
Bab 30
Sampai saat ini Dion masih belum mengetahui bahwa Syeilla masih hidup dan tinggal di negara yang sama dengannya. Ariel juga tidak ada niat untuk memberitahunya. Ah satu lagi, Elka juga masih belum tau kalau Syeilla masih hidup, mungkin jika ia tau akan terjadi drama keluarga season sepuluh.
Malam itu Auxillia meminta Dion untuk menemuinya di sebuah cafe yang cocok dijadikan referensi untuk pasangan yang baru berpacaran. Dion datang dengan wajah bertanya, ia sebenarnya malas datang hanya saja ia tidak enak hati jika harus mengatakan tidak.
“Ada apa?’ tanya Dion tanpa basa basi, padahal ia baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi yang tersedia di sana.
Auxillia *** tangannya antara mengatakan atau tidak namun bukankah lebih baik berkata jujur dari pada kelak ia menyesal. Itulah yang terbesit dalam benaknya.
“Ada yang ingin aku katakan sama kamu.” Ucap Auxillia dengan gugup. Dion mendengarkan dengan seksama. Ia memperhatikan gelagat Auxillia yang tampak tidak seperti biasanya.
“Aku mencintaimu.” Ujar Auxillia setelah mengumpulkan keberaniannya. Ia bahkan menutup matanya, ia baru membukanya setelah kalimat itu sukses keluar tanpa hambatan dari bibirnya. Dion tampak mengetatkan rahangnya, ia menatap Auxillia dengan tatapan dingin.
“Ápa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan barusan?” ujarnya datar. Auxillia tampak terkejut mendapat reaksi seperti itu, ia pikir Dion akan syok atau tersanjung, tapi nyatanya reaksi yang Dion berikan sangat jauh dari ekspektasinya.
__ADS_1
“Aku sadar dan kau juga melihatnya.”
“Aku tidak percaya bahwa wanita berkelas sepertimu akan merendahkan diri hanya untuk mendekatiku.” Sinis Dion tanpa perasaan. Auxillia tampak menahan air matanya. Bibirnya bahkan bergetar saat Dion mengucapkan kalimatnya tanpa saringan.
“Apa menurutmu semua itu salah?’
“tentu saja salah, wanita yang terhormat di mataku bukan sepertimu. Kau tau, aku hanya mempersunting wanita yang tidak merendahkan dirinya pada seorang pria. Aku pikir mungkin kamu sedikit berbeda, namun nyatanya kamu juga sama.” Kembali kalimat menyakitkan keluar dari bibir seksinya tanpa hambatan.
Auxillia menatap raut datar Dion dengan senyuman getir, ia baru tau bahwa selama ini Dion menilainya dengan sebelah mata. Apa yang salah dengan wanita yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Apa ia salah?
Auxillia menangis di taman kota yang masih banyak pengunjungnya. Ia menelusupkan wajahnya agar tidak ada yang melihatnya menangis.
“Menangis itu baik untuk kesehatan, menangis juga bisa mengurangi rasa sakit. Tapi bukan berarti boleh menangis saat malam. Apalagi ini sebuah taman.” seseorang menyodorkan sapu tangannya pada Auxillia yang menatapnya dengan bingung,
“Terima kasih.” Ucapnya dengan tulus. Pria tersenyum kemudian memilih menemani Auxillia di sana. Mungkin saja mereka bisa berjodoh, pikirnya.
__ADS_1
“Biar kutebak, masalah cinta right?”
Auxillia menutup wajahnya karena ia malu mengakuinya, namun kenyataannya semua yang dikatakan pria itu benar adanya.
“Baiklah, tidak perlu dijawab. Aku juga tidak berhak mendengarnya.” Kekeh pria tersebut dengan lapang dada, siapa lah dia yang hanya seorang jomblo.
“Pulanglah, tidak baik wanita cantik sepertimu menangis di taman, apalagi ini sudah malam. Pulanglah.” Auxillia menuruti pria tersebut dan segera melangkah menuju mobilnya yang ia parkir tidak jauh dari taman.
“Sekali lagi aku harus berurusan dengan penjomblangan. Hah kapan aku akan memiliki calon istri kalau seperti ini terus menerus.” Desah Elka dengan sedih.
❤❤❤❤❤
**Elka❤Auxillia
Apakah kakian rela?? Hahahhaa**
__ADS_1