LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 23 (S2)


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Aiden sering muntah dan terkadang mendadak lemas tanpa sebab. Ia juga sering kesu dan menginginkan makan makanan yang sangat ia benci namun anehnya ia malah menginginkannya. Syeilla sendirinsering dibuat bingung akan kejadian ajaib yang menimpa suaminya yang sudah di luar akal sehatnya.


Seperti pagi ini Aiden tidak jadi masuk kantor akibat rasa mual yang ia alami, ia bolak balik muntah ke kamar mandi sampai bangun pun ia tidak sanggup. Syeilla yang melihat itu pun merasa iba dan segera menghubungi sekretaris suaminya untuk mengambil alih pekerjaan suaminya untuk sementara, namun bukan dalam hal tanda tangan atau semacamnya. Ia hanya memantau.


Syeilla membawa tubuh lemah suaminya ke atas ranjang lalu membaringkannya dengan perlahan. Wajah Aiden sudah pucat karena sejak tadi ia sudah bolak balik ke kamar mandi.


"Mas, apa tidak sebaiknya memamghil dokter kemari. Takutnya terjadi sesuatu sama kamu mas." ujar Syeilla dengan khawatir.


Aiden hanya mengangguk pelan, sungguh ia tidak memiliki tenaga untuk saat ini. Ia memang sangat membutuhkan dokter.


Syeilla segera memanggil Ariel yang kebetulan tidak memiliki jamnkerja pada paginya sehingga ia meminta Ariel untuk datang ke apartemen mereka Apartement at Gogolevsky Boulevard di pusat kota Moscow.


Ting... Ting....

__ADS_1


Suara bunyi bel terdengar daribarah pintunya, dengan segera ia membukakan pintu lalu mempersilahkan Ariel masuk.


"Mau minum apa kak?" tanya Syeilla sambil menunjukkan kamar mereka pada Ariel.


"Tidak perlu Syei, kakak tidak bisa berlama-lama karena masih ada pekerjaan." tolak Ariel dengan lembut dan Syeilla pun hanya ber oh ria.


Ariel segera memeriksa kondisi Aiden yang menurutnya sangat mengenaskan. Rambut yang tampak acak-acakan seperti kuda poni, wajah sepucat kunti, dengan bibir menghitam seperti orang terkena kutukan. Tampak Aiden tidak menyukai kehadiran Ariel di apartemennya namun karena ia sedang malas bertengkar akhirnya ia hanya pasrah.


Ariel menggeleng melihat kedua pasangan yang menurutnya sangat bodoh. Namun untuk memastikannya Ariel merekomendasikan mereka agar periksa ke dokter kandungan.


"Kenapa harus dokter kandungan?" tanya Syeilla dengan heran. Apa hubungannya, pikirnya. Namun sesuatubterlintas di kepalanya.


"Tunggu, apa maksud kakak Aiden hamil?" tanya Syeilla dengan syok. Mendengar penuturan istrinya, Aiden mendadak panik namun tidak mampu menyuarakan suaranya.


Ariel menggelengkan kepalanya melihat keduanya. 'Kalian memang pantas dijuluki pasangan paling bodoh sedunia." kesal Ariel lalu menuliskan sesuatu di kertasnya lalu ia serahkan pada Syeilla.

__ADS_1


"Kemungkinan kalian akan memiliki anggota baru, tapi bukan Aiden yang mengandung melainkan dirimu." tunjuk Ariel sambil mengacak gemas rambut panjang Syeilla yang berhasil membuat Aiden menggeram tidak suka.


"Dia ini sudah ku anggap seperti adik sendiri." ejek Ariel lalu pergi meninggalkan pasangan abad milenial tersebut yang masih dilanda kebingungan.


"Mas, apa menurutmu semua yang dikatakan sama kak Ariel itu mungkin?" tanya Syeilla.


"Bisa saja benar sayang."


"Kalau begitu kita harus periksa ke dokter kandungan untuk memastikannya." ucap Syeilla dengan wajah berserinya.


Aiden hanya mengangguk dengan lemah, memangnya apa yang bisa ia lakukan selain mengangguk seperti burung pelatuk penurut uang sedang diberi makan kesukaannya. Jika semua yang dikatakan Ariel benar maka ia akan segera menjadi seorang ayah.


❤❤❤❤❤


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini.......

__ADS_1


Love you all 💓💓


__ADS_2