LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 52


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Panti asuhan yang dibangun oleh Aiden akhirnya selesai juga dan panti itu diberi nama panti Syeilla Angel. Sebuah panti asuhan yang melambangkan rasa cinta Aiden yang sangat besar pada Syeilla istrinya. Angel sendiri melambangkan kebaikan Syeilla. Dimana kita tahu bahwa angek berarti malaikat dalam bahasa inggris.


Hari ini tepat dua tahun lebih kepergian si kembar dan mereka meresmikan panti tersebut di tanggal yang sama sekaligus untuk mengenang keduanya.


"Mari kita sambut ibu Syeilla dan pak Aiden" ujar MC nya dan gemuruh tepuk tangan membanjiri suasana dengan meriah.


Tidak lupa mereka juga mengundang lima puluh anak yatim serta beberapa anak jalanan yang akan segera menempati panti asuhan tersebut.


"Terima kasih banyak" ujar keduanya lalu segera memotong pita sebagai sahnya peresmian dan pembukaan panti asuhan Syeilla Angel untuk mereka yang tidak memiliki rumah untuk pulang.


Kembali tepuk tangan bergemuruh menyanbut suka cita tersebut.


"Masih muda dan kaya tapi dermawan" bisik beberapa ibu-ibu yang menatap kagum sosok keduanya.


"Iya ya bu betapa beruntungnya orang tua mereka memiliki anak yang berjiwa dermawan" bisik mereka kembali.


Setelah selesai Aiden dan Syeilla menyampaikan sepatah dua patah untuk mereka yang hadir disana sebagai ucapan syukur dan terima kasih karena sudah menyempatkan hadir untuk mereka yang sibuk dengan kegiatan masing-masing serta banyak yang merasa antusias dengan pembukaan panti asuhan tersebut.


"Terima kasih saya ucapkan kepada ibu dan bapak yang sudah menyempatkan waktu berharganya dan hadir di acara pembukaan dan peresmian panti asuhan ini semoga ke depannya panti ini bisa berjalan dengan baik serta memikili orang-orang yang amanah dalam mengurusnya." Aiden segera mengakhiri patah kalimatnya lalu beralih kepada Syeilla istrinya.


"Terima kasih untuk semua yang sudah hadir disini semoga panti asuhan ini bisa menjadi tempat untuk anak-anak yang kurang beruntung dan menjadi tempat persinggahan terbaik untuk mereka... "

__ADS_1


Bruk


Tubuh Syeilla jatuh saat ia baru menyampaikan beberapa patah kalimat. Sontak Aiden menjadi panik dan langsung membopong tubuh istrinya ke mobil lalu menuju rumah sakit. Ia hendak berniat ke belakang namun suara benda jatuh menghentikan niatnya dan ternyata itu suara istrinya jatuh pingsan.


Sesampainya di rumah sakit Syeilla langsung dibawa ke ruang UGD karena detak jantungnya sangat lemah.


Saat ini Zia sedang tidak berada di Indonesia, ia sedang ada urusan di luar negeri sedangkan Elka sedang mengikuti tur kesehatan ke Singapura


Ariel sendiri sedang melaksanakan operasi darurat yang memakan waktu sepuluh jam lamanya tanpa bisa di alihkan.


Aiden menunggu dengan cemas di depan ruang ICU, jantungnya berpacu dengan cepat. Lisa dan Wira juga sudah berada di sana tepat setelah Aiden menghubungi mereka berdua.


"Sayang, bagaimana dengan Syeilla?" tanya Lisa sesampainya di sana.


Jujur selama ini Lisa tidak pernah melihat cucunya menangis meskipun saat ia kehilangan ibunya beberapa tahun lalu tapi kini ia melihat air mata, ketakutam serta kekhawatiran nampak jelas di manik matanya yang menampilkan kesedihan mendalam.


"Syeilla pasti baik-baik saja." ujar Lisa menenangkan Aiden.


"Tumor otak stadium empat oma. Apa dia masih akan baik-baik saja?" tanya Aiden, Lisa dan Wira membulatkan mata mereka tanda tidak percaya.


"Apa maksud kamu sayang, Syeilla.. Dia..." bahkan Lisa tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Bagaimana mungkin wanita sebaik dan seceria cucu menantunya bisa mengalami hal menyakitkan ini.


"Iya nek, dia bahkan sudah sering keluar masuk rumah sakit hanya saja selama dua tahun belakangan dia baik-baik saja."

__ADS_1


"Ya Tuhan Syeilla kamu benar-benar perempuan yang tangguh." isak Lisa.


"kebaikan Demian mengalir kental pada darahnya. Ia sungguh wanita yang tangguh sama seperti kakeknya." gumam Wira pelan.


"Kau benar sayang... Syeilla benar-benar keturunan Demian sejati." sambung Lisa.


Tiba-tiba seorang suster keluar dengan tergesa-gesa.


"Ada apa suster?" tanya Aiden namun suster tersebut tidak menjawabnya karena ini sangat gawat.


Aiden menghela napasnya dengan kasar. Ia melihat mata kedua orang yang saat ini menyemangatinya.


"Aku... Aku tidak bisa kehilangan istriku oma. Aku tidak bisa hidup tanpanya." lirih Aiden kemudian tertunduk.


"Sabar nak kita belum tau kondisinya untuk sekarang. Lebih baik kita berdoa ya semoga diberikan jalan terbaik untuk istri kamu nak." Wira mencoba menguatkan sisi rapuh Aiden saat ini.


Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit


❤❤❤❤❤


Mendekati ending


Btw maaf baru up ya kakak baru siap ikut ujian menulis yang bikin gagal jantung...

__ADS_1


Doa kan semoga lulus ya biar tulisan kk makin bagus lagi...


__ADS_2