
Aiden dan Syeilla sedang melakukan panggilan video via whatsApp, di sana Lisa sedang menitikkan air mata saat melihat cucu menantunya sedang hamil. Ia bersyukur dulu bergerak cepat membawa Syeilla ke Rusia dengan koneksi yang mereka miliki.
"Halo Oma, bagaimana kabarnya?" tanya Syeilla dengan antusias.
"Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dari melihat kalian berdua bersama, ditambah sebentar lagi Oma akan memiliki seorang cicit." Lisa tampak berbahagia di sana.
"Oma bantu doa nya ya, biasa doa orang tua itu mujarab." kekeh Aiden yang langsung dihadiahi cubit online dari Omanya. Sontak Aiden berpura-pura kesakitan sambil memegang pipinya.
"Dasar anak nakal." kekeh Lisa bahagia.
Lisa senang saat melihat raut bahagia senantiasa menghiasi wajah tampan cucu satu-satunya, sifatnya yang dulu keras kini semakin lunak dan lebih berprikemanusiaan membuat hati Lisa lega. Ia tidak ingin sifat keras putranya yang sudah meninggal diwarisi cucunya. Ia ingin cucunya bahagia dengan Syeilla, wanita yang sudah mengenalkan cinta tulus dan pengorbanan pada Aiden.
"Oma kami pergi dulu, nanti kita sambung lagi ya. Love you Oma." ujar Aiden dan langsung mematikan panggilannya setelah Lisa melambaikan tangannya.
Aiden menghela napasnya dengan pelan lalu menatap Syeilla dengan lembut.
"Sayang, mas pengen makan rujak pedas," rengek Aiden. Syeilla tampak kaget, ayolah mana ada Rujak di Rusia.
"Mana ada rujak di Rusia mas,"
"Kamu yang buat sayang. Mas kan kepengen. Nanti kita belanja bahannya." ujar Aiden dengan mata berbinarnya.
__ADS_1
Syeilla menghela napas dengan pelan dan mengiyakannya.
Sepuluh menit kemudian, keduanya tampak sudah bersiap-siap menuju super market terdekat. Syeilla mengenakan pakaian santainya, Aiden juga dengan pakaian santainya bahkan ia hanya memakai sendal jepit.
"Kamu yakin akan pergi dengan dandanan seperti ini mas?" tanya Syeilla dengan heran. Biasanya Aiden selalu tampil rapi di setiap kesempatan.
"Iya sayang, apa ada yang salah?" ujarnya sambil menarik pelan tangan Syeilla keluar dari apartemennya.
"Tidak mas, kalau kamu nyaman ya ayo." mereka berdua keluar dari lift, dan segera menuju mobilnya di basemant dan segera pergi menuju destinasi tujuan.
Aiden berjalan sambil melirik beberapa mata yang menatapnya dengan aneh, biasanya banyak wanita yang menatapnya dengan kagum namun berbeda dengan kali ini. Mereka seolah menatapnya dengan ilfil dan ogah jika Aiden diberikan secara gratis.
"Mas, ayo. Buahnya di rak paling ujung." tunjuk Syeilla, saat itu Aiden yang mendorong keranjang belanjaan mengikuti ekor istrinya dari belakang. Maksudnya mengekori.
""'''''''''''
Elka masih menatap pantulan cermin yang memantulkan dirinya sendiri sambil memegang dadanya. Ia heran mengenai ritme jantungnya yang tidak kunjung berdetak dengan normal. Ia bertanya-tanya, apakah itu termasuk ciri-ciri orang yang akan meninggal.
Ariel melirik Elka dengan bosan sambil sesekali melempar bantal namun Elka tidak bergeming membuat Ariel merasa cemas. Ia takut jika ada hantu yang menyerupai atau bahkan merasuki Elka seperti cerita creepy pasta yang sering ia baca jaman SMA.
"Elka," Ariel mengguncang tubuh Elka dengan keras sebelum menamparnya sampai tubuh Elka terpelanting ke lantai.
__ADS_1
"Kenapa memukulku?" teriak Elka dengan marah.
"Tanya kan pada cermin." Ariel segera pergi meninggalkan Elka yang masih tidak mengerti mengapa Ariel menamparnya.
"Tanyakan pada cermin, cih dia pasti sudah gila." dengus Elka dan merebahkan tubuhnya ke ranjang.
"Sebenarnya siapa dirimu." gumamnya dan ia pun tertidur dalam kegalauan mengenai ciri-ciri orang yang akan meninggal.
"Dasar jomblo." ejek Ariel yang baru saja keluar dari kamar mandi.
❤❤❤❤❤
Hai maaf baru comeback
Aku tau akhir-akhir ini fell nya agak kurang.
Hah tapi kalian masih setia membaca.
Maafkan aku ya... Aku menyadarinya.
Apa kita sedih-sedihan lagi ya supaya fell nya bangkit wkwkwkkw...
__ADS_1
Becanda.