LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 49


__ADS_3

Syeilla sudah tertidur lelap disamping Aiden yang kini masih menatapnya dengan lekat. Gurat kebahagiaan tercetak jelas di raut wajahnya yang tampan. Entahlah antara mimpi dan kenyataan ia memiliki istri seperti Syeilla.


Ia mengecup pelan kening istrinya yang meskipun sedang terlelap tetap saja terlihat sangat cantik dan menawan. Syeilla pun menggeliat dan matanya terbuka dan melihat wajah suaminya yang sedang menatapnya dengan lembut.


"Mas kamu belum tidur?" tanya Syeilla sambil melihat jam di dindingnya yang menunjukkan pukul 02:11 wib.


"Mas belum ngantuk sayang." jawab Aiden kembali menatap Syeilla lekat.


"Kenapa menatapnya seperti itu. Apa ada belek di mataku mas?" tanya Syeilla sembari mengucek matanya namun segera dihentikan oleh Aiden.


"Bukan belek yang ada di mata kamu sayang tapi masa depan kita" Syeilla tersenyum geki mendengar gombalan receh suaminya. Biasanya serius namun sekarang menjadi receh. Seperti bukan suaminya saja.


"Mas ayo tidur katanya besok mau ketemu klien"


"Peluk ya sayang" ujar Aiden manja.


"Ya Tuhan...." geleng Syeilla namun tetap memeluk suaminya dengan sayang.


"Love you wife" mereka pun tidur dengan damai.


"""'"""


Pagi harinya Syeilla dipaksa pergi oleh Aiden untuk mengikutinya ke kantor karena hari ini ia kedatangan tamu istimewa dan rencananya ia akan memperkenalkan Syeilla secara resmi kepada keduanya.


"Sayang mas akan kedatangan tamu istimewa jadi kamu harus hadir ya."


"Aku malu mas"


"Sayang pokoknya kamu harus ikut mas. Tanpa bantahan sayang" bisik Aiden saat Syeilla hendak protes.


Akhirnya Syeilla mendesah dengan pasrah, dia hanya seorang istri yang memiliki tinggi 178 cm apalah dayanya berdebat panjang dengan suaminya yang setinggi 189 cm.


"Istriku yang penurut" Aiden tertawa sendiri melihat wajah kusut istrinya yang selalu tampak cantik meski dalam keadaan marah, kesal maupun merajuk.

__ADS_1


Syeilla mendengus dan segera mengganti pakaiannya dan setelah siap ia pun segera menemui suaminya yang sedang menunggunya di ruang tamu.


"Ayo" ujar Syeilla sambil menggandeng suaminya menuju mobil yang akan membawa mereka menuju perusahaan.


"Memangnya siapa yang akan datang mas?" tanya Syeilla penasaran.


"Kejutan sayang mana boleh dikasih tau nanti bukan kejutan lagi namanya"


Syeilla mencubit gemas perut sixpack suaminya yang sedari tadi selalu membuatnya kesal.


Cup


Aiden mengecup sekilas bibir istrinya lalu membuang pandangannya ke luar sambil tersenyum sedangkan Syeilla sudah blushing di tempatnya apalagi sekarang mereka tidak hanya berdua saja dalam mobil.


Mereka pun sudah sampai di lobi perusahaan, Aiden segera keluar sambil berlari ke sisi kiri mobil dan membukakan pintu untuk Syeilla.


"Silahkan my queen" ujarnya dengan lembut kemudian segera menggandeng mesra istrinya.


Syeilla merasakan jantungnya berdegup dengan kencang. Ia sungguh deg deg kan dengan tamu istimewa suaminya. Bagaimana kalau ternyata suaminya memiliki istri kedua atau istri siri diam-diam di belakangnya. Ah sudah pasti bukan itu.


"Kenapa sayang? Apa ada yang sakit" tanya Aiden dengan khawatir saat melihat Syeilla menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja mas."


"Yakin?" tanya Aiden masih ragu.


"Yakin mas. Ayo nanti mereka menunggu kita terlalu lama mas."


Mereka pun segera menuju lift dan memencet sebuah tombol yang akan membawa mereka menuju ruangan Aiden.


"Pak, tuan besar dan nyonya besar sudah menunggu di dalam" lapor sekretarisnya dengan sopan.


"Terima kasih" jawab Syeilla dan berlalu bersama suaminya.

__ADS_1


"Nenek" sapa Aiden saat keduanya sudah berada di ruangannya.


"Ya Tuhan cucu oma. Kamu apa kabar sayang oma rindu sekali sama kamu" ujar Susi yang langsung memeluk Aiden dengan erat dan belum menyadari kehadiran Syeilla.


"Aku baik oma, bagaimana dengan oma?"


"Oma juga baik sayang."


Susi baru menyadari ada orang kain bersama mereka.


"Siapa dia sayang?" tanya nya sambil menilai penampilan Syeilla yang sederhana.


"Perkenalkan oma ini..... " ucapannya terhenti oleh sebuah deheman, siapa lagi kalau bukan opa nya."


"Opamu tidak pernah berubah" kekeh Susi sedangkan Syeilla hanya berdiri mematung di sisi kanan Aiden.


"Opa ini is..." kembali ucapan Aiden terpotong oleh tatapan tajam kakeknya yang tampak sangat tegas.


Aiden pun menggandeng Syeilla menuju sebuah sofa. Ia duduk bersama Syeilla yang sudah berkeringat dingin di tempatnya apalagi saat tatapan tajam lelaki tua itu menatapnya dengan tatapan menilai.


"Perkenalkan dirimu sendiri beserta keluarga besarmu" serunya dengan dingin.


Bibir Syeilla bahkan sudah kering, ia menarik napas sejenak lalu kemudian melepasnya.


"Saya Syeilla Aretha Zayna anak tunggal dari pasangan Evalina Samudra dan Teguh A. Surya." seru Syeilla dengan keringat dingin.


"Siapa nama kakekmu?"


"Demian Surya" ujar Syeilla pelan.


Tampak wajah tuanya mengeras dan Aiden pun menyadarinya.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Guysss maaf ya aku lupa entah ada buat nama emak dan bapak Syeilla disini atau nggak kalau aku salah bilang ya... Catatan aku hilang dunk... Btw nama kakeknya juga ya kalau salah tolong di komen.. Nnti akan aku ubah kalau salah.


__ADS_2