
Dirga masih memikirkan mengenai keanehan Alya tadi siang. Ia sangat mengenal gadis itu. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi dengan Alya. Ia keluar dari kamar menuju lantai bawah. Zia melihat raut khawatir terlihat di wajah Dirga. Ia menghampiri Putranya.
"Nak, kamu kenapa? Khawatir banget mukanya." tanya Zia.
Dirga menatap Zia sambil tersenyum kecil. "Ma, Dirga mau keluar bersama Cally dan Alya."
"Nak, sebenarnya kamu ini sukanya sama siapa?" tanya Zia penasaran. Ia tidak mau putranya menjadi salah satu perusak persaudaraan anak dari sahabatnya.
"Ma, kenapa mendadak kepo." rengek Dirga membuat Zia menggeleng kepala.
"Bukan kepo, tapi Mama benar-benar penasaran. Ingat ya, kalau sampai kamu melukai putri Tante Syeilla, Mama nggak segan-segan akan menghabisi kamu jadi tahu geprek!" ancam Zia membuat bulu kuduk Dirga merinding.
"Ma, jangan mulai, plis." desahnya sambil melihat jam tangan. "Ma, Dirga udah telat, Ma. Bye!"
"Memangnya kamu hamil," ucap Ariel sambil membawa sebuah cangkir.
"Papa, mana bisa Dirga hamil! Udah ah, Dirga pergi." teriaknya lalu berlalu dari sana setelah membawa kunci mobilnya.
Dirga melajukan kenderaannya menuju rumah Syeilla. Siang ini mereka akan pergi ke toko buku.
"Ma, Pa, kami mau pergi ke toko buku, ya. Ada beberapa buku yang barusan rilis dan itu stoknya terbatas banget."
Cally menatap ibunya dengan mata berbinar. Wanita itu tersenyum lembut.
"Ma, kami pergi dulu ya." Cally dan Alya berpamitan pada Aiden dan Syeilla.
"Hati-hati ya, Nak."
Mereka menganguk dan langsung keluar saat mobil Dirga sudah berada di luar.
__ADS_1
Aiden mengusap undak istrinya dengan sayang. "Semoga hubungan kedua putri kita akan selamanya baik seperti sekarang."
Syeilla tersenyum, dalam hidupnya bukan kekayaan yang ia inginkan melainkan sebuah kebahagiaan. Memiliki dua putri sudah membuatnya bahagia. Meski dulu pernah kehilangan dua malaikat kembarnya.
Alya segera membuka pintu belakang. Ia mengeluarkan earphone dan memasang musik kesukaannya. Sedangkan Cally segera masuk di kursi depan.
Dirga segera melajukan mobilnya. Sesekali ia menatap Alya melalui kaca spion. Entah mengapa kedua wanita yang kini berada dalam mobilnya memiliki tempat masing-masing di hatinya. Ia tidak bida memilih anatara Cally maupun Alya.
"Sayang, kamu ngapain lihat ke belakang?" tanya Cally dengan heran.
"Ah, itu tadi kayaknya ada kecoak di belakang."
"Masa, sih? Bukannya mobil kamu bersih ya."
Alya masih diam, sebenarnya dia sangat takut dengan makhluk bernama kecoak. Namun, ia tidak mau teriak hanya karena sedang dihadapan Cally. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian pada cowok yang sudah memiliki wanita lain.
Mereka bertiga segera turun dari mobil dan segera menuju toko buku.
Dirga sejak tadi selalu menatap Alya dengan tatapan berbeda.
"Cally, aku tunggu di sana ya, kamu lihat bukunya sama Dirga aja." Cally menganguk. Alya segera menyingkir ke pojokan. Di sana tersedia kursi baca.
Dirga masih memperhatikan Alya disela kebersamaannya dengan Cally.
"Sayang, aku mau ke rak tiga sebentar." Cally segera pergi dari sana.
Dirga menggunakan kesempatannya untuk menemui Alya di kursi pojokan.
"Alya, ada yang mau kukatakan sama kamu," ucap Dirga. Gadis itu mendongak heran.
__ADS_1
"Bilang aja," ucap Alya cuek.
"Tidak di sini." Dirga segera membawa Alya ke sudut yang sedikit gelap.
"Ada apa?" tanya Alya kesal.
Dirga mendekatkan diri menuju Alya yang sudah mentok di dinding. "Aku mencintaimu!" serunya tegas.
"Kamu gila, ya! Kamu itu pacarnya Callly."
"Dengar! Aku mencintaimu, aku tidak suka melihatmu bersama lelali mana pun. Kalau kamu melanggarnya aku akan membawamu pergi jauh." ancam Diega dengan mata marah.
"Terserah!" dengkus Alya dan berlalu pergi dari sana. Namun, tangan kekar cowok itu berhasil menahannya.
Wajah keduanya saling berdekatan. Bahkan Alya bisa merasakan embusan napas Dirga di wajahnya.
"Biarkan aku mencintaimu selamanya."
"Dirga, tolong jangan seperti ini."
Cowok itu mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir Alya dengan lembut.
Alya menamparnya, air mata mengalir dari kedua matanya. "Kamu tahu, aku bisa merebutmu dari wanita manapun tapi tidak dari Cally!" tegasnya lalu keluar dari sana.
"Shit!" dengkus Dirga marah.
🌺🌺🌺🌺🌺
Hayo siapa yang masih melek
__ADS_1