LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 25 (S2)


__ADS_3

Auxillia sedang berada di kantor bersama Dion. Namun, meskipun mereka bersama hanya Auxillia yang tamoak senang dengan kebersamaan mereka, sedangkan Dion hanya menganggaonya angin lalu. Bagi Dion, Auxillia bukan tipe idealnya. Ia menilai Auxillia terlampau manja untuk ukuran calon istrinya. Namun ada satu hal yang tidak diketahui oleh Dion.


Auxillia bukan wanita manja.


"Kak," panggil Auxillia saat Dion sedang asyik menatap ponselnya.


Entah terlalu serius atau memang sengaja tidak mendengarnya, Dion masih asyik menatap ponselnya.


Auxillia penasaran dan mencoba mengintip dengan pelan dan jleb hatinya bagai ditancap sebongkah besi berkarat, sakitnya sampai ke ulu hati.


Auxillia mulai bertanya-tanya mengenai sosok yang ada dalam ponsel Dion. Apa mungkin itu kekasihnya, pikir Auxillia dengan frustrasi. Ia hendak bertanya namun ia takut, bagaimana kalau apa yang ia pikirkan ternyata benar, bukankah semua itu akan menyakitinya.


Dion menyadari gerak gerik aneh dari Auxillia, mau bertanya ia terlalu malas, nanti perempuan itu ke geeran, batin Dion.


"Emm Kak," kembali suara Auxillia berhasil keluar namun lagi-lagi hanya angin sepoi yang menjawabnya.


Ia menghembuskan napas dengan kesal sambil menarik napas dalam-dalam. Ia tidak tau apa yang akan terjadi jika ia sudah kesal.

__ADS_1


"""''''


Ariel menatap kosong bangunan tinggi yang menjulang di hadapannya. Entah ia sadar atau tidak namun sudah sebulan lamanya sejak ia mencoba memberanikan diri menjumpai Zia, namun semua hanya bualan semata karena hingga saat ini ia benar-benar tidak mampu melakukannya. Ia takut Zia akan terluka jika mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


"Sudahlah, untuk apa galau kalau kau sendiri yang mencarinya." ejek Elka yang saat ini sudah tinggal bersama dengan Ariel. Ia beralasan Dion sering meninggalkannya sendirian di apartemen yang membuatnya kesepian. Lelaki model apa Elka ini.


Tubuh lelaki jiwa perawan, ada-ada saja.


"Bagaimana dengan Zia?" tanya Ariel dengan serius.


"Dia sangat bahagia semenjak kau tinggalkan. Mungkin sebentar lagi akan ada pria yang melamarnya." ujar Elka memprovokasi pikiran Ariel yang sudah berwajah pucat.


"Dimana Zia sekarang?" tanya Ariel dengan rahang mengetat.


"Apa kau tidak bisa menebaknya, padahal aku audah menyebutkan ciri-cirinya." dengus Elka dan berlalu dari sana dengan senyuman miringnya.


"Kau!" tunjuk Ariel namun makhluknya sudah lenyap dari peradaban. Ariel manarik napas dalam-dalam sambil mencoba berpikir jernih.

__ADS_1


Ting


Bunyi notifikasi masuk ke ponselnya.


Zia berada di butik A&D colections. Kalau kau ingin memperjuangkannya maka temukan tempatnya."


Bunyi pesan dari Elka yang mampu membuat Ariel mengeluarkan sumpah serapahnya karena memiliki teman yang jahilnya naudzubillah. Awas saja kalau sampai merengek minta makan padanya. Batin Ariel penuh dendam.


Elka tertawa dibalik tembok, sambil memeletkan lidahnya. Lagian tubuh kekar tapi mental pengecut.


Ejek Elka tanpa sadar ia telah membangunkan singa kelaparan. Ia tidak tau musibah apa yang sedang menunggunya nanti malam.


Zia mendengus saat Elka menyuruhnya pergi ke sebuah butik, dan pria itu menyuruhnya memakai gaun putih yang tampak seperti gaun tunangan. Zia mendengus dengan perintah Elka yang anehnya malah ia turuti. "Dasar pria tua." Desis Zia kesal.


❤❤❤❤❤


**Elka tubuh lelaki jiwa perawan.

__ADS_1


Ariel tubuh kekar jiwa pengecut.


Dua makhkuk tampan yang dilanda**.......


__ADS_2