kepada Syena, tubuhnya sigap menghindari tiap serangan yang Harith berikan.


Tak lama serangan lain datang dari Bembi dan Lunox. Namun baik Rey dan Syena, keduanya sudah sama-sama terlatih menghindari itu. Mereka mundur sejenak, dalam pertarungan dekat mereka mencoba memahami cara para guardian menyerang.


"Serangan mereka tidak beraturan!" ujar Syena kepada Rey di sampingnya.


Jelas saja Rey mengakui itu, apa yang Syena katakan benar. Serangan mereka tidak beraturan.


"Sebab mereka dikendalikan!" jawab Rey kepada Syena.


"Baiklah kakak, sepertinya aku akan menggunakan kekuatanku yang lain di sini!" ucap Syena.


Mata kirinya yang sejak tadi menutup pada akhirnya terbuka. Sihir Baron Putih menguasai tubuhnya. Dari balik tubuhnya, sama seperti Rey, Syena juga memiliki sepasang sayap. Namun sayap miliknya terbuat dari cahaya.


Dahan-dahan meruncing mulai muncul perlahan dari balik tubuhnya. Dahan itu banyak sekali, terbuat dari cahaya juga petir. Runcingnya mengarah tepat ke arah para guardian.


Trisula ia genggam kuat, tak lama telapak tangannya terangkat mengarah tepat ke arah para guardian. Ribuan dahan meruncing melesat cepat ke arah ketiga Guardian, mencoba memangsa mereka.


Clashhhhhhh


"Huh!" Syena memekik ketika ribuan dahannya dikalahkan secara cepat oleh Lunox.


Tembakan dari kristal di keningnya dengan cepat menyapu habis seluruh dahan meruncing miliknya.


Rey mengangguk, benar apa yang Syena katakan. Namun Rey harus mengatakan kepada adiknya. Bahwa mengalahkan ketiga Guardian bukanlah tujuan mereka, namun menyegelnya adalah hal yang tepat.


"Kita harus menyegel mereka, Syena!" ucap Rey.


"Tapi, mereka bisa saja berontak! Lagi pula jika kau menyegel ketiga Guardian itu dalam domainnya, lalu kau bertarung dengan iblis seratus juta jiwa yang kuat itu. Kau pasti mati kakak!!! Berat menahan ketiga kekuatan besar ini dalam domain milikmu!" ucap Syena mencoba mengingatkan Rey akan resiko yang di ambil.


"Tidak ada salahnya mencoba, Syena!" ucap Rey kepada adiknya.


Tanpa mempedulikan apa yang akan Syena katakan. Rey berlari begitu saja ke arah ketiga Guardian. Pertarungan sengit kembali terjadi satu sama lain.


Rey mulai melakukan taktik itu, menyebar pedang-pedang biasa dari dalam domain. Rey mengeluarkan itu, sambil bertarung ia menancapkan pedang-pedang miliknya ke tanah.


Cukup banyak pedang yang ia tancapkan. Syena juga tidak tinggal diam di sana, ia turut serta membantu kakaknya. Sampai pada akhirnya, ketika seluruh pedang itu retancap. Rey mundur bersama dengan Syena yang berada di sampingnya.


Sebelum Rey mengaktifkan domain, Lunox lagi-lagi menembaknya. Syena sigap menghalau serangan itu dengan perisainya. Namun, Bembi ia melompati perisai itu lalu mencoba menyerang Rey.


"Sial, apakah mereka sudah tau taktikku?" ujar Rey sambil menghindar menangkis seluruh serangan sihir dari Bembi.


Clashhhhh


"Arlert mati kau!!!" geram Harith kepada Rey, pedangnya menghunus ke arah Rey.


Rey terpaku menatap mata pedang itu mengarah ke arahnya. Namun beruntungnya, Rey pun masuk ke dalam lubang hitam yang sempat ia sebar. Akibatnya ia mampu menghindari serangan itu.

__ADS_1


Melihat Rey yang hilang, baik Bembi beserta Harith kali ini tatapan mereka berpaling ke arah Syena yang masih menahan kekuatan Lunox dengan perisainya.


"Kalian pasti bercanda!!!" teriak Syena ketika melihat Bembi dan Harith maju ke arahnya.


Jika begini, Syena pasti akan mati. Rey mempercepat laju sihirnya, dari salah satu lubang ia keluar lagi. Menambah mana miliknya semakin besar, agar kecepatannya mampu menyamai kekuatan kedua guardian yang sedang dikendalikan, mencoba menyelamatkan adiknya dari serangan Bembi dan Harith.


"Jangan sentuh adikku!!!" teriak Rey.


