LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 43 (S2)


__ADS_3

Zia melihat semuanya dari kejauhan pun segera turun dari altarnya dan menghampiri mereka semua. Syeilla sudah menangis di tempat duduknya. Ia sudah membuat orang yang ia sayangi terluka. Aiden sendiri sudah memeluk Syeilla sambil membisikkan kata-kata penenang. Ia tidak ingin Syeilla stres yang berdampak pada kandungannya. Sedangkan Dion masih diam ditempatnya. Ia juga tampak syok dengan reaksi berlebihan yang ditunjukkan Elka barusan.


Zia berdiri dihadapan Syeilla dan disusul dengan kedatangan Ariel.


"Syeilla, hei dengarkan aku. Biarkan Elka sendiri untuk menenangkan dirinya. Ia akan kembali membaik setelah beberapa hari. Ingat! Jangan memasukkannya ke hati, kamu tidak boleh stres." ujar Zia menenangkan Syeilla yang masih menangis dengan sesegukan.


"Ada apa dengan Elka? Dia tidak pernah sesensi ini" tanya Ariel dengan bingung.


Zia menatap mereka semua dengan serius.


"Dia mungkin terlihat paling ceria di antara kita semuanya namun ada sebuah luka yang tidak mampu ia sembuhkan hingga saat ini." cerita Zia mengalir sambil menghapus air matanya. Ariel bahkan memeluk untuk menguatkan istrinya.

__ADS_1


"Satu hal yang selama ini ia tutupi dari kalian. Ia korban pelecehan seksual oleh orang yang ia percayai selama hidupnya. Ia yang masih polos dan lugu harus menerima semua pelampiasan orang dewasa. Sampai puncaknya ia dibuang oleh keluarganya sendiri karena dianggap tidak berharga sama sekali. Ia menghabiskan hidupnya terlunta-lunta di jalanan hingga ia bertemu dengan seorang konglomerat yang mengangkatnya sebagai anak.


Kenyataan ia dibuang oleh keluarganya membuat luka itu kian menganga, ditambah dia memiliki tiga sagabat karib namun nyatanya hanya memanfaatkan dia disaat mereka membutuhkannya. Ia tak ubahnya sebatas tempat sampah yang jika sudah penuh maka akan dibuang.


Saat kelas tiga SMA, ia pernah ingin mengakhiri hidupnya karena merasa lelah dengan semuanya. Namun seorang gadis hadir dalam hidupnya dan membuatnya kembali menjadi sosok yang kuat. sayangnya gadis itu meninggal akibat penyakit mematikan." Zia menatap Syeilla dengan lekat.


"Penyakitnya sama denganmu." ujar Zia mengakhiri ceritanya. Syeilla semakin merasa bersalah karena tidak tahu menahu mengenai Elka selama ini. Begitu juga dengan Dion dan Ariel yang tampak syok mendengar penuturan Zia mengenai Elka yang selama ini mereka kenal sebagai pribadi yang kocak ternyata menyimpan luka mendalam.


"Dia akan menemuimu untuk meminta maaf." ucap Zia yang membuat Syeilla dan mereka semua bingung. Namun Zia tidak menyebutkan detailnya.


"Sayang, ayo kembali ke sana. Sepertinya mereka kebingungan karena kita menghilang." kekeh Zia dan mengandeng Ariel pergi dari san.

__ADS_1


Ariel mengajak Syeilla untuk pulang, ia oamit pada Zia dan keluarga besarnya. Ia menggendong Syeilla yang masih menangis dalam diam. Ia tau bahwa istrinya masih memikirkan Elka. Iantidak yakin Syeilla akan betah sampai menunggu Elka menemuinya.


"Sayang." panggil Aiden saat Syeilla lebih memilih merebahkan tubuhnya pada kursi mobilnya. Ia sunghuh merasa bersalah pada Elka. Pria itu selalu ada untuknya di saat ia kesepian dan saat ia butuh hiburan. Pria itu yang selalu berdiri tegak disampingnya dengan setia. Pria itu yang tanpa lelah selalu menyemangatinya.


"Mas, aku sudah membuat Elka terluka. Kita harus menemuinya besok." isak Syeilla dengan bibir bergetar.


"Iya sayang, mas akan menemani kamu." benar bukan tebakan Aiden mengenai istrinya.


"Tapi kamu jangan menangis lagi ya, kasihan baby kita juga akan ikut menangis kalau ibunya menangis sayang. Sudah ya." hibur Aiden sambil mengusap lembut kepala istrinya. Syeilla mengangguk.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


"Terlihat baik-baik saja bukan berarti mereka memiliki masa lalu kelam."


__ADS_2