
Beberapa suara langkah kaki tampak berlari di lorong sebuah rumah sakit terkenal di Jerman.
Burdenko menjadi salah satu rumah sakit terbaik dan tertua yang sudah berdiri sejak 1706 oleh Nicolas Bidloo.
Mark membuka ruagan tempat Syeilla dirawat lalu segera memeriksanya. Sudah dua tahun lamanya semenjak Syeilla terbaring dengan lemah dibantu beberapa alat penunjang kehidupannya dan kini ia pun sudah melewati masa komanya. Terkadang sesuatu yang tampak tidak memiliki harapan adalah sesuatu yang bahkan memiliki keajaiban seperti yang dialami oleh Syeilla.
Ariel berlari dengan tergesa-gesa menuju ruang rawat Syeilla dan ia melihat Mark dengan tatapab meminta penjelasan.
Mark menggelengkan kepalanya dan Ariel tau sendiri apa arti daringelengan tersebut.
"Apa kau tidak senang?" tanya Mark dengan alis menukik sebelah kiri.
"Apa maksudmu!" marah Ariel, ia pikir gelengan Mark mengatakan hal yang buruk namun nyatanya hal baiklah yang ia terima.
"Terima kasih." unarnya dengan lega lalu berjalan mendekati ranjang Syeilla.
__ADS_1
Mark bahkan tanpa sadar membuka mulutnya dengan lebar, belum oernah sekali oun kata ucaoan keluar dari mulut busuk Ariel namun hari ini akhirnya kata keramat itu pun mencuat kepermukaan. Mark harus mencatat tanggal hari ini, hari yang sangat bersejarah.
"Syukurlah kamu sudah melewati masa kritis Syei, setidaknya masih banyak harapan yang bisa kamu perjuangkan selaa dua tahun ini." gumam Ariel pelan. Ia melihat wajah pucat Syeilla dengan sendu.
"Tuhan tau kamu wanita yang baik, untuk itu ia memberimu cobaan sekaligus keajaiban."
Yah keajaiban itu nyata adanya, penyakit Syeilla kini sudah tidak terdeteksi lagi bahkan dokter pun heran bagaimana menjelaskannya namun semuanya akan menjadi mungkin jika sudah ditangani oleh Mark, dokter terbaik yang menangani penyakit berbahaya dan paling mematikan di dunia salah satunya tumor otak yang diderita Syeilla.
Ia senang bahwa dari sekian banyaknya pasien yang ia tangani hampir 98% kembali sehat dan sembuh dari penyakitnya dan itu menjadi salah satu kelebihannya yang diberikan Tuhan padanya.
""""""""
Tanpa menunggu lebih lama lagi ia segera menuju rumah ayahnya yang memang ada di Rusia. Rumah itu dijaga oleh seseorang yang tafi menjemputnya ke bandara.
"Sudah lama sekali aku tidak datang kemari." ujarnya dengan pelan. Ia langsung keluar dari mobil menuju rumah megahnya sambil menenteng sebuah tas kecil yang berisi peralatan dokternya... Ia hanya ingin membawanya saja bukan untuk hal lain.
__ADS_1
Kaki jenjang dengan tinggi 174 cm itu berjalan dengan pelan memasuki sebuah perusahaan sambil membawa sebuah map di tangan kananya.
"Selamat siang." sapa seorang resepsionis di dengan sopan tak lupa dengan logat kental Rusia nya.
"Saya Auxillia, apa bisa saya menjumpai pak Aiden, saya perwakilan dari JD Group yang pagi ini pukul 09:10 akan mengadakan rapat di dengan beliau." ujarnya panjang lebar karena ia sangat malas menjawab berbagai pertanyaan.
Resepsiinis tersebut tampak memperhatikan Auxillia dari ujung rambut sampai ujung kaki, kemudian ia tersenyum ramah sambil menunjukkan ruangan mana yang harus ia datangi.
"Terima kasih bamyak." ucap Auxillia lalu ia pun segera menaiki lift dan menekan tombol 26 tempat Aiden berada.
❤❤❤❤❤
Yuhuuuuu......
Silahkan merapat dan mendekat tapi jangan lupa tinggalkan jejaka hahahha...
__ADS_1
Komen biar autor tau apa kekurangannya...
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. 💓💓💓