LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 35 (Season 3)


__ADS_3

"Di sebuah taman yang terlihat rindang. Banyak pohon beterbangan. Meletus balon hijau, di mana-mana hatiku senang."


Nyanyian seorang anak kecil membuat sudut bibir Alya terangkat sempurna. Anak dengan kuncir kuda melambai diterpa angin sepoi terus melanjutkan nyanyiannya dengan riang gembira. Ia juga dulu pernah di posisi itu. Bernyanyi tanpa beban. Masa kecil adalah masa yang indah. Jika air mata jatuh sekalipun bukan karena cinta, melainkan rasa sakit yang timbul akibat terjatuh dari sepeda.


"Hai, udah lama nunggunya?" Dirga menyapa Alya sembari duduk di sebelah gadis itu.


"Baru aja," jawab Alya sekenanya.


Dirga tersenyum masam dengan jawaban Alya. Ia berharap gadis itu antusias saat bertemu dengannya. Kalau dulu selalu Alya yang paling antusias. Seolah Dirga adalah miliknya. Mengingat itu sudut hati Dirga tercubit merana. Mengapa ia menyia-nyiakan momen dan kesempatan yang diberi Tuhan padanya. Ia malah mengambil keputusan gegabah dengan mengedepankan ego dan dendamnya. Jelas-jelas semua salah paham.


"Gimana kabar lo?" tanya Dirga setelah diam sejenak.

__ADS_1


"Kamu mau bahas soal apa?" Alya menatap Dirga serius. Ia tidak ingin berbasa-basi.


Lagi-lagi Dirga tersenyum kecut, kini gadis itu bahkan enggan menjawab. Ia memperhatikan raut datar Alya saat menatapnya. Entah kenapa wajah itu membuatnya takut sekaligus sakit. Ia teringat bagaimana wajah Alya pucat dan lemah saat ia menusuk gadis itu. Mimpinya seolah nyata.


"Kalau kamu datang cuma buat ngelamun, aku akan pergi! Kamu membuang waktuku dengan percuma."


Suara Alya menyadarkan Dirga kembali. Ia meminta maaf dan langsung berbicara pada intinya.


"Semalam aku mimpi kita berdua," ucapnya sambil menarik napas. "Gue nusuk lo!"


"Tadi malam gue mimpi nusuk lo pakai pisau tajam."

__ADS_1


"Kamu nggak bakalan serius nusuk aku kan?" tanya Alya ngeri.


"Ya enggak lah Alya, mana tega gue. Gue takut ini sebagai pertanda kalau lo dalam bahaya. Bisa aja kan?"


Alya menganguk paham, "semoga sih cuma bunga tidur."


Dirga masih menatap lekat wajah Alya, entah kenapa wajahnya terlihat murung. Beda dari biasanya. Rasa khawatir menyeruak memeluk hatinya. Ia takut Alya kenapa-napa.


"Udah kan? Aku mau pulang!"


Dirga menganguk.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Akan ada adegan tusuk menusuk. Hmmm siapa ya korbannya dan siapa pelakunya?????


__ADS_2