LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 62 (S2)


__ADS_3

Hari bahagia kini tengah meliputi keluarga besar Elka dan Salma. Hari ini keduanya sudah resmi sebagai pasangan suami istri. Semestinya masih dua minggu lagi. Namun, Elka tidak mau lagi menunggu membuat keluarga mereka kelabakan mencari tanggal yang sesuai. Dia akan membuktikan pada Dion bahwa dirinya jauh lebih perkasa dari pada lelaki itu.


"Bagaimana para saksi, SAH!" tanya seorang oenghulu dan dijawab serentak oleh mereka semua.


"SAH," termasuk Elka ikut bersorak dengan semangat. Pagi itu mereka langsung mengadakan resepsi hingga menjelang senja.


"Ah, lelahnya." ujar Elka sambil menselonjorkan kakinya hingga menggantung di ranjang. Sedangkan iatrinya sudah berlalu menuju kamar mandi untuk segera berbenah. Ia ingin cepat istirahat.


"Sayang, jangan lama-lama di kamar mandi. Nanti kamu digigit semut nakal," teriak Elka dengan jahil. Untungnya kamar mereka kedap suara.


Salma tersenyum dari dalam kamar mandi. "Yang ada kamu semut nakalnya, Mas," kekeh Salma dan keluar setelah selesai dengan ritualnya. Badannya sudah terlihat manusiawi dari terakhir kali.


"Mas, mandilah. Biar badan kamu segar dan enak tidurnya," ujar Salma dengan lembut.


"Kamu sidah tidak sabar kita malam pertama hm?" goda Elka membuat pipi Salma bersemu malu.


"Bukan itu maksudku, Mas. Kasihan badan kamu nanti kecapean kalau tidak segera mandi," terang Salma.


"Indahnya ada yang perhatian. Pantas saja Dion dan Ariel ngebet nikah," ujar Elka sambil berlalu menuju kamar mandinya.


Tidak perlu menunggu lama, Elka sudah keluar dari kamar mandi. Ia tidak suka bersemedi terlalu lama di sana karena ada bidadari cantik sedang menunggunya di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Sayang," ujar Elka dengan ceria. Salma tersenyum melihat kedatangan suaminya.


"Apa kita akan malam pertama?" tanya Elka dengan antusias. Salma terlihat mengulum senyuman yang tampak indah di mata Elka.


"Aku sedang datang bulan, Mas." jawaban laknat yang sukses membuat jiwa perjakanya terjun bebas ke dasar laut.


"Ah, begitu. Kita berpelukan saja malam ini dan seterusnya," ujar Elka sambil menepuk kasur di sebelahnya.


"Tidak apa-apa, semua akan indah pada waktu ya," hiburnya pada diri sendiri. Ia sudah membayangkan malam pertama yang penuh dengan decakan panas dari bibir mereka berdua. Namun, saat mengetahui bahwa istrinya sedang datang bulan. Jiwa bertarungnya nyungsep di emparan ranjang.


"Mas apa kamu marah?" tanya Salma tidak enak hati.


"Kakak memang tidak pernah salah memilihkanku jodoh sepertimu, Mas." ujar Salma dengan rasa syukur. Elka tentu merasa bangga karena istrinya bersyukur memiliki suami seperti dirinya.


"Mas yang lebih bersyukur mendapatkan kamu sayang," Elka menarik tubuh ramping istrinya dan berbaring di ranjang.


"Tidurlah, kamu harus segera istirahat. Mas tidak mau sampai kamu kelelahan," gumam Elka dengan lembut sambil mengecup ubun-ubun istrinya.


Elka melihat jam sudah menunjukkan pukul 23:13 WIB.


"Aku juga butuh istirahat," gumam Elka.

__ADS_1


Tok tok


Terdengar sebuah ketukan dari luar kamarnya.


"Tunggu sebentar," ujarnya. Salma sudah dibuai mimpi karena kelelahan.


Elka membuka pintu dan muka songong Dion terpampang nyata di depan.


"Ada apa?" tanya Elka dengan ketus.


"hanya sedang ingin berkunjung saja," jawab Elka pelan.


"Kau hanya ingin berkunjung. Bukan bertamu ka. Aku mau tidur dengan ayang bebeb. Pergi sana!" usir Elka dan menutup pintu dengan kencang. Hampir saja hidung mancung Dion patah.


"Cih, dia tidak tahu kalau aku akan memberinya kejutan. Tapi ya sudahlah. Besok saja." ujarnya dan berlalu pergi dari sana.


❤❤❤❤❤


Paling suka nulis part Elka hahaha


Maaf ya aku ingkar janji dehhh... Aku dilanda magar masa guys hahahah

__ADS_1


__ADS_2