LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 7 (Season 3)


__ADS_3

Manik keabuannya menatap datar tumpukan pakaian pemberian wanita yang sudah melahirkannya. Tatapannya terlihat kosong. Kedua tangan ia lipat di dada. Setitik air mata lolos perlahan.


"Kamu sangat beruntung Alya. Sedangkan aku hanya anak buangan yang tidak diharapkan."


Ia tersenyum miris mengingat betapa sial kehidupan yang ia jalani saat ini. Menderita semenjak sekolah dasar sampai ia di jenjang sekolah menengah atas.


Seseorang mengelus lembut punggungnya yang polos. Ia menatap mata wanita paruh baya yang sedang menatapnya.


"Cucu Oma ngapain sendirian bengong di sini, hm?"


"Hanya melihat pakaian yang tidak dibutuhkan lagi Oma."


"Loh, ini kan pakaian pemberian Mama kamu sayang."

__ADS_1


Matanya menatap sendu wajah tua yang sudah melimpahinya kasih sayang. Yang seharusnya berperan malah memungkirinya.


"Atta nggak butuh lagi pakaian ini, Oma," ucapnya datar.


Lisa menghela napas pelan. Ia sangat tahu sekeras apa karakter cucunya.


"Nak, Oma cuma tidak ingin pikiran kamu bercabang. Percayalah sayang, Mama kamu sangat menyayangi kamu melebihi Oma."


Cally menitikkan air matanya. "Sayang dari mana Oma? Bahkan Mama tidak pernah menjenggukku. Alya sangat beruntung memiliki kasih kedua orang tua kami. Kenapa harus aku yang dibuang Oma." Isakan kecil lolos dan mengisi ruang tempat mereka berada.


Cally memeluk tubuh Lisa dengan erat. Hatinya sedang sangat terluka dengan semua hal yang menimpa dirinya. Alya dengan segala kesempurnaannya hidup dengan kasih sayang kedua orang tuanya. Dirinya hidup bertiga bersama Oma-nya. Tanpa kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Kebencian perlahan tumbuh dalam hatinya. Kenapa bukan ia yang ada di posisi Alya. Kenapa malah sebaliknya.

__ADS_1


Alya menatap ribuan bintang yang menghiasi lantai langit. Satu nama selalu ia ingat dalam benaknya. Mereka saudara kembar. Namun, terpisah oleh jarak yang jauh. Kerinduan sering menyelinap masuk memenuhi relung sanubarinya.


Deringan ponsel memecah keheningannya. Alya melangkah pelan ke meja belajarnya. Matanya terpaku pada satu nama yang akhir-akhir ini selalu membuatnya terluka dalam diam.


Alya mematikan panggilannya. Lalu bunyi sebuah pesan mengalihkan perhatiannya.


Gue mau besok kita ketemu. Ada yang mau gue omongin. Penting!


Alya hanya melihat tanpa berniat membalasnya.


"Kenapa Ga? Di saat gue ingin melupakan lo, lo kembali hadir dengan membawa sejuta luka."


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Maaf baru up


__ADS_2