
Nevan kembali masuk, ia masih melihat kekosongan yang mengisi. Ia sedikit merinding apalagi ia pernah mebaca creepy pasta di *******. Digambarkan pemuda tersebut sedang janjian bersama rekannya. Ia menudian datang ke rumah yang dimaksud. Sesampainya di sana ia dapat pesan bahwa temannya tidak jadi pergi karena hujan lebat.
Nevan mencoba menelusuri rumah tersebut, ia dikagetkan oleh suara ponselnya. Perlahan ia mengambil benda pipih tersebut di saku celana. Dengan sedikit gemetar ia membuka pesan yang masuk ke ponselnya. Kenapa cerita tersebut sangat mirip dengan yang sedang ia alami.
Ia mencoba keluar dari rumah tersebut, naasnya lampu di ruang tamu seketika padam. Nevan berteriak dengan kencang sambil memohon ampun.
"Ampun dedemit, maafkan sa ... saya. Sumpah nggak ada maksud mau ngangguin kemesraan kalian," gagapnya sambil berlutut ala kerajaan.
Lampu seketika hidup, Elka melihat putranya dengan tatapan tidak percaya. Harga dirinya sebagai pria sudah dipermalukan oleh putranya sendiri.
"Terima kasih wahai dedemit, selain Tuhan, kalian juga mengabulkan doa orang teraniaya." bisiknya dengan lega.
"Nevan, kamu sedang apa?" tanya Syeilla sembari menghampiri putra dari lelaki yang sudah ia anggap sebagai kakaknya.
"Suaranya seperti tante Syeilla," batinnya. Ia segera mengangkat kepalanya dan menemukan wanita itu sedang tersenyum manis ke arahnya.
"Ta ... tante, ini beneran Tante kan?" tanya Nevan dengan perasaan was-was sekaligus senang. Bukankah para dedemit bisa menyerupai siapa pun yang mereka kehendaki.
"Iya ini Tante, kamu kenapa sampai teriak dan berlutut?" tanya Syeilla penasaran.
__ADS_1
'Kamu itu malu-maluin kaum adam!' itulah arti tatapan Elka pada Nevan.
Nevan meneguk pelan air liurnya. Tenggorokan yang tercekat membuatnya kesulitan bernapas. Ibarat ikan, ia kehabisan air.
"Ehe, ini anu itu Tante, sebenarnya itu ini anu," ucapnya berbelit-belit.
"Ini anu itu apa?" tanya Aidn sambik menaikkan alisnya.
Di belakang mereka Cally cekikikan melihat kekonyolan Nevan. Ia tidak tahu kalau ada acara semenghibur ini di rumahnya.
"Om, Alya mana?" tanya Nevan mengalihkan topik pembicaraan.
"Nggak bisa dibangunin gitu Tante? Nevan kangen soalnya."
Elka menatap sinis manik putranya. Sebagai ayah ia ingin menjitak kepala putranya yang sudah terlihat kurang ajar. Orang tidur kok ditanya bisa dibangunin apa nggak.
"Nevan, Alya tidurnya sangat-sangat lelap. Kapan-kapan kita berkunjung lagi kemari. Sekarang, ayo pulang!" ajak Elka membuat alis Nevan berkerut.
"Tapi, Pa bunganya ada di mobil."
__ADS_1
"Bunganya juga nyusul kapan-kapan, sekarang ayo kita pulang!"
"Tapi, Pa bunganya cantik, kasihan kalau nggak dikasih ke Alya."
"Pulang!" teriak Elka garang, Syeilla sampai berjengkit kaget. Nevan melempar senyum gugup pada calon mertuanya dan segera pamitan.
"Syei, Ai kami akan datang lagi nanti, untuk sekarang biarkan Alya istirahat. Kami pulang dulu."
Elka segera pergi bersama putranya. Di mobil pria itu merutuki sikap Nevan yang terbilang memalukan dirinya sebagai ayah.
"Papa kenapa sih? Jutek aja dari tadi."
"Masih berani nanyak?"
"Lah, itu Nevan barusan nanyak."
Elka menatap Nevan garang. Pemuda itu sedikit kaget melihat mata ayahnya yang sedikit aneh akibat terlalu marah. Jika anak durhaka ada dalam kisah Malin Kundang. Maka, malam ini ayah durhaka ada dalam kisah Nevan.
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Selamat pagi semuanya... Aku nggak bisa selalu up. Nah insyaAllah Bulan Juni aku bakalan sering up. Betewe di daerahku sedang banjir ðŸ˜ðŸ˜