LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 35


__ADS_3

Syeilla sudah membuka matanya dengan perlahan namun ada yang berbeda dari tatapannya yang nampak kosong. Ia bahkan tidak mau berbicara dengan siapa pun termasuk dengan Aiden sekali pun. Hati dan jiwanya masih diliputi kesedihan yang tak berujung. Hatinya sangat terluka saat mengetahui fakta yang disembunyikan oleh mereka semuanya. Ia merasa di bohongi. Ia marah sangat marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa me jaga dan melindungi kedua bayinya yang malang


Tanpa ia sadari air matanya menetes satu persatu hingga Aiden yang melihatnya pun dibuat kelimpungan. Saat hendak menghapus air mata istrinya sebuah tangan menepisnya, Syeilla menepis tangan kekar suaminya dengan tatapan kosong namun menyimpan miliaran luka disana.


"Ada apa sayang?" tanya Aiden dengan lembut namun kembali tidak ada jawaban sama sekali bahkan Aiden sudah was-was akan tingkah iatrinya ini. Tak berselang lama datanglah Zia sambil membawa parsel buah untuk Syeilla.


"Selamat sore cantik" sapa Zia dengan senyuman manisnya namun tidak di respon sama sekali oleh Syeilla.


"Hei ada apa?" tanya Zia dengan lembut namun kembali tanpa jawaban. Zia yang merasa ada sesuatu pun menatap bingung ke arah Aiden dan hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Aiden.


"Selamat sore princess" ujar Ariel dan Elka secara bersamaan namun tidak ada raut bahagia yang menyambut kedatangan mereka hingga meninggalkan pertanyaan besar di benak ketiganya minus Elka tentunya.


"Kenapa berbohong padaku" ujar Syeilla dengan wajah datarnya. Ia bahkan masih betah melihat langit-langit ruangan ia berada daripada melihat wajah mereka yang sudah membohonginya selama ia sadar dari komanya.


Air matanya kembali jatuh membasahi sudut matanya. Ia kemudian terisak dengan perlahan.


"Anak bunda, bunda rindu kalian berdua" gumam Syeilla dengan sedih sedangkan ketiganya seolah mengerti arti ucapan Syeilla pun mendadak pucat di tempatnya.


"Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Kami hanya tidak ingin kamu bersedih" ujar Aiden dengan sedih melihat betapa kacaunya istrinya saat ini.


"Syeilla sayang, Tuhan lebih menyayangi mereka berdua" tambah Zia menguatkan Syeilla yang kini sudah menangis dengan pilu.


"Kenapa semuanya di renggut dariku? Apa kesalahanku selama ini Tuhan. Kenapa kau sangat membenciju seperti ini. Kenapa?" isaknya dengan pilu yang memicu keempatnya ikut menangis dan merasakan kesedihan yang Syeilla alami.


"Sayang jangan seperti ini" ujar Aiden sambil mencoba memeluk tubuh lemah istrinya dengan lembut. Ia juga ikut menangis.


"Apa kau bahagia sekarang?" tanya Syeilla dengan datar.

__ADS_1


"Sayang apa maksudmu?" tanya Aiden dengan wajah sedihnya.


"Itulah kenapa pepatah mengatakan bahwa lidah lebih tajam dari sebilah pedang dan perkataan adalah sebuah doa Aiden dan selamat karena doamu kini terkabul. Mereka bahkan tidak ingin melihatku sebagai ibunya" ujar Syeilla dengan datar namun kalimatnya mampu yang menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.


"Syeilla sadarkan dirimu. Jangan biarkan emosi mengambil alih dirimu" ucap Zia mencoba mengingatkan Syeilla karena ia takut saat melihat wajah datar Syeilla yang seolah tanpa emosi namun percayalah bahwa ia swdang mengumpulkan sebuah emosi yang akan berdampak buruk untuknya sendiri.


"Haha aku bahkan sudah sangat sadar saat ini Zia tapi hatiku sungguh terasa menyakitkan" setetes demi setetes kembali membanjiri wajah pucatnya.


"Aku tidak pernah menyangkan seseorang akan merenggutnya dariku dengan cara yang kejam Zia. Aku.. Aku bahkan tidak sempat melihat wajah mungil mereka yang membutuhkan kasih sayang dariku tapi lagi-lagi semuanya harus hancur seperti ini. Apa lagi yang harus aku pertahankan kalau seperti ini Zia hiks hiks" Syeilla kembali menangis dengan bahu yang kini bergetar hebat.


