LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 54 (Season 3)


__ADS_3

Cally pergi menemui Marten yang sudah menunggunya di tempat terakhir mereka bertemu. Tidak ada rasa curiga yang terbersit di benaknya. Mereka bersua memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen Marten. Sedangkan Alya segera menuju ke rumah sakit—tempat ibunya dirawat saat ini. Alya berlari di sepanjang lorong rumah sakit. Cally sudah menjelaskan di mana letak ruangan ibunya. Tangannya membuka pintu dengan pelan dan di sana ayahnya terlihat sangat lesu. Sedamgkan ibunya terbaring lemah di atas ranjang. Alya menarik napas panjang.


"Mama, Papa," ucapnya dengan sekali tarikan napas.


Aiden melihat sekilas ke arah putrinya sambil tersenyum, kemudian ia melanjutkan kegiatannya. Dua detik kemudian ia melihat kembali ke arah putrinya. Ia sangat kaget saat melihat siapa yang kini berdiri di depannya.


"Alya," ucap Aiden dengan suara bergetar.


Mata Syeilla terbuka perlahan, ia menatap sosok yang sudah sangat ia rindukan kini berdiri di depannya. Wanita itu menangis haru karena masih diberi kesempatan melihat putri kesayangannya.


"Sayang, ini benar-benar anaknya Mama," ucap Syeilla dengan campuran rasa bahagia.


Aiden berjalan mendekati putrinya dan segera mendekap lembut. Ia mengecup bahagia pucuk kepala Alya. Air matanya berlinang tanpa bisa ia tahan. Mereka kemudian merungkai pelukannya.

__ADS_1


"Iya, Ma. Ini Alya, maafin Alya karena sudah membuat Mama seperti ini." isaknya.


"Sayang, Mama sangat merindukan kamu nak." Syeilla melebarkan kedua tangannya dan Alya segera mendekap erat tubuh wanita yang sangat ia cintai dalam hidupnya.


Wanita yang sudah bertaruh nyawa hanya untuk melahirkannya dan melihat dunia. Mereka bertuga kembali seperti layaknya keluarga yang sangat bahagia.


Di tempat lain, Cally sudah menghafal tempat apartemen Marten berada. Ingatan Cally sangat tajam untuk mengingat hal penting seperti sekarang. Ia dibawa ke kamar yang biasa Alya tempati.


"Makanlah saat makanan ditaruh di mejamu. Jangan menguji ke sabaranku," ucap Marten dingin.


"Semoga Alya sudah bertemu dengan Mama dan Papa. Mama pasti akan sangat senang dan aku bahagia jika Mama kembali sehat." Cally tersenyum dan merebahkan diri diranjang yang menurutnya lumayan bagus.


 

__ADS_1


Setiap hari rutinitas yang dilakukan Cally hanya berbaring dan makan. Ia tidak diizinkan keluar dari kamar tempat ia dikurung. Untuk saat ini posisinya masih aman, karena Marten belum menyadari bahwa dirinya bukan Alya. Sejujurnya Cally sangat penasaran dengan motivasi Marten. Namun, ia tidak boleh gegabah dalam bertindak.


"Pria ini sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa kabur di saat apartemennya berada di ketinghian seperti ini." desah Cally kesal.


Suara pintu terbuka dengan kasar, Marten membawa makanan untuk Alya dengan menu yang sama. Namun, kali ini sebuah petaka sedang mengintai Cally. Gadis itu tidak bisa memakan seafood.


"Gue akan nunggu sampai lo selesai makan," ucap Marten dengan tatapan tajam.


Mata Cally melihat ngeri pada lauk yang tersaji di hadapannya. Udang menjadi makanan oaling haram dalam hidupnya, karena jika ia mengkonsumsi udang, kulitnya akan mengalami ruam parah dan itu tidak baik untuknya.


"Bagaimana ini ya Tuhan," gumam Cally khawatir.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Gais bagi kalian yang mau masuk gc buatan lima penulis dan salah satunya adalah aku, kalian bisa masuk ya dengan klik link ini ya gais. https://bit.ly/2IwVYPC. bagi yang tidak bisa masuk melalui link, kalian bisa wa aku di 082284788436. terima kasih


__ADS_2