LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 40 (S2)


__ADS_3

Lisa dan Wira menyambut antusias kedatangan cucu dan cucu menantunya. Ia menggelar karpet hijau di depan pintu. Dari jauh mobil yang membawa keduanya sudah sampai di kediaman mewahnya.


Di sana tampak Aiden sedang menggendong Syeilla yang masih terlelap. Aiden mengisyaratkan agar Omanya tidak mengeliarkan suara.


"Sebentar oma, istri Ai kelelahan." Aiden segera masuk dan membawa naik tubuh istrinya menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.


Lisa menatap Aiden dengan wajah bahagia, ia bahagia saat melihat senyuman indah kerap tercetak jelas di sana. Ia menatap Wira dengan mata berkaca-kaca.


"Ssttt, sayang jangan menangis. Ini adalah hari bahagia." ujar Wira yang membuat Lisa mengangguk.


Sepuluh menit kemudian Aiden turun dari lantai dua dan bergabung bersama Lisa dan Wira yang sedang duduk di ruang tamunya sambil menonton sebuah acara.


"Oma, Opa." sapa Aiden yang langsung duduk disamping Omanya.


"Bagaimana dengan Syeilla?"


"Istri Ai hanya kelelahan Oma, sepertinya dia akan tidur lama." kekeh Aiden.


"Biarkan saja dia istirahat, cucu menantu Oma pasti butuh istirahat yang ekstra."


"Terima kasih pengertiannya Oma.


Aiden memeluk tubuh Lisa dari samping dan menyenderkan kepalanya di bahu Lisa.


Lisa mengusap lembut kepala Aiden.


"Bagaimana dengan perusahaan di Rusia?"


"Sudah membaik Opa, kami berencana akan menetap di sini."

__ADS_1


"Itu ide yang bagus nak." ujar Lisa dengan girang.


”"""""""""""


Elka sedang menunggu dengan hati dag dig dug di depan sebuah galeri seni. Wanita yang ia sukai ternyata mempunyai sebuah galeri seni. Ia seorang pelukis. Elka melihatnya keluar dari sana dan langsung menghampirinya.


"Hai," sapanya dengan wajah tampan setampan "terlalu tamvan" dari negeri seberang.


"Hai juga." ujarnya sambil tersenyum.


"Boleh aku tau siapa namamu?"


Wanita itu tersenyum.


"Aku Angela."


Elka mencoba mengatur napasnya yang sedikit tersumbat akibat terlalu senang.


"Aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu."


Elka menyuarakan suara hatinya yang sudah lama ia pendam.


Angela tampak terkejud mendengar pengakuan pria yang bahkan baru pertama kali ia jumpai.


"Sayang." panggil sebuah suara dari belakang Elka. Elka tersentak mendengarnya.


"Sedang apa sayang?" tanya pria tersebut yang tidak diketahui namanya.


"Tidak ada sayang, kebetulan kami berasal dari negera yang sama. Dia hanya sekadar menyapa." jawab Angela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah begitu, perkenalkan saya Maxim, tunangan Angela." pria yang diketahui bernama Maxim mengulurkan tangannya dengan ramah.


Wajah Elka mendadak kaku, tangannya bahkan bergetar menyambut uluran pria tersebut.


"Saya Elka, kalau begitu saya pamit." Elka segera pergi dari sana dengan hati terobek perih. Sekalinya menyukai wanita, ternyata sudah memiliki pasangan. Huh, dia juga salah. Mana mungkin wanita secantik Angela tidak memiliki pasangan.


Elka tertawa dengan miris. Menertawakan kekonyolan hidupnya yang unfaedah.


Bruk


"Apa menabrak orang itu salah satu dari hobimu?" hardik wanita yang ditabrak Elka barusan.


Mata Elka membulat dengan sempurna melihat wanita yang sama kini berdiri di depannya dengan tatapan tajam. Otak Elka seolah berhenti berpikir. Apa Angela berperan ganda atau... Elka menggantung kalimat dalam kepalanya.


"Apa kau memiliki kembaran?"


Wanita itu tampak mengernyit dengan heran, mungkin dia berpikir dari mana Elka mengetahui bahwa ia memiliki saudara kembar.


"Aku barusan bertemu saudaramu?" ujar Elka saat pandangan mereka bertemu. Wanita itu seperti bertanya "tau dari mana kau".


Wanita itu mengangguk dan hendak pergi meninggalkan Elka yang masih menataonya dengan lekat. Ini gila, ia merasakan detakan yang sama saat berhadapan dengan keduanya.


"Apa aku boleh mengetahui siapa namamu?"


Wanita itu berjalan pergi dan.


"Angelina," ucapnya dari kejauhan.


Elka tersenyum. Tidak masalah tidak dapat Angela, karena Angelina juga tidak masalah. Toh hatinya sama-sama bergetar untuk keduanya.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Elka, ada apa denganmu?


__ADS_2