Perubahan emosi yang Syeilla alami membuat Zia, Ariel dan Elka menjadi khawatir. Emosi yang Syeilla tunjukkan selalu berbeda.


"Pergilah, aku ingin sendiri" ujar Syeilla kembali datar.


"Sayang.."


Mereka semuanya menghela napas dengan pelan dan berlalu dari sana dengan langkah berat terutama Aiden. Ia takut Syeilla akan berbuat nekat atau semacamnya.


"Apa tidak apa-apa meninggalkan dia dalam kondisi seperti ini?" tanya Aiden pada ketiganya.


"Akan lebih berbaya kalau kita tetap di dalam Aiden. Ia butuh menenangkan pikirannya jadi biarkan dia sendiri dulu" ujar Zia dengan lemah dan keempatnya pun pergi dari sana.


Melihat kepergian keempat orang tersebut Dion memberanikan diri menemui Syeilla untuk meminta maaf. Dengan wajah tertunduk ia masuk dengan langkah perlahan. Raut wajah yang sarat akan penyesalan.


"Apa kau sudah puas?" tanya Syeilla dengan datar tanpa melihat ke arah Dion yang saat ini berdiri kaku di hadapannya.


"Maafkan aku Syei" ucapnya dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Apa sebuah maaf bisa mengembalikan kedua bayiku" tanya Syeilla menatap wajah pucat Dion dengan dingin.


"Aku bersalah padamu, aku.. Aku sungguh bersalah" Dion kini berlutut di hadapan Syeilla yang menatapnya dengan wajah terlukanya.


"Aku tidak bisa memaafkanmu Dion tapi aku juga tidak ingin menyimpan dendam karena aku tidak ingin pergi dengan cara yang tidak baik maka dari itu aku memaafkanmu"


Dion menangis mendengar perkataan Syeilla yang memaafkannya. Ia tidak tau harus bagaimana lagi jika sampai tidak bisa termaafkan.


"Jauhi Roy Dion, dia bukan orang yang baik untukmu mengabdi. Kejarlah cita-citamu seperti yang kau impikan selama ini. Setidaknya lakukanlah hal yang benar-benar tidak akan kau sesali nantinya" ujar Syeilla tersenyum lembut.


Dion Angkasa Putra adalah anak yang di angkat dari panti asuhan oleh pengusaha kaya raya. Ibunya angkatnya bernama Mutia Angkasa sedangkan ayahnya Roy Septian Angkasa seorang pebisnis perusahaan raksasa yang bergerak di bidangTekstil yang bersaing ketat dengan Demian kakek Syeilla yang perusahaannya juga bergerak di bidang tekstil.


Tidak ada rahasia yang tidak diketahui oleh Syeilla mengenai Roy dan kebusukan neneknya yang telah berkomplot dalam pembunuhan kakeknya belasan tahun yang silam.


"Aku tidak bisa Syeilla, aku bahkan tidak bisa pergi kemanapun karena anak buah papa ada dimana-mana" ujar Dion dengan sedih.


"Aiden akan membantumu. Sekarang pergilah" usir Syeilla karena ia sungguh ingin sendirian"


Dion segera pergi dari sana dengan raut leganya meskipun ia sangat sedih karena sudah mencelakai orang yang dicarinya sedari kecil dan ini semua karena hasutan dari almarhum kekasih dan papanya.


Dion menggenggam erat kepalan tangannya,  wajahnya bahkan sudah memerah menahan amarah yang seakan berkumpul di dalam kepalanya.


"Semua karena papa" desisnya dengan dingin. Maka percayalah bahwa sebuah tragedi besar akan segera terjadi.


Roydan Aisyah adalah jawaban dari semua teka-teki yang menimpa keluarga Syeilla, mulai dari kematian kakeknya, kematian orang tuanya dan kematian dari istrinya sendiri aka mama nya Dion. Bahkan tidak berhenti disana karena kematian Aisyah juga di dalangi oleh Roy sendiri dan sekarang Dion lah yang akan memburunya atas kesalahan yang ia lakukan pada gadis kecilnya. Ia akan menghukum Roy meskipun harus masuk ke dalam jeruji besi karena baginya nyawa harus dibalas dengan nyawa.


❤❤❤❤

__ADS_1


Akan dilanjutkan beberapa hari lagi karena autor sedang ada pekerjaan.


__ADS_2