LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 55 (S2)


__ADS_3

Memasuki usia kandungan bulan ke lima, Syeilla sudah mulai gampang kelelahan, perutnya yang tampak lebih besar dari biasanya, membuatnya harus ekstra banyak menyimpan suplei energi dan stamina. Aiden sendiri masih dalam fase mengidam. Seperti hari ini, ia mengidam ingin makan durian rasa jomblo. Entah apa maksudnya, Syeilla pun tidak tahu.


Mereka berdua pergi ke pasar yang ada menjual durian. Dengan perut besarnya, Syeilla tampak ngos-ngosan saat berjalan. Ditambah nyeri di pinggangnya membuatnya sedikit tidak nyaman.


"Mas, itu ada durian." tunjuk Syeilla pada suaminya. Aiden segera menggandeng tangan istrinya ke sana.


"Mas, duriannya berapa satu?" tanya Aiden dengan wajah berbinar.


"Kalau yang besar 60 ribu, Mas." ucap penjual tersebut.


"Statusnya apa, Mas?" tanya Aiden seperti sedang melakukan wawancara kerja.


"Mas, nanyak Status saya atau status duriannya?" tanya penjual durian tersebut sedikit bingung.


"Statusnya, Mas. Status duriannya buat apa,"


Syeilla seperti mencium bau tidak sedap. Ia tampak antisipasi jika suaminya berulah.


"Saya duda, Mas." jawab penjual tersebut dengan cengiran khasnya.


"Artinya, Abang jomblo kan?"


"Saya duda, Mas. Bukan jomblo." ujarnya tetap kekeh pada pendiriannya.


"Tapi, Mas kan sendiri. Artinya, Mas itu jomblo."


Aiden masih ngotot berdebat dengan penjual durian yang katanya sudah duda.


"Mas, mau beli atau tidak?" tanya penjual itu dengan sewot.


"Saya baru mau beli kalau, Masnya jomblo." jawab Aiden dengan tegas.


"Mas, mau beli berapa untuk status jomblo saya?"


"Saya beli dua, Mas."


"Ya, sudahlah. Mas, ambil saja 100 ribu dua buah."

__ADS_1


"Mas, jomblo yakin?" tanya Aiden membuat si penjual ingin menenggelamkan kepalanya ke sungai musi.


"Saya yakin, Mas."


"Baiklah, saya ambil dua dan Mas, ambil ini." Aiden menyerahkan uang merah dua lembar, membuat di pedagang kebingungan.


"Mas, harganya 100 ribu, kenapa, Mas memberi saya lebih."


"Yang seratus untuk harga duriannya, yang seratus lagi untuk status, Masnya." Aiden segera oergi dari sana sebelum kesadaran penjual duren tersebut kembali normal.


"Mas, apaan sih." sewot Syeilla dengan kelakuan suaminya.


"Mas, cuma pengen makan durian jomblo sayang. Apa yang salah?" tanya Aiden dengan heran.


"Susah ngomong sama, Mas." decak Syeilla.


Aiden tersenyum melihat istrinya sedang merajuk.


"Sayang, Mas tadi lihat di sana ada yang jualan rujak. Sepertinya enak. Ayo ke sana." ajak Aiden membuat Syeilla cemberut tak karuan.


"Mas, aku capek. Kamu nggak lihat apa, perut aku sudah segini besarnya malah kamu ajak ke sana kemari, membawa alamat." decaknya jengkel.


"Tidak apa-apa Mas, kita pulang saja ya. Aku lelah." bisik Syeilla membuat Aiden tersenyum. Ia menggandeng tangan istrinya menuju sebuah mobil putih yang sudah nangkring di depan. Mereka pergi bersama sopir pribadinya, mengingat hari ini Aiden tidak mood membawa mobilnya.


Aiden membuka pintu mobil bagian belakang, ia membantu istrinya yang tampak kesulitan masuk ke mobil.


*****


Malam harinya, Syeilla tengah bersandar di kepala ranjangnya, sedangkan Aiden tampak mengurut kaki istrinya yang mulai membengkak.


"Masih sakit sayang?" tanya Aiden lembut.


"Sudah lebih enakan, Mas."


Aiden mengakhiri sesi pijatannya. Ia mendekat ke arah istrinya,


"Sayang, apa dulu kamu seperti ini?" tanya Aiden yang entah mengapa terlihat bersedih.

__ADS_1


"Kalau dulu lebih parah sih, Mas." jawab Syeilla tanpa menyadari raut sedih suaminya.


"Maafkan Mas, sayang." lirihnya.


Syeilla baru tersadar saat suara suaminya terdengar lirih.


"Mas, kamu kenapa?" wajah Syeilla tampak cemas.


"Sayang, maafkan sikap Mas, dulu."


"Mas, yang lalu biarlah berlalu, kita jadikan semua sebagai pelajaran untuk masa depan yang lebih baik. Jangan mengingatnya lagi jika menyakitkan." ujar Syeilla, membuat hati Aiden bagai disayat sembilu.


Ia tidak tahu, bagaimana cara membalas istrinya yang baik luar biasa.


"Kamu sangat baik sayang. I love you."


Syeilla terkekeh, dan memeluk suaminya dengan erat.


"I love you more." kamu tau kan, Mas. Aku sangat mencintai kamu. Jadi jangan pernah merasa sedih atau merasa bersalah lagi. Semua sudah berlalu. Bukankah masa sekarang, masa kita bahagia hm." bisik Syeilla lembut.


"Terima kasih cinta," Aiden mengecup lama kening istrinya.


Tuhan, jadikanlah istriku sebagai pendamping hidup di dunia serta di akhiratku kelak. Monolog batinnya.


❤❤❤❤❤


Guyss maaf ya, kalau aku upnya sekarang sehari sekali. Aku lagi ngejar tabungan untuk ODOC yang sudah terbit hari ini pukul 00:00 di Wp. Kuy silahkan mampir.


Aku harus bagi waktu dengan WP, cerita itu seleksi terakhir untuk bisa masuk sebagai keluarga theWWG yang kerennya subhanallah.


#voteautor


#autormisqueen


#seikhlasnya


#hahahahaha

__ADS_1


Sudah terbit, sekilas informasi wkww...


Cerita ini paketnya sedih, nyesek, dewasa, dan mungkin kalian akan kembali memaki ria. Tapi nggak separah Aiden di season 1, tapi bisa jadi lebih parah dari Aiden. Sumpah ya, nasib tokoh perempuannya sedih guys 😭😭


__ADS_2