LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3
Part 61 (S2)


__ADS_3

Auxillia adalah salah satu anak dari seorang miliarder terkaya nomor 50 di dunia. Ayahnya memimpin sebuah perusahaan yang bergerak dibidang furniture yang sudah memiliki cabang di berbagai negara termasuk Indonesia.


Demian merupakan keturunan orang Rusia. Ayahnya berkebangsaan Rusia sedangkan ibunya berasal dari Indonesia. Semenjak kecil ia hidup di Rusia dan bertetangga dengan keluarga besar Dimitri. Kakek dari Auxillia yang menjadi sahabat Demian sedari kecil.


Kabar duka sempat menyelimuti keluarga mereka saat mendengar kabar kematian Demian. Pria itu pernah berpesan padanya untuk menyelamatkan cucunya dari seseorang yang tidak diketahui oleh Dimitri. Ia masih melakukan pencarian hingga sekarang mengenai siapa cucu Demian yang sebenarnya. Mengingat pada saat terakhir mereka berkomunikasi, Demian tidak menyebutkan siapa nama cucunya.


"Papa, bagaimana dengan cucu paman Demian. Apa. Sudah ketemu?" tanya Domy, Ayah Auxillia.


"Hingga sekarang, papa belum menemukannya Dom," seru Dimitri dengan lesu. Ia merasa bersalah pada sahabatnya karena sudah menelantarkan amanatnya.


"Mungkin dia berada di Indonesia pa, coba papa tanyakan pada Auxillia. Dia kan menikah dengan orang sana," seru Domy yang diangguki oleh Rose.


"Kamu bener Dom," besok akan Papa tanyakan pada Auxi.


***


"Mas, si kecil ngompol lagi," adu Syeilla dengan lemah. Kondisinya masih belum baik secara fisik.

__ADS_1


"Tunggu sebentar sayang, biar Mas gantikan," Aiden membawa pempers seukuran kedua bayinya. Ia menggantinya dengan telaten. Usia keduanya sudah seminggu.


Aiden bahkan tidak pernah mengeluh. Jika disuruh mengasuh kedua bayinya seharian juga ia mau. Ada perasaan hangat menjalar ke ubun-ubunnya dan sebagian merambat ke ulu hatinya. Perasaan yang tidak akan pernah ia dapatkan di mana pun selain dari statusnya yang kini sudah menjadi seorang ayah.


"Kamu suami apa pembantu?" tanya Elka dengan songong. Ariel tidak berani berkomentar karena dia sendiri seorang pembantu.


"Dua-duanya dong," jawab Aiden dengan bangga. Kerutan di kening Elka tampak kelihatan. Ia bingung mendengar jawaban dari Aiden yang tidak merasa jengkel apalagi kesal.


"Tunggu saja tanggal mainmu Elka," dengus Ariel sinis.


"Tanggal main buat apa, kau ini sudah tua masih suka bermain-manin," ceramah Elka yang jauh dari kata waras.


"Sok tau," dengusnya.


"Lubang hidungmu berkata demikian," Mereka menatap Elka dengan horor.


"Kenapa?" tanya Elka heran. Biasanya dia jarang jadi pusat perhatian. Paling ketampanannya membuat beberapa wanita histeris.

__ADS_1


"Kau sungguh cabul," tunjuk Zia pada Elka. Sontak Elka kaget dan meminta penjelasan.


"Cabul apanya? Di bagian mana aku bersikap cabul?" Elka kesal saat dirinya yang suci dikatakan cabul oleh ibu hamil yang untungnya sedang hamil.


"Resletingmu terbuka bodoh," pekik Dion yang sukses membuat Elka melihat ke sumber cabulnya dan benar. Ia lupa mengancing resletingnya barusan saat ia ke kemar mandi.


"Lupakan, aku masih bayi," ujarnya dan melengos ke sudut ruangan. Untungnya Salma sedang ada keperluan jadi ia tidak akan terlihat konyol.


"Bayi kepalamu, setidaknya burung gagakmu sudah mau terbang," ejek Dion yang sukses mendapat kekehan dari semuanya. Auxillia tampak mencubit pinggang suaminya membuat Dion mengaduh kecil.


Elka sungguh malu saat ini. Ia tidak menyadari jika karma itu sungguh dekat dengannya. Ia menatap Dion dengan aura kegelapan versi nya.


Syeilla sampai kesakitan menahan tawanya melihat kekonyolan mereka semua. Syeilla senang karena pada akhirnya mereka semua bisa berkumpul layaknya sebuah keluarga. Bahkan hubungan keluarga jauh terasa lebih erat.


❤❤❤❤❤


Tbc...

__ADS_1


Guys aku sakitnya lama banget masa,


Maaf ya kalau kurang nge feel.


__ADS_2