
Cerita ini terinspirasi dari "Second Of Life" karya Yuyun Betalia....
Setelah ditinggal pergi oleh Syeilla kehidupan Aiden berubah 180 derajat dari kehidupannya yang sempurna...
Ia mengurung dirinya selama dua tahun lamanya tanpa ingin terlihat oleh siapa pun bahkan Lisa dan Wira sudah menyerah akan keterpurukan Aiden.. Mereka berharap ada sebuah keajaiban menghampiri Aiden...
Semamgatnya yang membara hilang di telan kepahitan,
Dunia yang dulu gemerlap kini hanya dilingkupi kegelapan,
Jalannya seolah abu untuk menapaki titian yang penuh duri,
Ia tidak mampu berjalan saat setiap duri menancap ganas di kakinya,
Lukanya saban hari bertambah besar, hanya satu penyembuh lukanya.
SYEILLA.
Seorang desainer tersohor di Amerika baru saja sadar setelah dua tahun lamanya ia koma, terakhir kali ia ditemukan terkapar di sebuah hotel mewah, saat ia menghadiri fashion show yang saat itu di adakan di Sampoerna Strategic Square di Jakarta.
Tidak ada yang tau apa yang menjadi motif desainer tersebut nekat melakukan bunuh diri padahal jika dilihat dari garis keturunan keluarganya yang berdarah biru, ia termasuk anak yang disayangi oleh semua anggota keluargnya bahkan ia sangat manja dengan neneknya yang setiap hari selalu melakukan video call jika sedang bepergian jauh.
__ADS_1
Rabu 15 Maret 2019
Syeilla menghembuskan napas terakhirnya pukul 09:08 WIB saat akan diberangkatkan ke Rusia.
Auxillia ditemukan terkapar pada hari yang sama dan jam yang sama dan ngan Syeilla di hotel termewah di Jakarta.
Masa sekarang
Auxillia membuka matanya dengan perlahan, ia berusaha menetralkan matanya dengan cahaya lampu yang cukup terang. Ia melihat ke sekelilingnya dan banyak orang yang menunggunya disana.
"Ya Tuhan, syukurlah kamu sudah sadar nak," ujar sebuah suara dengan lembut."
"Sayang, hei ini mama nak." ujar seorang wanita dengan lembut. Matanya tampak berkaca-kaca melihat anak yang sangat ia tunggu bangun kini sudah membuka matanya.
Auxillia tampak mengamati wanita yang mengaku sebagai mamanya. Namun tidak ada ingatan apapun mengenai wanita tersebut.
Seorang dokter masuk kemudian langsung memeriksanya.
"Selamat Tuan, Nyonya, nona Auxillia sudah berhasil melewati masa kritisnya dan untuk sekarang keadaannya sufah baik-baik saja namun ia akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri mengingat beliau koma selama dua tahun." beritahu dokter tersebut lalu berlalu dari sana setelah keluarga besar Auxillia mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Di ruangan tersebut yang terbilang sangat besar dengan fasilitas bintang lima, Auxillia memandangi mereka satu-satu. Di sofa panjang ada dua orang lelaki yang berbeda usia layaknya seorang anak dengan ayahnya. Kemudian di kanan ranjangnya duduk seorang wanita yang sudah berusia senja menatapnya dengan lembut. Di kirinya, seorang wanita uang mengaku sebagai ibunya.
Auxillia menatap bingung mereka semua, ia hendak berbicara namun lidahnya terasa kelu.
"Rose, biarkan dia beristirahat dulu, anak kita butuh istirahat sepertinya." terang Maxim dengan lembut.
"Ah sayang, maafkan mama yang terlalu bahagia." ucap Rose menyadari kesalahannya yang terlampau senang sampai\-sampai mengabaikan putrinya yang masih membutuhkan istirahat.
"Ayo kita pulang dulu, nanti kita datang lagi saat malam. Putri kita butuh ketenangan." seru Maxim kembali yang di angguki ke duanya.
"Ayo." ajak Dmitri pada istrinya yang bernama Shura."
Mereka berempat pergi meninggalkan Auxillia dengan segala kebingungannya.
"Dimana ini?"
❤❤❤❤
Any Questions???
Jangan lupa diramaikan....
__ADS_1