LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Bab 12 (Season 3)


__ADS_3

Keesokan harinya, Dirga memanggil mobil derek untyk membawa mobilnya ke bengkel. Ia dan Alya memutuskan naik taksi menuju kediaman Alya. Mereka sudah dampai di sana dan langsung disambut bahagia oleh Syeilla. Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan putrinya. Wajah gadis itu masih terlihat pucat. Ia tersenyum pada Syeilla dan meminta maaf.


"Kalau begitu Dirga permisi Tante." cowok itu langsung pergi dari sana setelah Syeilla mengucapkan terima kasih.


Aiden turun dari lantai dua dengan wajah memerah menahan amarah. Bagaimana tidak, istrinya sampai menangis karena kelakuan Alya.


"Masih ingat jalan pulang?" tanya Aiden dengan sarkas.


"Maaf, Pa. Alya ketiduran di," ucapnya terpotong saat satu tamparan mendarat keras di pipinya.


"Mas! Jangan berlaku kasar." hardik Syeilla pada suaminya.


"Kamu selalu memanjakan dia, makanya jadi kurang ajar. Pergi kelayapan sampai lupa pulang!" Aiden segera pergi dari sana. Di lantai dua terlihat Cally tersenyum puas melihat ayahnya sangat marah.


"Sayang, maafkan Papa ya. Papa nggak bermaksud berbuat kasar, dia hanya khawatir," ucap Syeilla memberi pengertian. Hati Syeilla sangat sakit saat melihat putrinya ditampar di depan matanya sendiri.


"Iya, Ma. Alya yang salah." gadis itu tersenyum lembut lalu menaiki tangga menuju kamar. Ia melihat Cally sedang memperhatikan dirinya.


Syeilla menatap kepergian putrinya dengan sedih. Andai Aiden tahu bahwa usia putrinya sedang dalam bahaya. Apa ia masih mengatainya memanjakan Alya. Jika Cally berhasil mendapat pengobatan sampai ia sembuh, berbeda dengan Alya. Penyakitnya terlalu lama terdeteksi sehingga penaganan sedikit terlambat.


Alya masuk kamar dengan tubuh lemah, pipinya mulai membiru bahkan sebercak darah keluar dari sudut bibirnya.

__ADS_1


"Aku ingin pergi dengan damai tanpa kebencian." gumamnya sambil merebahkan diri.


"Mas, kenapa kamu sangat kasar pada Alya."


"Sayang, Mas hanya nggak mau dia mengulangi kesalahan yang sama. Sejak kapan dia menjadi nakal dengan pergi keluyuran tanpa kabar. Kita sampai dibuat cemas!" tegas Aiden.


"Tapi tidak harus dengan menamparnya."


"Kamu selalu memanjakan Alya. Lihat Cally, tidak pernah berbuat ulah sekali pun. Itu hasil didikan Oma."


"Mas, jangan sampai penyesalan kembali menggerogoti hatimu seperti dulu." tukas Syeilla lalu pergi menuju kamar putrinya.


Syeilla mengetok pintu kamar Alya dengan pelan.


"Ma, aku sedang istirahat," jawab Alya lemah. Ia tidak sanggup bangun hanya untuk membukakan pintu.


"Nanti Mama bawakan makanan."


Tidak ada lagi jawaban. Syeilla berpikir mungkin istrinya benar-benar sedang istirahat.


Syeilla mengetuk pintu kamar Cally. Gadis itu membukanya dengan wajah sudah dipoles make up tipis dan terlihat natural.

__ADS_1


"Sayang, mau kemana?" Tanyanya lembut.


"Mau keluar sama Dirga Ma."


"Ya sudah, hati-hati ya nak." Syeilla kembali turun menujunruang tamu. Dirga terlihat sudah berada di sana dengan pakaian santai dan terlihat sangat tampan.


Cally turun dengan tampikan modis. Dirga sampai dibuat menganga melihat kecantikan Cally. Gadis itu tertawa kecil melihat ekspresinya.


"Tante, kami berangkat dulu."


"Ma, Cally keluar sebentar ya.


Syeilla menganguk, "hati-hati! Dirga, titip putri Tante ya."


Dirga menganguk dengan semangat. Alya yang sempat merasa haus, perlahan membuka kamarnya. Di sana ia melihat Dirga sedang menggandeng tangan kembarannya. Lalu apa artinya yang tadi malam. Alya mengembuskan napas lelah.


"Semua hanya kepalsuan, kamu berhasil membuatku tenang dan melayang tinggi, tanpa tahu sayapku bisa patah kapan saja." gumam Alya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Holla guys jangan lupa tersenyum wkwkwkkw

__ADS_1


__ADS_2