
Zia bertemu dengan Auxillia tanpa disengaja saat wanita itu pergi berlibur ke Indonesia. dan mereka berdua melepas rindu untuk sejenak.
"Lama kita tidak bertemu Mbak," ucap Auxillia dengan lembut.
"Iya, kamu apa kabar?" tanya Zia dengan antusias.
"Aku baik-baik saja, Mbak. Oh ya, Dirga gimana kabarnya?"
Untuk sesaat Zia menarik napasnya panjang, hal itu membuat Auxillia penasaran. Terakhir dia bertemu dengan Dirga saat usianya masih sepuluh tahun. ia mendengar kisah Dirga dari Zia yang sebelumnya curhat padanya.
"Dia memilih pergi ke luar negeri, mungkin itu cara dia menyembuhkan lukanya. kamu tahu kan? dia sangat mencintai Alya."
"Mungkin belum berjodoh, Mbak."
"Kamu benar Auxi, mereka memang belum berjodoh. Padahal saya berharap mereka bisa bersama."
Zia lalu teringat degan putri Auxi yang juga seorang gadis.
"Bagaimana kabar putrimu?"
__ADS_1
"Baik, Mbak. Katanya mau pulang makanyasaya harus segera kembali ke Singapura."
"Sampaikan salam saya padanya ya, dia gadis yang sangat imut."
"Nanti pasti saya sampaikan, Mbak."
Mereka berdua pun melanjutkan cerita mereka panjang lebar.
Di lain tempat, Dirga kembali bertemu dengan Ata yang kebetulan akan membeli makanan karena ia sedang badmood melihat wajah Dirga yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Hei, kita ketemu lagi." Sapa Dirga tersenyum. Entah kenapa dia sangat suka mengganggu Ata yang suka badmood melihatnya.
Mnedengar hal itu tawa Dirga pun lepas begitu saja. Tawanya yang lepas membuat jantung Ata seperti mau keluar dari tempatnya. Dirga sangat tampan jika diperhatikan dengan teliti.
"Ada apa?" tanya Dirga saat mata Ata hanya fokus padanya.
"Em, tidak, hanya sedang menilai sesuatu saja."
"Tunggu, apa kau terpesona barusan denganku?" tanya Dirga dengan tatapan meneliti.
__ADS_1
"Enak saja, siapa juga yang terpesona. Geer banget jadi cowok, dasar nyebelin."
Ata segera pergi dari sana dan Dirga pun mengekorinya sampai mereka ke sebuah taman yang tidak jauh dari tempat mereka berada.
"Apa kau sering kemari?" tanya Dirga penasaran.
"Tidak juga, hanya sesekali saja."
Ata mengunyah burgernya dan membuat saus lengket di bibirnya. Dirga yang melihat hal itu tersenyum dan segera mendekatkan wajahnya pada wajah Ata. Gadis itu sampai gugup dan bersemu merah.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya dengan suara bergoyang.
"Kau ini," ucap Dirga lalu mengusap pelan bibirnya sampai saos itu terangkat di jari Dirga.
Aksi itu membuat Ata sangat gugup, jantungnya tidak berhenti berdetak sejak tadi. Baru kali ini ia melihat sisi Dirga yang membuatnya menggila dngan perasaan yang berkecamuk.
"Makan pelan-pelan, aku tidak akan memintanya." kekeh Dirga membuat Ata kembali kesal.
Seiring berjalannya waktu, tanpa mereka sadari sudah terjalin perasaan cinta di antara keduanya.
__ADS_1
-----