LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 8 (Season 3)


__ADS_3

Dirga berjalan cepat menuju arah Alya. Tanpa persetujuan ia menarik tangan Alya ke arah samping kelas. Gadis itu menatap datar manik Dirga yang menatapnya dengan amarah. Keningnya sedikit mengkerut saat melihatnya.


"Lepaskan!"


Dirga melepaskan pegangannya kasar.


"Apa maumu?" tanya Alya dingin.


"Apa yang kau katakan pada Bella. Kenapa membuatnya menangis?"


Alya menatap Dirga dengan tajam lalu sedetik kemudian bibirnya sedikit tersungging sinis.


"Kau bertanya apa yang kukatakan pada Bella. Apa kau pernah bertanya apa yang Bella katakan padamu sudah benar adanya?"


"Apa maksudmu?"


"Hanya pria bodoh yang mempercayai lidah pahit milik kekasihnya."


"Kau...!"


"Apa kau sudah selesai dengan degala kebodohanmu. Kalau sudah aku izin pergi karena ada banyak hal yang bisa aku lakukan."


Alya pergi meninggalkan Dirga sendirian di sana. Cowok itu terlihat menjambak rambutnya kesal.


"Bodoh, bodoh! Bukan itu yang mau kubahas dengannya. Tapi kenapa mulut ini sangat bodoh." Dengkusnya kesal.


"Sayang, sedang apa di sana?"

__ADS_1


Dirga menatap mata besar milik krkasihnya.


"Sedang melihat sesuatu tapi sudah pergi."


"Apa sesuatu itu?"


"Tupai."


"Oohh, Apa?"


"Lupakan. Ayo pergi ke kelas, sebentar lagi guru akan masuk."


Bella menggandeng lengan Dirga lalu memasuki kelas mereka. Tatapan gadis itu menatap sinis ke arah Alya yang sedang melihat mereka.


"Selamat pagi anak-anak," ucap seorang guru sambil tersenyum. Vita salah satu guru terfavorit di sekolah tersebut.


Mereka pun melaksanakan proses belajar mengajar dengan senang hati.


"Baiklah, anak-anak silakan kerjakan tugasnya." Titah guru tersebut yang disambut semangat oleh mereka semua.


Sekitar dua puluh menit berkukat dengan tugas, mereka segera mengumpulkan tugasnya sebwlum bel istirahat berbunyi.


"Terima kasih atas kerja samanya anak-anak. Untuk tugasnya akan ibu kembalikan lusa." Guru tersebut segera pamit dan keluar dari sana.


"Semoga nilai gue bagus."


Itulah kalimat yang diucapkan beberapa dari mereka. Alya menatap kursi Aluka dengan lesu. Hari ini sepupunya tidak hadir lantaran sakit.

__ADS_1


"Eh, kalian tau nggak, ada cewek ganjen yang coba ngerayu cowok gue." Bella kembali membuat Alya dipojokkan.


Beberapa mata menatap sinis ke arah Alya. Namun, ketidakpedulian Alya membuat Bella kesal. Niatnya ingin membuli malah tidak terlaksana dengan semestinya.


Alya menatap Dirga yang hanya diam di kursinya. Merasa muak, Alya memilih keluar dari kelas menuju perpustakaan. Tempat paling nyaman di sekolah.


"Murahan teriak murahan!" sinis Alya sebelum kakinya benar-benar hengkang dari kelas.


Bella mengepalkan kedua tangannya. Sedangkan Dirga menatap sendu kepergian Alya. Gadis itu banyak berubah akhir-akhir ini. Entahlah, bagi Dirga perubahan Alya terlalu signifikan untuk diamati.


"Sayang." panggil Bella.


Dirga bangun dari kursinya. Ia keluar dari kelas tanpa menghiraukan kicauan kekasihnya.


"Benar-benar bikin muak." dengkus Dirga.


Alya membaca serius novel yang sedang ia pegang. Sesekali bibirnya tersenyum saat membaca bagian yang menurutnya sangat manis.


Sepasang tangan mencekal erat tangannya dan membawanya ke samping. Alya tidak ingin membuat keributan dengan memaki cowok tersebut.


"I love you." lirih Dirga dengan napas menderu.


Alya menatap datar manik Dirga. Raut terharu bahkan tidak terlihat di sana.


"I hate you!" selesai mengatakannya Alya pergi meninggalkan Dirga. Ia memutuskan pergi ke belakang taman. Tangannya mengepal erat, ia tidak tahu apa lagi yang Dirga inginkan darinya.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Tbc


__ADS_2