
Syeilla menarik napasnya dengan panjang saat kakinya terasa sedikit ngilu saat ia berjalan. Ia menyuruh Aiden untuk segera ke ruangannya dan sebentar lagi ia akan menyusulnya. Awalnya Aiden tidak mau namun atas desakan Syeilla akhirnya ia pun melangkah lebih dulu.
"Lihatlah wanita itu! Dia pasti sudah merayu bos kita. Dasar perempuan murahan." desis beberapa karyawan dengan sinis. Semua umpatan tidak luput dari pendengaran Syeilla.
"Kau benar, bahkan nona yang tempo hari lebih cantik dan lebih cocok bersanding dengan pak Aiden n dibanding perempuan itu." kembali mereka melontarkan kata-kata yang mampu membuat hati siapa saja terluka namun bukan Syeilla namanya jika ia terpengaruh.
"Mungkin dia kekasih gelap pak Aiden atau mungkin hanya sebatas wanita ONS yang mengekori bos hingga ke kantor ini." sambung sebuah suara yang ikut bergunjing tanpa menyadari dengan siapa mereka sedang berhadapan.
"Itu pasti sudah benar. Kau memang pandai menilai seseorang." kekeh kelimanya sambil tertawa yang terdengar mengejek Syeilla. Mereka bahkan tidak segan-segan mengeraskan volume suaranya agar Syeilla mendengarnya.
"Kalau aku menjadi dia, aku pasti sangat malu bahkan untuk menunjukkan wajahku. Dilihat dari penampilannya saja sudah jelas bahwa dia bukan tipe pak Aiden, ayolah mana mungkin pak Aiden memiliki selera serendah itu." mereka semua langsung mengangguk dengan mantap.
Syeilla mendekati mereka sambil berkata.
"Apa yang kakian mimpikan semalam? Apakah berpakaian seperti ini salah?" tanya Syeilla sambil memeriksa pakaiannya yang menurutnya masih sopan meskipun terlihat sederhana.
Salah satu dari mereka maju sambil mencemooh cara berpakaiannya yang menurut mereka sangat jauh di atas standar orang kaya.
"Kakian sudah menyakiti hati saya, apa tidak ingin mengucapkan sesuatu?" ujar Syeilla dengan tegas namun kelimanya hanya tertawa mengejek seolah berkata 'memangnya siapa dirimu'.
__ADS_1
Syeilla mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Aiden.
"Sayang bisa kamu turun sebentar, ada sedikit kecoak mengganggu penglihatanku." selesai dengan panggilannya ia segera mematikan panggilannya.
"Apa masih tidak ingin meminta maaf?" peringat Syeilla untuk yang terakhir kalinya.
"Memangnya siapa dirimu hah! Jangan mentang-mentang kau datang bersama bos kami lalu kau bisa sombong. Hei berkacalah pada cermin." mereka kembali tertawa.
Syeilla menarik napasnya lalu menatap mereka dengan tatapan mencemooh. Ia sudah memberi mereka kesempatan namun sepertinya mereka bukan orang yang baik maka dari itu perusahaan suaminya bukan untuk mereka bekerja.
"Sayang." teriak Aiden saat ia melihat siluet Syeilla sedang berbincang dengan kelima karyawannya.
"Mas, apa kamu mencintaiku?" tanya Syeilla sambil matanya nenatap tajam kelimanya.
"Mas, jika ada seseorang yang mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan tentang istrimu, apa yang akan kamu lakukan.
Wajah Aiden langsung mengeras.
"Siapa yang sudah berani melakukannya?" geram Aiden sambil menatap wajah kelima karyawan wanitanya dengan garang.
__ADS_1
"Tidak ada mas. Hanya seandainya." kekeh Syeilla. Aiden pun menghela napasnya dengan lega. Keimanya juga tampak lega namun semua belum berakhir.
"Apa kau akan menuruti semua kemauanku?" kembali Syeilla mengajukan sebuah pertanyaan yang langsung diangguki oleh Aiden.
"Pecat mereka." tunjuk Syeilla dengan dagunya. Sontak Aiden merasa ada sesuatu yang telah terjadi dengan Istrinya, ia tau betul siapa istrinya. Aiden menatap tajam kelimanya sambil berkata dengan dingin.
"Siapa yang sudah melukai hati istriku?" mereka semua terdiam bahkan ada yang hendak menangis.
"JAWAB!!" bentak Aide dengan marah.
"Tidak perlu mas, semuanya ada disini." Syeilla menunjukkan ponselnya pada Aiden n dan sontak kelimanya langsung berlutut di kaki Aiden sambil memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
"Keluar!" teriak Aiden tanpa ampunan apalagi setelah mendengar semuanya. Amarahnya bahkan sudah memuncak. Andai asap bisa terlihat di kepalanya.
"Kalian dengar baik-baik. Bukan dia yang mengemis padaku tapi aku! Memangnya apa yang salah dengan pakaian istriku hah! Kalau dia mau dia bisa saja memakai pakaian ratusan juta hanya saja ia tidak suka berfoya-foya dan sok kaya seperti kalian. Dasar lintah!" maki Aiden.
"Seret mereka keluar dan blacklist nama mereka supaya tidak ada yang menerima mereka di perusahaan manapun."
**❤❤❤❤❤
__ADS_1
Suka nggak kalian sama sikap Syeilla yang sekarang???
Silahkan komen**...