
Callia Abivandya dan adiknya Callyasta Abivandya. Nama kedua bayi mung yang sering disebut sebagai bidadari oleh Elka. Keduanya tamoak tersenyum dalam buaian ayah dan ibunya. Callia di gendong oleh Syeilla sedangkan Callyasta di dalam pangkuan Aiden. Keduanya sedang menghadiri acara tahunan untuk amal bagi fakir miskin dan anak yatim yang terlantar.
Zia juga turut hadir di sana meskipun dengan kondisinya yang sedang hamil besar. Auxillia juga tampak hadir di sana bersama Salma. Dion, Elka dan Ariel duduk berdampingan. Tumben mereka akrab tanpa perseteruan.
"Aiden menatap berbinar pada putrinya yang tampak sedang mengajaknya berbicara. Perasaan Aiden. Padahal bayi mungil itu bahkan belum menginjak usia sebulan. Ada-ada saja.
Elka yang sedang bersama Dion dan Ariel pun memutuskan pergi dari sana lalu mendekati bidadari kecilnya. Tanpa menghiraukan pelototan dari macan yang siap menerkamnya. Ia mengambil alih bayi tersebut.
"Kau bahkan melihatnya selama 24 jam. Sedangkan aku hanya melihatnya seminggu sekali," ujar Elka. Aiden tampak pasrah. Toh anaknya juga tampak nyaman dengan Elka. Padahal jika Aiden yang mejadi bayi, ia akan menendang wajah Elka dengan senang hati.
"Alolo bidadarinya om tampan," guraunya. Ia mengajak serta Salma mendekat padanya.
"Ayang, lihat deh. Bidadari tertawa. Sepertinya dia menyukai pamannya yang tampan ini," ujar Elka membuat Salma tertawa.
__ADS_1
"Mereka kan masih bayi, Mas. Jadi masih buta mana yang tampan dan mana yang ngaku-ngaku tampan," kekeh Salma. Elka cemberut sejenak sebelum kemudian ikut tertawa bersama sang istri.
"Sayang. Usahakan anak kita juga kembar seperti ini," bisik Elka membuat pipi Salma merona.
"Kamu, apaan sihh, doakan saja semoga Allah mengabulkannya Mas. Mana tau doa orang sangklek sepertimu tiba-tiba di dengar, kan." Salma tertawa pelan apalagi setelah melihat raut cemberut dari suaminya.
Ia mengambil alih bayi yang berada dalam oangkuan Elka. Salma tersenyum menatap wajah bayi mungil tersebut. Suaminya sangat telaten memegang bayi. Poin plus nya ia tidak akan kerepoten bila mereka sudah memiliki anak kelak," Elka diam memperhatikan interaksi istri dan bidadarinya.
"Halo Callia, jodoh kamu masih dalam perut tante hihihi," Zia sangat terobsesi menjodohkan putranya dengan salah satu anak dari Syeilla. Ia ingin terus mempererat jalinan silaturahmi di antara mereka.
Auxillia juga tampak sedang bermain dengan si kecil Callyasta bersama Elka dan Salma. Dion yang kini tinggal sendiri pun akhirnya melipir ke arah istrinya. Mengingat acara juga belum memasuki intinya jadi mereka masih memiliki waktu untuk sekedar bernostalgia.
"Aiden sangat bahagia melihat putrinya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan peduli pada mereka. Padahal status mereka hanya sebagai teman.
__ADS_1
Apalagi Zia yang sedang hamil tua, selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan si kecil. Ariel semakin hari kian posesif dalam menjaga istrinya. Ia tidak mau kecolongan sedetik pun momen di mana saat istrinya akan meminta berbagai hal. Mulai dari yang masuk akal hingga pada yang du luar nalarnya.
Auxillia yang sudah menikah selama empat bulan belum juga tampak dikarunia anak. Ia sempat bingung. Namun sebagai suami yang baik. Dion memberinya pengertian. Karena baik dia maupun Auxillia, mereka berdua sama-sama sehat.
Elka dan Salma? Jangan ditanya. Bahkan hingga pernikahan mereka menginjak tiga minggu pun Elka belum merasakan yang namanya malam pertama. Istrinya mengalami fase datang bulan selama tiga minggu non stop. Di akibatkan stres pasca menikah. Itulah menurut dokternya.
Hal tersebut tentu saja membuat Elka uring-uringan. Ia berpikir bahwa sekali tembak akan langsung jadi benih. Akal sehatnya terkadang nyangkut di pohon jengkol di belakang rumah seorang warga yang pernah ia tolong.
TAMAT
❤❤❤❤❤
Ya ampun Elka, kamu masih puasa ya.. Kesian dehhh 😆😆
__ADS_1