Clashhhhhh


Rey kembali menangkis serangan mereka berdua dengan pedangnya. Berat, kekuatan mereka berat sekali. Ditambah saat ini yang Rey hadapi adalah dua orang. Rey menahan kekuatan itu agar tidak mengenai Syena yang ada di belakangnya.


Kedua adik kakak itu bersama-sama menahan serangan itu. Mereka mencoba menambah mana miliknya semakin kuat, mencoba mengalahkan sihir dari ketiga Guardian.


Seluruh kekuatan juga tenaga sudah mereka kerahkan. Ketika sihir mereka hampir menjadi dominan.


"Mati kau, Rey Arlert!!!" teriak iblis seratus juta jiwa yang muncul dari atas mereka.


Clashhhhhhhhh


Darrrrrrrrrrrr


"Menghindar!!!" teriak Rey.


Beruntungnya Syena dan Rey sempat menghindari serangan itu. Mereka terhempas sedikit jauh dari iblis seratus juta jiwa. Sosok ini, auranya sangat gelap.


Rey mengepalkan kedua tangannya kuat melihat iblis sialan itu berdiri tepat di hadapannya. Bahkan, terlihat jelas bahwa iblis itu berseringai kepadanya. Perlahan, ketiga Guardian itu mulai masuk ke dalam tubuhnya, menyatu dengannya.


Para pasukan Rey juga Syena terpaku ketika menatap sosok itu. Aura di area itu seketika kelam. Untuk pertama kalinya, para pasukan Muskeeters melihat sosok iblis terkuat yang paling ditakuti oleh penduduk Rensuar. Dan inilah dia, Iblis seratus juta jiwa, dalang dari seluruh kekacauan di bumi.


"Gawat..." lirih Debora jauh dari tempat Rey berada.


Nafasnya mulai terengah-engah di sini. Dia dan Riley, juga kloning milik Rey yang hanya tinggal dua di sana. Cukup kewalahan menyamai kekuatan Barsh di sini.


"Apakah kau akan menyerah?" tanya Barsh kepada Riley dan Debora.


"Kami tidak akan menyerah! Bermimpi saja kau perihal itu!" jawab Debora.


Riley mengangguk mantap, lagi dengan panahnya ia mulai membidik Barsh. Melihat itu Barsh berseringai, ia mengeluarkan ketiga kloning miliknya. Saat ini jumlahnya menjadi sama dengan Debora, Riley beserta kloning milik Rey.


"Tidak adik jika empat lawan satu! Maka, akan kubuar adil, dengan empat lawan empat!" ujar Barsh berseringai ke arah mereka.


"Sebanyak apapun dirimu, kami tidak akan kalah!" teriak Riley mulai menggila.


Panas pamungkas terbesar miliknya ia keluarkan. Ia arahkan tepat ke arah Barsh.


"Jika bidikanmu salah, maka kloningku hanya akan hilang. Dan lagi, tubuh utamaku masih belum kalah!" ujar Barsh kepadanya.


"Tahan Riley! Kita harus mengulur waktu! Sebab Rey di sana sudah berhasil membuat iblis seratus juta jiwa keluar dari dalam kastilnya. Tentakel sudah tidak berfungsi, pasukan sudah memiliki pijakan mereka. Dengan begini, kita bisa menguasai Medan tempur, bergerak sesuka hati. Dan kau juga harus ingat, kekuatan Syena ada karena iblis gila ini. Rey saat ini sedang berhadapan dengan boaa mereka. Jika sendiri, Rey tidak akan berhasil. Maka jangan mati, ulur waktu lebih banyak agar Rey dan Syena di sana bisa bersatu dan membagi kekuatan satu sama lain." tutur Debora kepada Riley melalui kekuatannya.


Rey sadar, ia kembali ingat bahwa kemampuan Syena akan hilang apabila Barsh dikalahkan. Senjata terkuat mereka saat ini hanyalah Arlert bersaudara.


"Baiklah Debora!" Jawa Riley setuju.


Mereka pun bertarung dengan Barsh. Namun kali ini tujuannya bukan untuk mengalahkan, namun untuk mengukur waktu lebih banyak untuk Rey dan Syena di sana.

__ADS_1


Iblis selalu identik dengan kelicikan juga kebusukan. Dan itulah yang terjadi saat ini. Ketika seluruh tentakel menghilang, dari dalam kastil. Iblis seratus juta jiwa menciptakan sesuatu beringas melalui itu. Sesuatu yang terbang, yang sempat menghancurkan Rensuar beberapa waktu lalu.


Lima puluh naga besar terbentuk di dalam kastilnya. Dalam hitungan menit, naga itu akan muncul lalu membunuh tiap pasukan Muskeeters yang ada di sini. Para iblis sungguh keterlaluan.


__ADS_2