
Ingat guys
Baca istigfar 😁😁
******
Aiden memejamkan matanya karena jam sudah menunjukkan pukul 23:10 wib. Ia meraba dadanya yang entah mengapa terasa begitu menyesakkan. Lelah dengan pikirannya ia mencoba untuk tidur.
"Selamat malam Aiden " bisik seseorang di samping telinganya. Aiden pun terbangun dan mendapati Syeilla dengan perut buncitnya sedang menatapnya dengan senyuman yang begitu teduh.
"Kapan kau pulang?" tanya nya pada sosok Syeilla.
"Aku tidak pernah pergi darimu" jawab sosok Syeilla dengan lembut.
"Kemarin aku mencarimu tapi kau tidak ada?" tanya Aiden dengan mata yang tak berkedip menatap siluet Syeilla. Ia takut sosok Syeilla akan hilang.
"Karena kau mencariku dengan kemarahan bukan karena cinta" jawab siluet Syeilla dengan sedih.
"Jangan pernah berharap aku akan membalas cintamu Syeilla. Kau tau siapa yang selalu akan bertahta di hatiku. Hanya Jeslyn seorang" ujarnya dengan tegas namun siluet Syeilla tersenyum dengan sedih.
"Ternyata aku kembali hanya untuk hal yang sia-sia" ujarnya dengan perih. Lalu hendak pergi dari sana namun langkahnya dihentikan oleh Aiden.
"Mau kemana lagi kau?" tanya nya dengan heran.
"Aku mau ke tempat dimana kau tidak akan bisa menemukanku" ujarnya lalu siluet itu menghilang dari hadapan Aiden.
"Syeilla, Syeilla" teriaknya dengan nyaring.
Ia bangun dari tempat tidurnya dan berlari ke luar kamarnya sembari terus mencari keberadaan Syeilla namun hanya kekosongan yang ia temukan. Ia berjalan dengan gontai setelah keliling ruangan mencari Syeilla. Ia pun teringat ada satu tempat yang belum ia kunjungi lalu dengan langkah cepat ya ia berjalan ke arah kamar Syeilla dan membukanya.
"Syeilla" ucapnya namun lagi-lagi kekosingan yang menyambutnya.
Ia berjalan dengan lesu ke arah ranjang yang biasa di tempati oleh Syeilla. Matanya menatap sekeliling kamar dengan harapan bisa menemukan Syeilla namun hampa.
"Dimana kau?" tanya nya pada angin. Ada rasa sesak yang berkumpul dadanya.
Matanya menatap sebuah foto berujuran kecil di laci nakasnya. Ia pun menarik dengan pelan foto tersebut dan air matanya jatuh dengan perlahan.
"Apakah ini foto USG anak kita Syei" tanya nya dengan lirih. Ia me dekapnya dengan erat namun rasa sesaknya semakin mendominasi hatinya.
"Aku mohon kembalilah" bisiknya tanpa sadar. "Aku tau bahwa diriku terlalu sombong dan kerap menyakiti hatimu bahkan fisikmu. Tapi entah mengapa perasaan ini sangat mengangguku Syei" matanya kembali menatap foto bayinya. Ia menatapnya dengan lekat lalu membulatkan matanya.
__ADS_1
"Apa kau mengandung bayi kembar?" kembali ia bertanya pada angin.
Air matanya kembali jatuh saat perkataan kasar kerap ia lontarkan dari bibirnya untuk bayi kembarnya.
"Maafkan papa sayang. Papa berjanji akan meminta maaf pada mama mu dan kalian" isaknya dengan pelan.
Malam pun sudah larut ia memutuskan untuk tetap disana dan tertidur dalam kenangannya bersama Syeilla namun sayang karena semua kenangan hanya perlakuan buruknya pada Syeilla.
"Maafkan aku Syei" lirihnya lalu tertidur.
Hari yang di tunggu pun oleh perusahaan Altaf sudah tiba.
"Mas aku tidak sabar untuk acara sebentar lagi karena mbak Syei pasti datang" ujar Elena dengan semangat.
"Iya sayang" balas Altaf sambil mengecup lembut kening istrinya.
Elena sudah menunggu kedatangan Syeilla selama dua jam namun tidak ada tanda-tanda kehadirannya.
"Mas kenapa mbak Syeilla belum datang juga padahal acaranya sudah mau tutup" ujar Elena dengan sedih.
"Sayang mungkin Syeilla berhalangan hadir atau terkrna macet di jalan sayang. Kamu sabar ya" Altaf oun mencoba menenangkan istrinya.
"Selamat malam pak. aiden. Terima kasih sudah bersedia datang" sambut Altaf dngan ramah sedangkan mata Elena sudah celingak-celinguk sedari tadi.
