LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
bab 47 (Season 3)


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Alya belum juga ditemukan. Kini kondisi Dirga sudah mulai membaik dari kemarin. Pertanyaannya membuat semua yang berada di ruangan itu diam seribu bahasa. Pasalnya hingga sekarang mereka tidak tahu keberadaan Alya. Bahkan pencarian Nevan tidak membuahkan hasil sama sekali.


"Ma, dimana Alya?" tanya Dirga dengan gelisah.


Ia ingat, terakhir sebelum ia ditusuk, ada seseorang yang menelponnya dan mengancam akan membunuh Alya. ia panik dan langsung datang ke rumah Alya. Namun, pada saat itu ia hanya menemukan Cally di sana. Saat itu Cally pamitan membeli makanan ke super market karena mereka akan mengerjakan tugas sekolah. Kemudian ia menunggu di ruang tamu. terakhir yang dia ingat, ada seseorang yang memukul tengkuknya lalu menyeret tubuhnya ke lantai atas. Tepat di kamar Alya. ia masih sedikit sadar lalu merasakan rasa sakit saat benda tajam merobek kulitnya. ia sempat menarik topeng orang yang menusuknya.


"Ma, katakan di mana Alya?"


Cally menangis di luar ruangan. Apa yang bisa dia lakukan untuk menemukan Alya. Ia sudah bertekat akan menemukan Alya bagaimana pun caranya. Kebahagiaan semua orang adalah Alya termasuk Dirga. cowok yang sangat dia cintai.

__ADS_1


"Alya, aku janji akan menemukanmu dengan selamat. Aku tahu siapa yang bertanggung jawab atas ini semua."


Ia lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju sebuah tempat.


--------


Alya menatap tajam manik hitam yang menatapnya dengam senyum dingin. Tangannya memegang sebuah pisau dan memutarnya searah jarkeringat. Keringat dingin membanjiri wajah Alya. Bukan takut, hanya saja penyakitnya kembali kambuh. Ia harus segera meminum obatnya.


Kening pria itu terangkat sejenak. Ia memperhatikan wajah Alya yang sudah mulai pucat. Alya percaya bahwa sejahat apa pun orang, pasti memiliki sisi baiknya. Alya sangat berharap akan hal itu ada pada Marten. Ia sudah tidak kuat menahan rasasakitnya yang kian menghimpit dada.

__ADS_1


Marten berjalan ke arah tas Alya lalu mencari obat tersebut. Saat ia sudah menemukannya ia mendekati Alya dan mengambil obatnya serta segelas air putih.


"Terima kasih Marten," ucap Alya tulus.


Senyuman Marten perlahan luntur. Ia membuang air tersebut tepat di depan wajah Cally dan tersenyum sinis.


"Kau berpikir aku akan benar-benar memberikan obatnya? Jangan bermimpi. Aku senang melihatmu tersiksa Alya."


Tawanya membahana membelah sunyi malam.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2