LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 32 (S2)


__ADS_3

Zia bersandar manis di pundak Elka, ia sungguh berandai-andai jika Ariel memiliki keseluruhan sifat Elka yang meskipun jomblo namun bisa memperlakukan perempuan dengan romantis. Contohnya sekarang. Tanpa dikatakan pun Elka tau bahwa Zia akan membutuhkan sebuah jaket.


"Zia apa aku boleh memberimu saran?" Elka berujar dengan serius.


"Mengenai apa?"


"Jangan terlalu mengharapkan aku datang menemuimu seperti ini."


"Kenapa? Apa kau tidak suka menampung keluh kesahku lagi." dengus Zia kesal.


"Bukan begitu Zia, hanya saja aku juga ingin merasakan yang namanya sold out." mata Elka tampak mengiba.


"Kau tidak akan pernah laku sampai aku menikah. Kau itu mikik pribadi." desis Zia dan kembali menyenderkan kepalanya di pu dak Elka.


"Elka menghela napasnya dengan perlahan. Jika Zia sudah mengatakan seperti itu maka ia tidak bisa lagi berbuat apa-apa.


"Untung kau menikah bulan depan." decih Elka memasok stok kesabarannya.


"Siapa bilang bulan depan."


"Lantas?" tanya Elka dengan horor.


"Yang benar, tahun depan hahaha." tawa Zia menyiratkan kejahatan terkejam yang pernah Elka dengar selama ini. Elka duduk lesu di tempatnya.


Zia pun duduk tegak dan menatap bulan yang tengah memantulkan cahayanya dan bintang tampak berkedip manja menyapa siapa saja yang menatap mereka.


"Kau lelaki terbaik yang pernah aku kenal El, aku tidak mau kau salah memilih wanita. Lelaki baik sepertimu pantas mendapatkan wanita yang baik pula. Ingat! Kau harus mengenalkannya padaku dan aku akan menyeleksinya." Zia menepuk pelan pundak Elka dan mengajaknya pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 22:30.

__ADS_1


Elka tersenyum menatap Zia, ia tau dan bersyukur. Meskioun terkesan cuek, Zia selalu memprioritaskan para sahabatnya di atas kebahagiaannya sendiri. Ia tidak ingin mencecapi bahagia sendirian.


"Terima kasih." Elka mengacak gemas rambut Zia yang sukses membuat wanita itu kesal dan menggigit tangannya.


"Awwww..." teriak Elka kesakitan saat gigi runcing Zia menancap dengan sempurna.


"Lain kali jaga dan jaga tanganmu, jangan sembarangan menyentuhnya." peringat Zia yang membuat Elka manghut-manggut kepala.


""""""


"Sayang.... Di mana kamu meletakkan jam yang kemarin malam kamu pinjam." teriak Aiden dari kamarnya. Sedangkan Syeilla sedang berkutat di dapur.


"Di laci lemari putih sebelah kiri mas." teriak Syeilla sambil mematikan kompor dan segera menghidangkan nasi goreng buatannya.


"Tidak ada sayang." suara teriakan Aiden kembali bergema. Syeilla pun segera bergegas setelah semuanya siap.


"Kenapa diam hm." tanya Aiden yang heran dengan reaksi istrinya. Biasanya kalau di film wanita akan loncat kegirangan saat diberikan sebuah kejutan.


"Ini apa mas, cincin siapa?" tanya Syeilla mengambil kotak cincin tersebut dan membukanya.


Ia sangat takjub dengan ukiran dan desain dari cincin bermatakan berlian. Syeilla bisa menafsirkan bahwa harga cincin ini sangat mahal.


"Bagaimana? Apa kamu suka?" tanya Aiden dengan wajah tersenyum.


"Ini untukku mas." ujar Syeilla seolah masih belum percaya.


"Ia sayang." kekeh Aiden.

__ADS_1


Syeilla mengambil cincin tersebut dan segera mengenakannya. Matanya terpaku pada sebuah tulisan di dalam cincin S❤A yang ia asumsikan sebagai ia dan suaminya.


"Terima kasih suami." ucaonya dengan bahagia.


"Sama-sama sayang, dan selamat ulang tahun istriku." Aiden memeluk dan mengecup kening Syeilla dengan lembut. Syeilla bahkan tidak mengingat jika hari ini merupakan hari ulang tahunnya yang sudah memasuki kepala tiga.


Syeilla menatap Aiden dengan lembut sambil berkata.


"I love you mas." Aiden tersenyum lembut.


❤❤❤❤❤


**Ahh sesuai janji akan autor paparkan disini untuk cerita yang akan terbit bulan Desember di wattpad.


Deskripsi....


Bak mekarnya sakura di musim semi, ada kalanya mata terpaku pada satu objek. Untuk pertama kalinya, Flower menyukai seorang pria yang berstatus sahabat.


Cinta bukan sekadar mengenal kebahagiaan. Luka, perjuangan dan pengorbanan ikut berperan dalam mekarnya bunga di hati Flower.


Gena terus memberinya luka. Demikian hati ikut kadaluarsa saat hati lelah berjuang.


Hati meringis menahan perih saat hatinya tak kunjung dimiliki.


Bisakah Flower bertahan mencintainya dengan hati yang semakin hancur? Lantas bagaimana hati yang mekar ini terus menggelora di atas segala luka dari Gena?


Nahhh cerita begini kan banyak yaaaa... Tapi Autor akan mengemasnya dalam bentuk yang berbeda. Jangan sampai ketinggalan.

__ADS_1


Dan Lelah mungkin akan segera tamat tanggal 25 ini**.


__ADS_2