
Setelah mengetahui bahwa orang yang sudah mereka gunjingkan adalah istri dari bos mereka, mereka bukan minta maaf pada Syeilla namun malah meminta maaf pada Aiden. Bukankah sifat mereka menunjukkan bahwa pada dasarnya rasa bersalah itu tidak pernah hadir dalam diri mereka masing-masing.
Syeilla bukan sosok wanita malaikat yang berjuta kata maaf jika orang itu sendiri tidak ingin dimaafkan. Jika ingin dihargai maka hargailah orang lain. Itulah prinsip Syeilla yang bukan kaleng-kaleng.
Ia lemah lembut tapi bukan untuk ditindas karena ia juga bisa lebih tegas.
Aiden segera membawa Syeilla menuju ruangannya dengan menggunakan lift khusus unyuk dirinya dan petinggi lainnya.
Syeilla menatap suaminya dalam diam dan berlangsung lama hingga Aiden pun menyadarinya.
"Ada apa sayang?" tanya Aiden degan lembut sesaat setelah mereka sampai di ruangannya.
"Tidak ada mas," ujar Syeilla sambil tersenyum kecil. Ia kemudian mendaratkan tubuhnya ke sebuah sofa panjang yang dilengkapi dengan meja bundar yang terbuat dari kaca berkualitas tinggi.
Aiden ikut mendudukkan dirinya di samping tubuh istrinya.
"Sayang ada apa hm?" tanya Aiden sambil menggenggam kedua tangan Syeilla.
__ADS_1
"Tidak ada mas hanya saja kamu tampan." kekeh Syeilla sambil menutup wajahnya ynag terlihat sedikit malu.
"Ayolah sayang, suamimu memang sangat tampan bukan." kekeh Aiden dengan bangganya.
"Ya dan orang tampan ini adalah suamiku." ucap Syeilla sambil memeluk erat tubuh tegap suaminya.
"Hei, ada apa hm?" tanya Aiden saat ia merasa ada uang berbeda dengan Syeilla.
"Tidak ada mas, hanya saja aku tidak ingin berbagi dengan wanita manapun." lirih Syeilla sambil membuang wajahnya menatap ke sekitar ruangan.
"Apa maksudmu sayang, mana mungkin aku sanggup menyakitimu. Kamu bahkan lebih berharga dari semua yang aku miliki di dunia ini." jujur Aiden dan membawa tubuh Syeilla ke dalam pelukannya.
"Sayang, mas tidak tau apa yang sudah kamu dengar dari mulut-mulut yang tidak bertanggung jawab, tapi satu yang harus kamu ketahui adalah cinta dan semua yang ada pada diri mas adalah milikmu begitu pun dengan kamu. Kita saling memiliki antara yang satu dengan yang lain, dan mas tidak akan membiarkan ada celah sedikitpun untuk orang luar."
Mendengar langsung penuturan suaminya membuat Syeilla lega sekaligus terharu, ia merasa sangat dicintai dan ia sangat bersyukur akan hal itu.
"I love you suami." bisiknya dengan lembut.
__ADS_1
"Love you too istri."
Seolah tersadar dengan kemeloan mereka Syeilla segera menyadarkan Aiden yang masih di alam bawah sadarnya.
"Mas, kamu kesini kan mau bekerja, kenapa kita malah melo." peringat Syeilla sontak merusak suasana mesra di antara keduanya.
"Baiklah ratu," ujarnya sambil bangkit dan berjalan menuju kursi kebesarannya sedangkan Syeilla duduk manis di sofanya sambil membaca beberapa majalah bisnis yang isinya pria sukses di usia muda dan suaminya masuk menjadi salah satu pengusaha tersebut.
Syeilla tersenyum menatap foto tampan suaminya yang menurutnya sungguh luar biasa, wah iya snagat yakin bahwa banyak perempuan yang akan patah hati jika mengetahui pria yang mereka idola kan ternyata sudah memiliki istri jelek.
Membayangkannya saja sudah membuat Syeilla terkikik geli.
Aiden memperhatikan gelagat aneh istrinya, ia oenasaran namun tidak berani beranjak ke sana. Ia takut dimarahi oleh istrinya jika tidak patuh. Ada-ada saja Aiden padahal Syeilla tidak pernah marah.
❤❤❤❤❤
Come back...
__ADS_1
Maaf dunks... Setelah menempuh perjalanan jauh aku kecapean wkwkkw...
Jangan lupa diramaikan... Jangan ada yang komen up hahahah