
Zia menatap Syeilla dengan tatapan tak percayanya. Bagaimana bisa manusia normal berdiri berjalan dengan tatapan kosong tanpa merasakan rasa sakit saat berjalan di atas pecahan kaca. Apa Syeilla itu manusia.
"Kenapa kau melakukannya Syei, kamu bisa saja mencelakai dirimu dan juga bayi kembarmu" ujar Zia dengan heran sekaligus terenyuh saat melihat kondisi kaki Syeilla saat ini.
"Entahlah Zia, kau tau pada saat itu pikiranku benar-benar kosong. Tidak ada yang bisa aku pikirkan. Kau mungkin tidak akan percaya namun sakit menginjak beling bukan apa-apa dibanding dengan luka di hatiku ini Zia. Aku sungguh mencoba menjadi kuat seperti yang kau katakan namun aku sangat kesulitan untuk melakukannya" Syeilla menatap lesu wajah Zia yang kini sedang serius menatapnya.
Zia juga sangat tidak tega melihat betapa menderitanya Syeilla selama hidup bersama Aiden suaminya. Zia sungguh sangat ingin membantu Syeilla keluar dari penderitaannya tapi bagaimana caranya. Kemudian satu ide muncul di kepala pintarnya.
Zia menatap Syeilla dengan serius kemudian menyampaikan idenya pada Syeilla yang sontak mendapat pelototan horor dari Syeilla.
"Apa kau sudah gila. Tidak, aku tidak mau melakukannya" tolak Syeilla dengan mentah.
"Tidak Syeilla kau harus mau ini semua demi kedua bayimu. Memangnya kau mau suamimu terus-terusan membenci anakmu. Lantas apa kabar nanti dengan keduanya kalau kau sudah tidak ada. Aku tidak bermaksud menakutimu tapi percayalah Syeilla ini semua demi kebaikanmu.
Syeilla pun tampak memikirkan semua yang diucapkan Zia ada benarnya. Sekarang bukan saatnya memikirkan perasaan suaminya tapi ia harus memprioritaskan kedua bayinya di atas segalanya.
"Kau benar Zia. Aku tidak boleh egois untuk kebahagiaan kedua anakku nantinya. Baiklah aku akan melakukannya sampai berhasil. Terima kasih Zia" ujar Syeilla dengan lega meski ide Zia sungguh ekstrim menurutnya namun apa boleh buat ia harus membuat Aiden bertekuk lutut dan berbalik mencintai kedua anaknya agar ia bisa pergi dengan tenang.
__ADS_1
Siang pun telah berganti malam dan inilah saat-saat yang di tunggu oleh Syeilla.
Ia menunggu kepulangan Aiden dengan jantung berdegup kencang. Ia seolah sedang dilanda asmara untuk pertama kalinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB namun sampai saat ini Aiden belum juga pulang. Apa ia membatalkan saja niatnya. Ia masih menimbang dengan ragu-ragu, namun karena badannya sungguh lelah ia akhirnya beranjak dari kamar Aiden dan akan kembali ke kamarnya. Baru saja kakinya melangkah terdengar suara seseorang membuka pintu.
"Aiden. Akhirnya kau pulang juga" ujarnya sembari tersenyum dengan lembut.
"Apa yang kau lakukan di kamarku dengan baju begitu?" tanya Aiden dengan jijik. Syeilla pun menyadari tatapan kurang suka Aiden padanya atau lebih tepatnya pada tampilannya yang bisa dikatakan cukup seksi. Ia memakai baju tidur khusus ibu hamil dengan renda berwarna hitam yang tingginya hanya sepahanya. Sungguh seksi bukan.
"Aku aku sedang menunggumu" ucap Syeilla dengan gugup.
"Kau sungguh menjijikkan. Keluar?" selesai menghina Syeilla ia pun mengusir Syeilla agar keluar dari kamarnya.
"Apa aku sangat tidak pantas walau hanya untuk menemani mu tidur?" tanya Syeilla dengan air mata yang sudah penuh di peluouk matanya. Hanya tunggu jatuh saja.
"Kau bukan hanya tidak pantas tapi kau sangat sangat tidak layak. Kau? Bahkan tidak seujung kuku pun dari Jeslyn kekasihku?"
__ADS_1
"Kenapa kau selalu membahasnya di depanku. Aku ini isrimu bukan dia?" teriak Syeilla dengan marah.
"Kau hanya istri yang berlaku di atas kertas. Kau tidak berlaku di kehidupan nyata. Kau tau kenapa?" tanya Aiden dengan sinis.
Syeilla menatap Aiden dengan pandangan terluka. Ia tau kalimat yang akan diucapkan oleh Aiden akan sangat menyakitkan dan sebelum itu terjadi lebih baik ia pergi dari kamar terkutuk ini. Syeilla melangkahkan kakinya dengan pelan karena ia masih kesusahan untuk berjalan.
Saat sudah di depan pintu air mata yang Syeilla tahan akhirnya jebol dan membasahi pipi mulusnya.
"Kau tidak lebih dari seorang pelacur, pembunuh dan pembawa sial. Aku sangat membenci semua hal yang menyangkut denganmu" ujar Aiden dengan menekankan kalimatnya hingga terdengar sangat jelas di telinga Aiden.
Syeilla membalikkan tubuhnya hingga menghadap pada mata Aiden yang hanya tersirat kebencian disana. Dengan tangan terkepal kuat Syeilla berucap dengan lantang.
"Maka Tuhan pun akan membalasmu dengan sesuatu yang sangat kau benci. Kau lupa sesuatu Aiden, Tuhan maha pembolak balik hati seorang hamba dan jika saat itu sudah tiba maka kau akan menjadi hamba yang paling menyesal dan berharap waktu bisa kau ulang dan kau tau apa?? WAKTU TIDAK AKAN PERNAH BISA DIULANG HINGGA AIR MATAMU BERGANTI DENGAN DARAH SEKALIPUN!!" Syeilla kemudian pergi meninggalkan Aiden yang kini sedang menatap aneh padanya.
"dan aku tidak akan pernah ke tahap itu Syeilla. Tapi kau yang akan menuju kesana karena di antara kita kau lah yang mencinta tanpa dicinta dan sampai saatnya sudah tiba aku akan menghancurkan hatimu dengan sekali pukul" Aiden kemudian menyeringai dalam kesombongannya.
"Sebuah kesombongan akan berakhir tragis saat tiba sebuah pembalasan" Autor gemes.
__ADS_1
❤❤❤❤❤