LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 16 (Season 3)


__ADS_3

Syeilla dan Aiden berdiri gelisah di ruang UGD, sedangkan Cally masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Air mata senantiasa menemani pipi Syeilla. Sampai suara pintu terbuka membuat mereka mengalihkan tatapan ke arah pria berpakaian putih lengkap dengan stetoskop yang berada di kantung jasnya.


"Dokter, bagaimana kondisi putri kami," ucap Aiden dengan cepat.


Dokter tersebut tersenyum, "Pak, ada yang mau saya sampaikan perihal putri Bapak. Untuk itu, mari ikut saya," ujar dokter yang diketahui bernama Reynand. Mereka menuju ruang kerja dokter Reynand.


"Silakan duduk," ucapnya sambil tersenyum.


"Jadi, Dokter, bagaimana kondisi putri kami," ucap Aiden kembali dengan pertanyaan yang sama.


"Pak, Bu, apa sebelumnya putri Bapak memiliki trauma terhadap laut?" tanya Dokter tersebut membuat keduanya tersentak. Pasalnya mereka tidak mengetahui hal tersebut.


"Sebelum putri saya ini," Aiden menunjuk Cally yang sedang duduk di sampingnya. "Mengajaknya ke tepi pantai, putri saya pernah bilang kalau dia membenci laut."


Dokter tersebut menganguk sambil menatap mereka dengan lesu.


"Putri Anda mengalami trauma dengan laut, ada sesuatu yang pernah terjadi sama anak Ibu. Mungkin dia menyembunyikan hal tersebut."


Aiden dan Syeilla tampak tersentak dengan kenyataan tersebut, setahu mereka Alya tidak pernah tenggelam kecuali ...


"Mas, kamu ingat nggak, dulu saat Alya masih SMP dia pernah di antar pulang sama temannya. Mereka bilang dia jatuh pingsan. waktu itu Alya dan teman-temannya pergi ke pantai,"ucap Syeilla membuat Aiden menggali memorinya beberapa tahun silam.

__ADS_1


"Ah, iya sayang, Mas ingat!"


"Pantas Alya bilang sangat benci laut," ucap Syeilla sedih.


Cally tampak sedikit tersentak mengetahui semua itu. Sudut hatinya sedikit nyeri mengetahui hal tersebut.


"Saran saya, jauhkan putri Bapak dan Ibu dari pantai atau pun kolam renang yang bisa berpotensi membuat traumanya kembali hadir."


"Baik, Dok. Terima kasih banyak," ucap Aiden. Mereka bertiga segera keluar dari sana dengan perasaan campur aduk.


Alya sudah dipindah ke ruang rawat inap, Syeilla tidak bisa membendung kesedihannya. Sebagai seorang ibu, ia seperti sudah gagal bagi kedua putrinya. Kenapa takdir kembali membawanya pada dunia yang tidak pernah ia kehendaki.


"Sayang, jangan menangis lagi." Aiden menghapus air mata wanita yang sangat ia cintai.


Aiden membawa tubuh rapuh itu ke dalam pelukannya. Cally seolah ditikam ribuan paku saat mendengar suara hati ibunya. Selama ini ia selalu mengira bahwa sebagai anak statusnya terbuang. Namun, kenyataannya, tidak seperti yang ia bayangkan.


Ia mendekati tubuh ibunya, lalu memeluk erat sambil terisak. Cally meminta maaf atas pikiran piciknya selama ini.


"Maafkan Cally Ma, selama ini Cally belum berbakti sama Mama dan Papa," ucapnya dengan suara bergetar. Tangis tak bisa ia bendung karena rasa bersalah.


"Sayang, anaknya Mama, kamu nggak salah tapi keadaan yang membuat kita seperti ini."

__ADS_1


"Anak Papa putri yang baik, maafkan Papa ya, selama ini belum bisa memberikan tang terbaik untuk kalian berdua."


Setelah selesai dengan reuni tangisan, mereka segera menuju kamar Alya. Selang beberapa menit, kelopak mata itu mulai terbuka perlahan. Syeilla segera memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Nak, maafkan Mama ya sayang," ucapnya sambil menangis.


"Ma, jangan nangis ya, Alya nggak papa kok. Senyum dong!"


Syeilla menghapus air matanya laku tersenyum.


"Papa juga minta maaf ya sayang, tolong jangan seperti ini lagi, Papa bisa mati kalau melihatmu terbaring."


Alya tersenyum kecil, "Pa, jangan ngomong gitu, Alya nggak papa kok."


Cally maju selangkah, baik Syeilla maupun Aiden, keduanya memberi ruang untuk Cally dan Alya.


"Maafin gue, selama ini udah mikir macem-macem. Gue ... gue ... sayang sama lo meskipun terlihat menyebalkan." Cally menunduk malu.


Alya tersenyum lembut. "Asal kamu tau, aku orang yang paling bahagia saat mengetahui kamu akan pulang ke Indonesia setelah sekian lama. Aku bahagia karena saudara yang kutunggu akhirnya bisa bersama lagi."


Cally segera memeluk tubuh saudarinya, ia hampir saja terjerumus menjadi pribadi yang jahat.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Yeayyy aku kembali setelah ada penyemangat. Makasih ya sudah mau mendukung aku yang remahan ini. Love you all ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2