LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 54 (S2)


__ADS_3

Yang merasa di bawah umur, ngumpet di bawah kasur, kalau nggak punya kasur, pejamkan mata sampai adegannya selesai wkwkwkw...


*****


Setelah selesai acara fashion show nya, Dion membawa Auxillia ke rumahnya. Ia membutuhkan asupan gizi setelah sekian lama ditinggal pergi tanpa kabar. Dion mempersilahkan Auxillia masuk setelah mereka sampai di rumahnya.


Jantung Auxillia berdetak tak karuan, seumur hidupnya, ia belum pernah diperlakukan seperti sekarang, apalagi oleh Dion.


Sesampainya di ruang tamu, Dion langsung memeluk tubuh ramping Auxillia, Auxillia kaget dengan reaksi Dion yang secara tiba-tiba langsung memeluknya.


"I miss you." gumam Dion sambil membenamkan wajahnya di leher mulus Auxillia, membuatnya seperti disambar petir. Auxillia tidak tahu jika Dion lelaki yang bersemangat.


"I miss you too." balas Auxillia dengan lembut.


Dion menatap lama wajah cantik yang kini menatapnya dengan lembut. Ia ingin sekali membawa Auxillia ke ranjang empuknya.


"Kau sungguh cantik." Dion membelai wajah mulus seputih susu itu dengan lembut, membuat Auxillia melayang. Ia sungguh tidak pernah bermimpi akan seindah ini. Mungkin jika Dion mengajaknya ke ranjang sekalipun ia akan mau.


Auxillia memberanikan diri mencium wajah maskulin Dion dengan gerakan sensual. Ia sungguh bergairah jika berhadapan dengan Dion. Dion tampak menikmatinya, ia menutup matanya dengan syahdu.


Ciuman Auxillia kian panas, ia kini sudah beralih melumat bibir Dion dengan lembut. Decakan penuh gairah memenuhi ruangan tersebut.


Dion mulai menggiring Auxillia untuk rebahan di sofa panjangnya, dengan posisi ia di atas. Tangan Dion mulai meraba nakal bagian sensitive kebanyakan kaum wanita, lenguhan Auxillia kian menambah gelora asmara antara keduanya.


"Eng..... " desah Auxillia saat Dion mencium lehernya, tanga Dion tak kalah diam, tangannya kini sudah membelai manja dada berisi Auxillia.

__ADS_1


"Mmmm.... Ah..." desah Auxillia. Ia mulai melebarkan kaki panjangnya. Ia sudah tidak tahan.


Dion tersentak saat tangan Auxillia sudah nempel manja di area terlarangnya. Ia menuntun tangan Auxillia ke jalan yang benar, membuat Auxillia tersentak. Ia merasa ditolak secara tidak langsung. Air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya.


"Ssttt... Jangan menangis." Dion mengecup mata Auxillia dengan lembut penuh perasaan.


"Apa kau tidak ingin berhubungan dengaku?" lirihnya dengan sedih.


"Siapa yang bilang?" tanya Dion dengan lembut.


"Tadi, kau..." tangisnya pecah saat mengingat kejadian barusan. Ia sungguh malu, pasti Dion akan melabelinya dengan perempuan murahan.


"Lihat mataku Lia." Dion merungkai wajah Auxillia, ia tersenyum menatap wajah sembab gadisnya.


"Aku tidak bisa menodaimu, aku tidak bisa melakukannya jika belum mengikatmu secara resmi. Tunggulah sampai aku mengikatmu dengan agamaku." bisik Dion lembut, Auxillia terharu mendengar bait kalimat Dion, ia memeluk erat tubuh pria yang selalu sukses membuatnya jatuh cinta.


"I love you." gumam Dion sambil mengecup bibir Gadisnya.


"I love you more." Auxillia memeluk erat tubuh Dion, ia tau perbedaan agama di antara keduanya, untuk itu ia akan mengikuti agama lelaki yang ia cintai ini. Toh ibunya tidak akan melarangnya, asal mereka hidup bahagia.


"Sekarang mandilah, kau pasti lelah." Dion membawa Auxillia ke kamarnya, ia memberikan sebuah handuk baru, ia keluar dari kamarnya sedangkan Auxillia memulai aktivitas mandinya dengan raut senang.


"Huh, hampir saja kelepasan." desah Dion dengan lega. Ia lelaki normal yang akan terkontaminasi jika ada wanita seperti Auxillia dihadapannya, namun prinsip yang ia pegang menyelamatkannya dari perbuatan tak senonoh. Ia tidak ingin menyesal.


"Elka, apa kau akan tahan seperti aku." gumamnya tanpa sadar. Ia tersenyum membayangkan jika Elka berada di posisinya saat ini.

__ADS_1


"Tch...." cengirnya dengan geli.


Di seberang jalan raya, Elka tersedak pop mie sambar gledek buatannya. Ia sampai mengeluarkan air mata saking pedasnya.


"Kurang asam, siapa yang sudah membicarakanku di belakang." jeritnya dengan perih.


❤❤❤❤❤


**Plis jangan penasaran sama isi kepalaku yang polos...


Semoga kalian menikmatinya. Kalau baper minta pertanggungjawaban sama Dion.


Kalian yang baiq hati, silahkan mampir ke cerita salah satu pengikut jaman WP yang sekarang mengikuti jejak ane, ahai....


Judul : Disaster Love


Nama : Githa Prawisanti


Tulisannya bukan kaleng-kaleng...


Btw, autor bukan endorse yak hahaha, ini murni dari niat baik yang terpendam 😆😆


#vote seikhlasnya 😁😁


#vote semaunya 😆😆

__ADS_1


#vote sepuasnya 😀😀


#plak 😭😭**


__ADS_2