"Selamat makam juga pak Altaf" jawab Aiden dengan ramah.
"Em maaf pak Aiden apa mbak Syeilla tidak hadir?" tanya Elena yang mampu menbuat wajah Aiden menegang dan menunduk dengan lesu.
"Maaf bu Elena sebenarnya Syeilla sudah pergi dari rumah saya beberapa hari yang lalu" ujar Aiden dengan lemah.
"Apa? Pergi? Tapi kenapa?" tanya Elena dengan heran.
"Dia pergi bersama laki-laki lain dan meninggalkanku sendirian" ujar Aiden dengan tatapan sedih.
Tangan Elena bahkan sampai bergetar tidak percaya akan semua ini.
"Tidak, mbak Syeilla tidak mungkin berbuat begitu. Dia sudah berubah"
"Sayang sudahlah, kau kan dengar sendiri penuturan pak Aiden. Mungkin memang benar Syeilla lari dengan laki-laki lain" ujar Altaf dengan sepihak yang lantas membuat Elena marah.
"Apa maksudmu menuduh mbak Syeilla sembarangan" kesal Elena dan menepis tangan kekar Altaf saat akan memeluknya.
__ADS_1
"Apanya yang tidak mungkin Elena. Nenek yang paling tau seperti apa Syeilla. Dia bisa melakukan apapun demi kepuasannya" ujar Aisyah dengan sinis. Ia juga turut hadir di acara ulang tahun perusahaan Altaf.
"Nenek, kenapa nenek malah menjelek-jelekkan mbak Syeilla. Mungkin saja mbak Syeilla pergi karena suatu hal" bela Elena.
"Kau bisa melihatnya sendiri kalau kau mau" Aiden menyodorkan sebuah foto pada Elena. Di gambar itu terlihat jelas Syeilla sedang memegang tangan seorang lelaki saat di bandara.
"Apa ini?" pikirnya masih tidak percaya.
"Apa masih belum percaya kalau Syeilla tidak pernah berubah. Dia hanya berpura-pura selama ini untuk meraih simpati mu Elena dan saat kau lengah ia bisa saja kembaki merebut Altaf darimu" provokasi Aisyah pada Elena.
"Tidak mungkin" ujar Elena dengan lemah.
"Sayang apa yang dikatakan nenek bisa saja benar adanya. Kita tidak tau apa selama ini Syeilla sudah benar-benar berubah atau tidak mengingat selama ini kita tidak pernah dekat dengannya"ucap Altaf menyakinkan istrinya.
Flashback
Handphone Aiden pun berbunyi menandakan adanya panggilan masuk.
"Halo" ujarnya pada si pemanggil.
"Tuan kami sudah tau kemana Nona Syeilla pergi. Ia pergi bersama seorang laki-laki dan terlihat bergandengan saat di bandara Soekarno Hatta. Saya akan mengirim fotonya" ujar seseorang di seberang.
Rahang Aiden sudah mengetat saat mendengar bahwa Syeillapergi dengan laki-laki lain.
"Cari tau kemana tujuannya" jawab Aiden dengan dingin.
"Brengsek" teriaknya dan menghancurkan segala benda yang ada di dekatnya.
"Dasar perempuan murahan kau Syeilla. Aku menyesal karena pernah menangisi kepergianmu. Cih atau jangan-jangan bayi yang kau kandung juga anak dari pria itu dan aku yang kau jadikan sebagai kambing hitamnya" Aiden menatap benci poto Syeilla yang ada di kamarnya karena beberapa hari yang laku ia sengaja menaruhnya di sana.
Tanpa mereka sadari bahwa poto tersebut sudah di manipulasi oleh Aisyah. Ia mengetahui pertemuan antara Syeilla dan Elena. Maka dari itu ia tidak akan membiarkan hubungan keduanya kembali terjalin sebagaimana dulunya karena rencananya bisa hancur jija Syeilla membongkar kejahatannya.
"Kenapa mbak Syei masih saja begini? Padahal aku sudah memaafkan mbka tapi teganya mbak menghianati kepercayaanku mbak. Mbak jahat" teriak Elena sambil menangis.
"Sayang sudahlah. Lupakan Syeilla ya. Dia sudah memilih jalannya sendiri" ujar Altaf menenangkan Elena.
Sebuah seringaian muncul di tengah-tengah mereka tanpa siapapun yang menyadarinya.
"Aku kembali berhasil menedangmu Syeilla. Aku tidak akan membiarkan kau dan Elena berbaikan. Tidak akan pernah!!" bisik Orang tersebut dengan kejam.
❤❤❤❤❤
__ADS_1