LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 22 (Season 3)


__ADS_3

Alya menatap sosok Dirga dan Cally dari kejauhan. Keduanya terlihat serasi dan bahagia. Senyuman tipis terukir di bibirnya yang terlihat ranum dengan polesan lipstik tipis. Dari jauh juga Bella melihat dengan tatapan tak suka. Tangannya mengepal erat melihat kemesraan dua insan yang membuat sudut hatinya terbakar.


"Kurang ajar, Lo! Dirga cuma milik gue." desisnya dengan marah.


Ia pergi dengan berbagai macam hal di kepalanya. Sedangkan Alya melihat semua yang gerak gerik yang Bella lakukan. Ia curiga Bella akan menyakiti saudaranya. Ia mengikuti gadis itu hingga ke toilet.


"Sialan! Gue benci lo Cally, gue bakal buat lo menyesal karena sudah mengusik percintaan gue." tangannya meninju dinding yang terbuat dari tembok.


Alya melipat kedua tangannya dengan tatapan datar. Bella tidak tahu jika Alya mebgikutinya.


"Bella, aku tahu kamu itu rubah, tapi kalau kamu mau menyakiti saudaraku maka tidak akan pernah kubiarkan!" Ancamnya dengan tegas.


Senyum licik tergambar jelas di sudut bibirnya. Ia menatap remeh pada Alya.


"Lo ngancem gue? Bisa apa lo, hah!"


"Kamu tidak akan bisa bernapas jika mengetahui siapa aku."


"Oh, ya. Setahuku lo cuma gadis lemah yang dicampakkan oleh Dirga. Sekarang saudari lo yang sialan itu malah merebutnya dari gue!" teriaknya.

__ADS_1


"Kamu boleh menghinaku, tapi jangan menghina saudariku."


"Memangnya kenapa? Apa kalian sehebat itu untuk tidak bisa dihina?" dasar wanita ular."


Wajah Alya awalnya kaku, kini berubah drastis setelah mendengar umpatan Bella. Senyum devil tergambar jelas di bibirnya. Ia maju selangkah dan mendekati Bella.


"Kau tahu, seseorang yang kelihatan tidak pernah berbicara bukan berarti mereka benar-benar lemah. Hanya saja tidak ingin mengotori diri mereka hanya untuk sampah sepertimu."


"Beraninya kau ...," ucapnya terpotong saat Alya menarik rambutnya dengan kasar.


"Jangan pernah menunjuk wajahku dengan jarimu! Kuingatkan sekali lagi, aku bukan gadis seperti yang kau bayangkan. Jika kau mengusik. Cally, Aku bisa membuatmu diam selamanya dalam peti mati!"


Alya berlalu pergi dari sana menuju kelasnya. Ia meninggalkan Bella yang semakin menyimpan dendam terhadapnya.


"Alya!" teriak Cally yang sedang berjalan bersama Dirga. Gadis itu berhenti sambil menatap sumber suara. Hatinya masih berdenyut nyeri. Namun, tidak separah dulu.


"Ada apa?" tanya Alya singkat.


"Kami mau mengajakmu ke toko buku. Ada edisi terbaru dari novel yang sangat kusukai."

__ADS_1


Alya menatap wajah Cally yang penuh permohonan. Ia tidak bida menolaknya. Karena janjinya adalah menjaga Cally.


"Oke, kalau gitu aku ke kelas dulu ya." Alya segera pergi dari sana.


Dirga memperhtikan setiap langkah kaki Alya yang terlihat sedikit gemetar. Alisnya mengerut heran melihat hal tersebut. Selain itu ia juga melihat Bella berjalan dengan pelan sembari gemetar.


"Bella, kamu kenapa?" tanya Dirga. Cally juga mengampiri gadis tersebut.


"Bukan urusanmu!" dengkusnya kesal, ia kembali melanjutkan langkahnya.


"Sayang, kamu lihat tidak langkah Alya terlihat gemetar."


Cally mengerutkan keningnya. "Iyakah, aku tidak begitu memperhatikannya. Kalau begitu ayo kita ke kelas."


Mereka berdua berjalan menuju kelas. Cally segera menuju kursinya. Ia menatap Alya yang sedang merebahkan kepala. Kedua yangan menutupi sebagian rambutnya.


"Alya, lo kenapa?" tanya Cally.


"Cally jangan ganggu aku," ucap Alya dengan tegas. Cally pun hanya mampu menghela napas pelan dan tidak ingin merecoki saudarinya.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2