
Alya berjalan menuju parkiran taman. Ia menuju mobilnya lalu mengendarai dengan perlahan. Dari balik kaca spion ia melihat sebuah mobil hitam sedang mengikutinya. Ia sedikit merinding apalagi setelah mendengar mimpi Dirga. Ia mulai menambah kecepatan mobilnya di sepanjang jalan. Di depan tampak tidak ada lagi terlihat rumah, hanya semak-smak belukar yang diselingi perkebunan warga. Ia melihat mobil tersebutasih mengikutinya. Perasaan was-was mulai menyelimuti dirinya. Ia terus menambah kecepatan sampai ia bertemu dengan perumahan. Ia bernapas lega. Di belakang mobil tersebut sudah tidak lagi terlihat.
"Siapa dia? Apa ini ada hubungannya dengan mimpinya Dirga?" ia bertanya pada dirinya sendiri.
Dari kejauhan, sudut bibir pria itu terlihat mengeram. Namun, ia tersenyum sinis.
"Itu hanya bagian dari testimoni! Karena bukan kau sasaranku!" bisiknya misterius.
Di kediaman Syeilla, Aiden sedang dibuat risau oleh keadaan Cally. Hasil laporan pemeriksaannya akan keluar hari ini. Ia sangat takut terjadi apa-apa dengan putrinya. Cukup masa kecil Cally yang suram.
"Sayang, ayo ke rumah sakit! Sebentar lagi hasil lab Cally keluar."
__ADS_1
"Ayo, Mas." Syeilla pergi bersama suaminya menuju rumah sakit.
Sedangkan Cally tinggal di kamarnya sendirian. Alya masih belum sampai ke rumah lantaran rasa cemasnya barusan membuatnya gemetar.
Dering ponsel membuyarkan lamunan Alya, ia merogoh benda pipih yang berada dalam tasnya. Di sana tertera pemanggil tanpa identitas. Keningnya mengernyit bingung. Namun, tetap mengangkat panggilan tersebut.
"Selamat siang Nona Alya," sambut sebuah suara dengan berat.
"Halo! Dengan siapa ini?"
"Tunggu ... apa maksud...," ucapnya terpotong saat panggilan telah dimatikan.
__ADS_1
Ia segera menghubungi ponsel Cally. "Cally kamu di mana?" tanya Alya dengan cepat saat panggilan sudah terhubung.
"Di rumah, kenapa?" tanya Cally cuek.
"Sama siapa?"
"Kepo lo!" Cally langsung mematikan pinselnya. Kegiatannya yang sedang menonton televisi tampak terganggu oleh panggilan Alya.
"Apa maksudnya, Tuhan. Cally!" ia segera menghidupkan mesin mobil sembari mengendarainya dengan kencang. Tujuannya adalah rumah.
"Tuhan, ku mohon lindungi Cally!" Pintanya.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
Save Cally.... Yuhuuuu apa ini huwaaaaaa